Sekolah Bugis La Mellong yang dikelola Yayasan Sulapa Eppae kembali menggelar kegiatan Panre Temme (penamatan) angkatan XI dan XII.

Sebanyak 71 peserta yang mengikuti penamatan dipusatkan di Baruga Maccoppo Tellue, Ponceng Kelurahan Manurunge Kecamatan Tanete Riattang, pada Sabtu 26 Oktober 2019.

Jumlah peserta ini merupakan perwakilan 4 kecamatan, yakni Ulaweng, Awangpone, Tellu Siattinge, dan Cenrana. Peserta penamatan merupakan guru bahasa daerah dan kesenian dari sekolah dasar 4 kecamatan tersebut.

Sebelum penamatan para guru yang menjadi peserta menjalani proses pembelajaran tentang bahasa dan sastra, tradisi masyarakat Bugis, pangadereng, dan sejarah Bugis selama kurang lebih tiga bulan per angkatan.

Namun penamatan kali ini merupakan warga belajar yang ikut proses pembelajaran tahun 2018.

Pembina Yayasan Sulapa Eppae Dr. H. Ajiep Padindang, S.E., M.M. mengatakan bahwa kegiatan penamatan sekolah Bugis ini telah dilakukan setiap tahun dan jumlah peserta sekolah Bugis terus bertambah.

Dengan begitu, sekolah Bugis harus terus dikembangkan demi kemajuan pendidikan kebudayan Bugis itu sendiri.

“Kehadiran sekolah Bugis ini harus berkolaborasi dengan pemerintah daerah khususnya organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, yakni Dinas Pendidikan dan Dinas Kebudayaan dalam mendukung kegiatan sekolah Bugis.

“Kita harapkan kerja sama dengan sejumlah pihak, terutama pemerintah daerah ke depan,” kata legislator kondang itu.

Sementara, Kepala Sekolah Bugis Lamellong Darmawati mengatakan jumlah peserta semakin bertambah tahun ini sebanyak 378 alumni sekolah Bugis yang tersebar disejumlah kecamatan Kabupaten Bone. “Metode pembelajaran terus dikembangkan, baik model serta materi pembelajaran,” tuturnya.

Kadis Kebudayaan Kabupaten Bone A. Ansar Amal mewakili Bupati Bone mengapresiasi kegiatan sekolah Bugis yang diprakarsai Yayasan Sulapa Eppa.

“Dengan adanya sekolah Bugis kita harus dukung dan patut kita bangga karena mampu menjaga kebudayaan Bugis, dan ini salah satu unsur visi Bupati Bone, yakni menjadikan Kabupaten Bone sebagai pusat kebudayaan Bugis” ucapnya.

Diketahui Bpk. Dr. H. Ajiep Padindang, S.E., M.M. lahir di Batu Lappa, Kecamatan Patimpeng, Kabupaten Bone, 30 September 1959. Salah seorang Putra Bone yang banyak memperhatikan pelestarian Budaya Bugis. Selain itu beliau juga anggota DPD RI Periode 2019-2024 mewakili Provinsi Sulawesi Selatan.

Dalam Karir politiknya ia pernah sebagai Wakil Ketua DPP I Partai Golkar Sulsel periode tahun 2003-2004 serta Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan periode tahun 1999-2004.

Beliau mendirikan sekolah Bugis tidak hanya di Kabupaten Bone tetapi juga menyebar di sejumlah Kabupaten di Sulawesi Selatan. Sehingga langkah-langkah Beliau perlu diapresiasi dan diteladani.

N1
loading...