Sulawesi, dahulu dikenal sebagai Celebes adalah sebuah pulau di Indonesia. Sulawesi salah satu dari empat Kepulauan Sunda Besar, dan pulau terbesar kesebelas di dunia. Yang termasuk Sunda Besar yaitu Kalimantan, Sumatera, Jawa, dan Sulawesi.

Sedangkan Sunda Kecil meliputi Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku. Jadi gabungan Sunda Besar dan Sunda Kecil inilah yang di zaman dahulu dinamakan Kepulauan Sunda (Sunda Islands).

Sulawesi terletak di sebelah timur Kalimantan, sebelah barat Kepulauan Maluku, dan sebelah selatan Mindanao dan Kepulauan Sulu, Filipina.

Di Indonesia, hanya Pulau Sumatra, Kalimantan dan Papua yang lebih besar luas wilayahnya, dan hanya Pulau Jawa dan Sumatra yang memiliki populasi lebih banyak dari Sulawesi.

Di Sulawesi terdapat 6 provinsi, yaitu Provinsi
Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

Bentang alam di Sulawesi mencakup empat semenanjung, yaitu Semenanjung Minahasa di bagian utara, Semenanjung Timur, Semenanjung Selatan, dan Semenanjung Tenggara.

Di Sulawesi terdapat tiga teluk, yaitu Teluk Tomini di antara Semenanjung Minahasa dan Timur, Teluk Tolo di antara Semenanjung Timur dan Tenggara, dan Teluk Bone di antara Semenanjung Selatan dan Tenggara. Selat Makassar membentang di sepanjang sisi barat pulau Sulawesi dan memisahkan pulau ini dari Kalimantan.

Nama Sulawesi diperkirakan berasal dari kata dalam bahasa-bahasa di Sulawesi Tengah yaitu kata sula yang berarti nusa (pulau) dan kata mesi yang berarti besi (logam), yang mungkin merujuk pada praktik perdagangan bijih besi hasil produksi tambang-tambang yang terdapat di sekitar Danau Matano, dekat Sorowako, Luwu Timur.

Bangsa Portugis yang datang sekitar abad 14-15 masehi adalah bangsa asing pertama yang menggunakan nama Celebes untuk menyebut pulau Sulawesi secara keseluruhan.

Sulawesi adalah pulau terbesar kesebelas di dunia, meliputi area seluas 174.600 km persegi. Bagian tengah pulau Sulawesi bergunung-gunung dengan permukaan kasar, sehingga semenanjung di Sulawesi pada dasarnya jauh satu sama lain, yang lebih mudah dijangkau melalui laut daripada melalui jalan darat.

Di Sulawesi ada tiga teluk yang membagi semenanjung-semenanjung dari utara ke selatan, yaitu Teluk Tomini, Tolo dan Bone. Ketiganya memisahkan Semenanjung Utara, Semenanjung Timur, Semenanjung Tenggara dan Semenanjung Selatan.

Selat Makassar membentang di sepanjang sisi barat pulau Sulawesi yang dikelilingi oleh Kalimantan di sebelah barat, oleh Filipina di sebelah utara, oleh Maluku di timur, serta oleh Flores dan Timor di selatan.

Sementara Kepulauan Selayar membentuk semenanjung yang membentang ke selatan dari bagian barat daya Sulawesi hingga ke Laut Flores, dan secara administratif merupakan bagian dari Sulawesi Selatan.

Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud membentang ke utara dari ujung timur laut Sulawesi, sementara Pulau Buton dan pulau-pulau tetangganya berbatasan dengan semenanjung tenggara.

Kepulauan Togean berada di tengah Teluk Tomini, dan Pulau Peleng serta Kepulauan Banggai membentuk sebuah gugusan pulau antara Sulawesi dan Maluku. Semua pulau yang disebutkan di atas, dan pulau-pulau yang lebih kecil secara administratif, merupakan bagian dari enam provinsi di Sulawesi.

Pulau Sulawesi terbentuk melalui lekukan tepi laut dalam yang mengelilinginya hingga wilayah pedalaman berupa pegunungan yang tinggi, dan sebagian besar non-vulkanik.

Gunung berapi aktif ditemukan di Semenanjung Minahasa yang berada di utara Sulawesi, dan terus membentang ke utara menuju Kepulauan Sangihe. Semenanjung utara Sulawesi merupakan tempat bagi beberapa gunung berapi aktif seperti Gunung Lokon, Gunung Awu, Soputan dan Karangetang.

