walau aku tahu
aku bukan presiden
yang sempurna
bagi negara dan bangsaku
tapi demi mereka
aku berkorban apapun
termasuk perasaanku sendiri.

ketulusan bukan hal yang sulit
aku selalu ingin negeriku
ada gelak tawa riang gembira
seperti gelak tawa bahagia
saat anak-anak makan bersama

Aku tak ingin rakyat sedih
aku tak ingin mereka susah
biarlah kesedihan dan kesulitan
menjadi milik sesak di dadaku
biarlah semua aku tanggung
untuk bahagianya rakyatku

biarlah tangisku dan doaku
aku simpan dalam hatiku
aku hanya ingin melihat rakyatku
bahagia setiap saat
doaku selalu terucap panjang
dalam setiap sujudku

biarlah bangsa dan negaraku
berisi gelak tawa
itu sebagai tanda
aku bisa menghadirkan
cinta dan kasih
bagi rakyatku

rakyatku yang kuhormati
walau bumi dan langit akan runtuh
walau dapur berantakan
dan cucian masih menumpuk

tapi bila di negeri ini
masih ada tawa riangmu
itu menandakan
kalau aku presiden
yang baik

aku hanyalah seorang presiden
tak lebih memikul kepercayaan
atas pilihan rakyatku sendiri
meskipun saat ini
banyak yang menghinaku

20-10-2018

BACA JUGA :  Sejengkal Sajadah