Teknologi Internet ibarat kata ajaib dalam kosa kata keseharian kita saat ini. Baik di kota, daerah bahkan di daerah-daerah terpencil sekalipun. Tua muda, miskin kaya, kalangan profesional, pejabat bahkan para pedagang di daerah marjinal, semua seakan paham benar menggunakan efek dari internet ini.

Hubungan antar individu dengan mudah dapat diketahui secara singkat, ketikkan saja nama seseorang di mesin pencari yang terhubung di internet, dengan segera kita bisa mengenali tingkah laku pola kebiasaan hobby bahkan hal-hal yang bersifat private dari seseorang.

Para pelajar, pebisnis ilmuwan, politikus, dan juga para cybercrime saat ini seperti dimanjakan dengan taburan informasi lengkap padat dan instan, walaupun tak pelak sering terjadi bias maupun distorsi. Karena banyak juga pelaku yang memanfaatkan rimba Internet ini untuk menyembunyikan jatidiri identitasnya dan bersandiwara demi tercapainya tujuan sesaat yang dikehendaki.

Teknologi Internet tak ubahnya sebuah dunia baru yang gemerlap namun bisa sekejap berubah sekaligus hampa mengerikan, dunia maya yang siap memberi keasyikan keuntungan, namun juga siap dengan segera menenggelamkan banyak orang yang lengah, mereja tidak siap ke dalam pusaran waktu dan risiko.

Sebenarnya bila disikapi dengan cermat banyak hal positif yang diperoleh dengan adanya internet ini. Kita dengan efisien bisa berselancar menembus jarak, waktu, dan ruang. Bayangkan kita seakan dapat hadir di beberapa tempat sekaligus tanpa harus medatangi secara fisik.

Dengan internet di rumahpun kita bisa membuat jejaring komunikasi, menyusun peluang dari database, knowledge maupun relasi. Ribuan kilometer di seberang sana tim pelaksana bekerja keras di lapangan melaksanakan dengan pemantauan dan manajemen yang mendampingi mereka, tanpa harus hadir di sana. Hanya dengan smartphone dan Laptop menjadi andalan utama, selain daya listrik, pulsa dan kuota tentunya.

Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi Sosial Media (sosmed) mulai unjuk gigi menawarkan platform bisnis yang anyar. Kesenangan yang dibalut teknologi dalam kemasan interaktif mulai mendapat peran dalam perilaku dan interaksi bisnis. Konsumen semakin dimanjakan dengan hadirnya pariwara informasi seketika atau dalam genggaman kita.

Teknologi saat ini memungkinkan kita melakukan banyak hal dalam satu waktu secara bersamaan, Bahasa kerennya multitasking. Pekerja di kantor melaksanakan tugas sambil chatting di ruang maya dengan rekan atau sahabat di ujung dunia sebelah sana. Ibu-ibu bahkan di dapur menyiapkan makanan sambal mendengarkan infotaintment dan hiburan plus handphone siap sedia di sebelahnya meskipun terkadang sajiannya hangus. Tapi celakanya ketika para Pejabat juga melakukannya didalam ruang sidang.

Banyak Komunitas terbentuk seiring dengan terbukanya informasi. Kenalan dulu dan lama (kenba dan kendu) yang lama tak bersua kembali hadir. Di mana ruang dan jarak bukan penghambat untuk bertegur sapa di dalam ruang maya. Kesamaan dalam momen, hobby, kesenangan serta kepentingan membuat banyak developer membuat kemudian menyusun sarana interaksi , sebut saja WA Group, Yahoo Group, Facebook, Twitter, Instagram dan lainnya dengan cerdas merekatkan momen-momen tersebut dalam sebuah kemudahan.

Terkadang kita terlena, kapan saatnya berkarya atau senda gurau. Banyak yang bahkan tanpa sadar berebut tampil menjadi sosialita demi sebuah status yang sebenarnya fana. Banyak orang yang kemudian hanya dikenal dari Nomor ID, dan Email Addressnya. Opini dengan mudah dapat dibangun dengan kecerdikan tanpa perlu akal sehat.

Saat ini orang seakan menjadi semakin tidak memiliki waktu yang cukup untuk mencari mengolah dan mencerna informasi. Infografis seakan menjadi jawaban, memberikan data padat yang mudah dikelola dan dimengerti secara singkat. Halaman online juga menyediakan kecepatan bertransaksi dan membuat para pelaku usaha dapat mengendalikan bisnisnya hanya dari balik laptop, bahkan dengan bermodal smartphone di tangan para entrepreneur membuat keputusan penting sambil menikmati liburan di belahan dunia yang berbeda.

Kita seringkali juga menyaksikan para pengambil kebijakan menentukan nasib dan nyawa seseorang hanya dengan menekan tombol kecil di hadapannya. Lalu sekejap sebuah peradaban yang dibuat dalam beberapa generasi hilang musnah begitu saja, mengerikan memang. Para pemburu berita maupun Jurnalis berlomba menayangkan berita dalam kejapan mata, kadangkala kualitas bahkan moral dikesampingkan dengan alasan kejar tayang.

Apakah ini menjadi kemudahan atau dunia yang melelahkan?

Teknologi Internet seakan menjadi wujud teknologi seperti dua mata pisau setajam silet, setajam sembilu. Paperless menjadi slogan yang adidaya, membuat banyak orang yang merasa hidupnya berhenti hanya karena ketinggalan HP atau kartu memorinya rusak /hilang … “Terlaluuuuu” kalau kata Bang Rhoma hahaa:)

Semua kembali ke diri masing-masing tentunya, bagaimana menyikapi. Karena tanpa kehebohan di dunia maya sebenarnya realita secara terang benderang tetap berjalan sebagaimana mestinya, hukum alam tetap berlaku. Kerja cerdaslah kawan, selamat bermaya-maya, namun biarkan hati ini tetap di tempatnya.

Jangan buat diri kita malas karena kemudahan yang diberikan mahluk internet ini. Karena dunia ini jauh lebih indah untuk kita nikmati dengan seluruh raga dan panca indera yang dianugerahkan oleh sang Pencipta. Bijaklah memanfaatkan internet. Kami hanya mengabarkan Anda yang menentukan.

N1
loading...