Menurut rekonstruksi lempeng, pulau ini diyakini terbentuk melalui proses tumbukan terran antara Lempeng Asia (yang membentuk semenanjung barat dan barat daya) dan Lempeng Australia (yang membentuk semenanjung tenggara dan Banggai), dengan busur kepulauan yang sebelumnya berada di Samudera Pasifik (dan membentuk semenanjung utara dan timur).

Karena ketidakstabilan riwayat tektoniknya, berbagai sesar terbentuk dan akibatnya pulau Sulawesi menjadi rawan gempa bumi. (ingat gempa bumi yang baru saja terjadi di Sulawesi Bagian Tengah).

Sulawesi, berbeda dengan sebagian besar pulau lainnya di wilayah biogeografis Wallacea, tidak sepenuhnya memiliki sifat samudera, namun merupakan pulau komposit di pusat zona tabrakan Asia-Australia.

Bagian dari pulau Sulawesi sebelumnya menyatu, pada batas benua Asia atau Australia sebelum akhirnya terpisah dari benua asalnya melalui proses vikarian. Di sebelah barat, pembukaan Selat Makassar memisahkan Sulawesi Barat dari Sundaland pada zaman Eosen sekitar 45 juta tahun yang lalu.

Sejak abad ke-13, akses terhadap barang perdagangan berharga dan sumber mineral besi mulai mengubah pola lama budaya di Sulawesi, dan ini memungkinkan individu yang ambisius untuk membangun unit politik yang lebih besar.

Tidak diketahui mengapa kedua hal tersebut muncul bersama-sama, mungkin salah satu adalah hasil yang lain. Pada 1400-an, sejumlah kerajaan pertanian yang baru telah muncul di barat lembah Cenrana, serta di daerah pantai selatan dan di pantai timur dekat Parepare yang modern.

Orang-orang Eropa pertama yang mengunjungi pulau ini (yang dipercayai sebagai negara kepulauan karena bentuknya yang mengerut) adalah pelaut Portugis pada tahun 1525, dikirim dari Maluku untuk mencari emas.

Belanda tiba pada tahun 1605 dan dengan cepat diikuti oleh Inggris, lalu mendirikan pabrik di Makassar. Sejak 1660, Belanda berperang melawan Kerajaan Gowa Makasar terutama di bagian pesisir barat yang berkuasa.

Pada tahun 1669, Laksamana Speelman memaksa penguasa, Sultan Hasanuddin, untuk menandatangani Perjanjian Bongaya, yang menyerahkan kontrol perdagangan ke Perusahaan Hindia Belanda.

Belanda membangun benteng di Ujung Pandang, sedangkan Arung Palakka menjadi penguasa daerah dan kerajaan Bone menjadi dominan. Perkembangan politik dan budaya tampaknya telah melambat sebagai akibat dari status quo.

Pada tahun 1905 seluruh Sulawesi menjadi bagian dari koloni negara Belanda dari Hindia Belanda sampai pendudukan Jepang dalam Perang Dunia II.

Selama Revolusi Nasional Indonesia, seorang Westerling Kapten Belanda membunuh sedikitnya 4.000 orang selama Kampanye Sulawesi Selatan, tapi sebagian sejarawan mengatakan ada 40.000 korban jiwa. Sehingga dikenal “korban 40 ribu jiwa” di Sulawesi Selatan.

Setelah penyerahan kedaulatan pada Desember 1949, Sulawesi menjadi bagian dari Republik Indonesia Serikat (RIS). Dan pada tahun 1950 menjadi tergabung dalam kesatuan Republik Indonesia.

Pada saat kemerdekaan Indonesia, Sulawesi berstatus sebagai provinsi dengan bentuk pemerintahan otonom di bawah pimpinan seorang Gubernur. Provinsi Sulawesi ketika itu beribu kota di Makassar, dengan Gubernur DR.G.S.S.J. Ratulangi.

Bentuk sistem pemerintahan provinsi ini merupakan perintis bagi perkembangan selanjutnya, hingga dapat melampaui masa-masa di saat Sulawesi berada dalam Negara Indonesia Timur (NIT) dan kemudian NIT menjadi negara bagian dari negara federasi Republik Indonesia Serikat (RIS).

Ketika RIS dibubarkan dan kembali kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, Sulawesi statusnya dipertegas kembali menjadi provinsi. Status Provinsi Sulawesi ini kemudian terus berlanjut sampai pada tahun 1960.

