SURAT MAHA CINTA

Salam Jumpa
Maafkan aku yang lancang mengirimkan surat tak berharga ini kepadamu, semata hanya karena rindu yang tak tertahan hingga tangan ini menggerakan pena yang menari-nari menggores kertas dengan huruf-huruf penuh kerinduan.

Kau tahu, akalku seolah telah terikat akan bayangmu, namamu telah menjadi sebuah ukiran yang terlanjur membekas di dinding hatiku.

Seringkali aku menyesal, bukan karena aku merindukanmu, namun karena aku belum bisa menjadi kekasih halalmu.

Di sini aku menantimu sayang, dalam dekap rindu penantian yang akan aku hiasi dengan kesetiaan.

Meski seringkali membuatku lemah, namun cinta membuatku ingin terus menunggu, menunggu dan menunggu hadirmu kembali
di sisiku.

Aku akan tetap setia menunggumu dalam setiap nafas yang terhembus, dalam setiap detak jantung, dalam setiap langkah bahkan dalam setiap aliran darahku.

Hanya surat cinta ini yang mampu aku persembahkan sebagai rangkaian bunga rinduku.

Bukanlah kemewahan, bukan pula segudang harta, tapi hanya ungkapan ketulusan yang aku semayamkan di hati ini sebagai wakil dari lidahku yang kadang kelu saat mengucap cinta.

Lewat kertas putih ini, bahkan aku berani mengatakan ” Aku sangat mencintamu”, kalimat yang amat berat aku ucapkan ketika berhadapan denganmu.

Kasih, tenanglah di sana, di sini aku menunggumu dengan sebuah harapan. Harapan agar kita selalu bersama dalam lindungan Tuhan Sang Maha Cinta, dalam dekap kasih-Nya, jangan pernah bersedih apalagi putus asa.

Doaku selalu mengiringimu, agar semoga kau selalu bahagia dan selalu mengingat bahwa ada satu orang yang menantimu dengan penuh rindu dan cinta.

Kasih, kututup surat ini dengan sebuah bait singkat lukisan hatiku.
Aku rindu kamu sayangku
Meski tak sebesar bumi merindukan datangnya matahari
Namun rinduku cukup untuk membuatku tahu
Bahwa kaulah satu satunya cintaku
dan aku amat mencintaimu.
Salam Rindu

BACA JUGA :  Contoh Sastra Bugis