kala ku karam di gua penyesalan
betapa sesalku terjal membatu
hingga menusuk runcing kakiku
membuatku enggan tuk melangkah

ketika bayang kita beradu
kuakui bayangmu selalu menang
hingga menggulung saraf sarafku
hingga mengobrak abrik semestaku

biarlah anjing menggonggong
menerkam lari menggigit kakiku
biar kucoba berdiri dan menoleh
kulirik kiri dan kananku
moga ada damai di situ

alhamdulillah ada tetesan air
jatuh menimpa mata hatiku
kuremas sejuknya
lantas kubasuh rupaku
lalu kuucapkan nada indah
assalamu alaikum
ke kanan dan kiriku
selamat tinggal galau

BACA JUGA :  Tangis Seorang Presiden