Berikut daftar Gubernur Sulawesi:

1. DR. G. S.S.J. Ratulangi (1945-1949)
2. Bernard Wilhelm Lapian (1949-1951)
3. R. Sudiro (1951-1953)
4. Andi Burhanuddin (1953)
5. Lanto Daeng Pasewang (1953-1956)
6. Andi Pangerang Petta Rani (1956-1960)

Selanjutnya, mulai tahun 1960 Sulawesi terdiri dari dua buah Daerah Tingkat I yaitu:

1. Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan-Tenggara.
2. Daerah Tingkat I Sulawesi Utara-Tengah.

Pada tahun 1964 dibentuk Daerah Tingkat I Sulawesi Tengah, yang dipisahkan dari Daerah Tingkat I Sulawesi Utara-Tengah, sedangkan Daerah Tingkat I Sulawesi Utara-Tengah diubah menjadi Daerah Tingkat I Sulawesi Utara.

Demikian pula Daerah Tingkat I Sulawesi Tenggara dibentuk terpisah dari Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan-Tenggara, sedangkan Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan-Tenggara diubah menjadi Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan.

Mulai tahun 1999 pemakaian istilah Daerah tingkat I dihilangkan, sehingga ke-empat wilayah di atas sebutannya berubah masing-masing menjadi provinsi.

Memasuki era Reformasi seiring dengan munculnya pemekaran wilayah berkenaan dengan otonomi daerah, terbentuk provinsi Gorontalo pada tahun 2000, dan kemudian provinsi Sulawesi Barat pada tahun 2004.

Pemerintahan di Sulawesi dibagi menjadi enam provinsi berdasarkan urutan pembentukannya, yaitu
provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara,
Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, dan Sulawesi Barat.

Sulawesi Tengah merupakan provinsi terbesar dengan luas wilayah daratan 68,033 kilometer persegi dan luas laut mencapai 189,480 kilometer persegi yang mencakup semenanjung bagian timur dan sebagian semenanjung bagian utara serta Kepulauan Togean di Teluk Tomini dan pulau-pulau di Banggai Kepulauan di Teluk Tolo.

Sebagian besar daratan di provinsi Sulawesi Tengag ini bergunung-gunung (42.80% berada di atas ketinggian 500 meter dari permukaan laut) dan Katopasa adalah gunung tertinggi dengan ketinggian 2.835 meter dari permukaan laut.

Suku Bugis-Makassar adalah suku yang lebih dominan di Pulau Sulawesi. Di mana suku ini dapat ditemui di mana-mana di Pulau Sulawesi. Suku Bugis mayoritas adalah pedagang jadi tidak heran jika rata-rata pasar di pulau ini dikuasai oleh Suku Bugis.

Suku Bugis adalah suku yang taat beragama dam sangat menjunjung tinggi harga diri dan martabat. Suku Bugis sangat menghindari tindakan-tindakan yang mengakibatkan turunnya harga diri atau martabat seseorang.

Isu lingkungan terbesar di Sulawesi adalah penggundulan hutan. Dewasa ini para ilmuwan menemukan bahwa 80 persen hutan Sulawesi telah hilang atau terdegradasi, terutama berpusat di dataran rendah dan hutan bakau.

Hutan digunduli untuk berbagai kepentingan dan proyek pertanian besar. Hilangnya hutan telah mengakibatkan banyak spesies endemik Sulawesi terancam punah. Selain itu, 99 persen lahan basah Sulawesi telah hilang atau rusak.
Ancaman lingkungan lainnya termasuk penambangan ilegal.

Berikut daftar gunung di Sulawesi :
1. Gunung Gawalise (2.023 mdpl)
2. Gunung Nokilalaki
3. Gunung Lokon (1.689 mdpl)
4. Gunung Klabat
5. Gunung Soputan
6. Gunung Mekongga (2.620 mdpl)
7. Gunung Mahawu
8. Gunung Bawakaraeng (2.705 mdpl)
9. Gunung Latimojong (3.680 mdpl)
10.Gunung Karangetang
11.Gunung Awu
12. Gunung Bawah Laut
13.Gunung Gandang Dewata (3307 mdpl)

Jumlah Penduduk Sulawesi :

Jumlah penduduk Sulawesi pada 2019 mencapai 19,56 juta jiwa atau 7,33% dari total penduduk Indonesia. Angka tersebut terdiri atas 9,74 juta jiwa laki-laki dan 9,82 juta jiwa perempuan.

Jumlah penduduk terbanyak berada di Provinsi Sulawesi Selatan, yakni mencapai 8,82 juta. Sedangkan jumlah penduduk paling sedikit di Provinsi Gorontalo, yaitu 1,18 juta jiwa yang terdiri atas 589 ribu laki-laki dan 588 ribu jiwa perempuan.

Demikian tentang Sulawesi yang dikutip dari berbagai sumber.

N1
loading...