Sejengkal Sajadah

terbuai aku disenja itu
menikmati hangatnya wajah dunia
embusan angin ku biarkan
membelai ubun-ubunku
hingga ku terjatuh dalam pesona

detik-detik senja berlalu
kurela gerimis hujan menjamahku
sembari menunggu sejuta rasa
datangnya godaan-godaan berbisa
hingga meruntuhkan sadar imanku

senja berganti malam
ku tersentak dalam hinaan
ketika bumi marah bergemuruh
menghancurkan segala nikmat
menyisakan beribu sakit yang menyayat

Astagfirullah …
kuterbangun dalam sejenak matiku
mengundang hujan pelupuk mataku
jatuh mengalir membasahi bumi
tanah tempat ku berpijak

dalam gulita ku coba berdiri
berjalan melangkahi bebatuan
setapak demi setapak kegalauan
berharap ada secarik tersisa

hujan lebat menghentikan jalanku
hingga mengantarkan jiwa ragaku
pada mendung tak bermentari
lalu aku pasrah

di perhentian gerimis hujan mataku
ada setangkai pelangi senja
ku bersujud…ku bersimpuh … Tuhan
masih tersisa sejengkal sajadahku

11-10-2018

BACA JUGA :  Garuda Menghujat