Kelahiran seorang anak adalah awal dari kegembiraan seorang Ibu yang akan menyebar ke mana-mana, semua akan nampak indah dan menakjubkan, dan cinta itu tak mengenal batas.

Ibu adalah sahabat sejati, hanya ibulah yang tetap bersama kita dalam semua kesusahan, kesedihan dan saat tergelap dalam hidup kita. Surga di telapak kaki Ibu, bukan ayahmu dan juga bukan istrimu.

Sosok seorang ibu memiliki peran sangat penting dalam perkembangan mental serta emosional seseorang. Ibu digambarkan sebagai sosok malaikat yang nyata dalam kehidupan seorang manusia, kasih sayang dan kelemahlembutannya tak tergantikan oleh apa pun.

Dalam setiap rumah tangga, peran ibu sangat diperlukan. Sebaik-baiknya seorang ayah, dia tidak akan bisa menggantikan peran sebagai ibu. Kepekaan, kasih sayang dan kelemahlembutannya, kodrat Ilahi inilah yang tak dimiliki oleh seorang pria.

Bagi anak, karena kesabaran dan kepekaannya, ibu sering dipakai sebagai tempat untuk mencurahkan segala beban dan permasalahan hidupnya, kadang pula kedekatan seorang anak terhadap ayahnya tidak bisa mengalahkan kedekatannya kepada si Ibu.

Ibu senantiasa penuh kasih dan bijaksana, kala ia sedang sakit tak pernah ia bercerita kepada anaknya, aku sakit, bahkan kadang menahan lapar dahaga hanya untuk anaknya. Ibu selalu berdoa agar anaknya tumbuh dewasa, bahagia kelak, bahkan rasa sakit yang dideritanya selalu disembunyikan demi anaknya.

Oleh karena itu, “Ingatlah pesan dan nasehat ibumu anakku”.

1. Ingatlah anakku, hatiku akan selalu terbuka untukmu.

Karena cintaku kepadamu melebihi aku mencintai diriku sendiri. Engkau sangat penting bagiku, engkau adalah cinta sejatiku, tidak ada istilah mantan anak di dunia ini karena itu aku akan selalu mencintaimu sepanjang hidupku.

2. Berbahagialah dan jangan terikat pada segala sesuatu.

Karena engkau yang paling bisa membahagiakan dirimu sendiri, bukan aku, bukan orang lain. Dan letakkan segala sesuatu di belakangmu, jangan di pundakmu, maka engkau akan melangkah dengan ringan.

3. Bertutur-katalah yang sopan.

Karena kata-kata yang sudah dikeluarkan laksana peluru yang sudah ditembakkan, kerusakannya tidak dapat diperbaiki. Bertutur-kata sopan akan membuatmu senantiasa dihormati.

4. Ubahlah hal yang bisa diubah, dan berdamailah dengan hal yang tidak bisa diubah.

Karena dunia berjalan dengan keunikannya, jangan memaksakan mengubah sesuatu yang tidak bisa berubah, kau akan lelah. Kadangkala kitalah yang harus berubah.

5. Lakukan segala sesuatu dengan sekuat tenaga dan sebaik-baiknya.

Karena bila sudah kau lakukan segala sesuatu dengan sekuat tenaga dan sebaik-baiknya, maka aku yakin kau tidak akan menyesal.

6. Apapun yang terjadi dalam hidup jangan berhenti.

Karena hidup itu seperti menaiki tangga, anakku. Menanjak ke atas, dan akan berakhir ketika kita menutup mata. Ada kalanya kesusahan dan kesedihan menimpamu, beristirahatlah sejenak pada satu anak tangga, tapi jangan turun, hanya beristirahat. Lalu lanjutkan setelah istirahatmu cukup.

7. Tetapkan tujuanmu dan selesaikan.

Karena hidupmu yang masih panjang, warnailah dengan tujuan yang menggembirakan hatimu dan selesaikanlah.

8. Tidak ada perbuatan yang baik atau perbuatan yang buruk.

Karena yang ada adalah perbuatan dengan konsekuensi. Bertanggung jawablah pada semua tindakan yang sudah kau ambil. Melarikan diri hanya dilakukan oleh seorang pengecut.

9. Terimalah kritik dengan lapang dada.

Karena suatu hari, engkau akan menerima kritik, terimalah dengan lapang dada, tersenyumlah, dan lanjutkan hidupmu. Terimalah juga, bahwa setiap orang pasti punya kelebihan dan kekurangan, setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Dan itu tidak apa-apa.

10. Cinta Kasih

Sebab suatu hari nanti kau akan menemui cinta dan kasih berikutnya, aku berharap dia yang kau cintai, akan membalas cintamu sebesar cinta kasihku padamu. Peliharalah cinta di antara kalian dengan penuh hormat dan tanggung jawab.

N1
loading...