Pesan Segala

Syurga adalah sebuah tempat di akhirat yang penuh dengan keindahan dan kedamaian. Tiada bandingan dengan kehidupan duniawi yang kini telah tersedia.

Allah SWT menegaskan “Telah Aku siapkan untuk hamba-hamba-Ku yang saleh, sesuatu keindahannya belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga, dan belum pernah tergerak pikiran/khayalan hati manusia”.

Jalan ke Syurga itu ada dua macam. Ada yang mulus tanpa melalui pemeriksaan dan ada pula yang harus melalui pemeriksaan. Bahkan, mampir ke neraka dulu meski harus tetap dalam koridor mukmin dan beramal saleh.

Rasulullah SAW juga menjelaskan kriteria atau syarat dari hamba yang saleh, penghuni surga dengan jalan mulus mengisyaratkan tiga hal:

Pertama, menyebarkan salam. Selain bermakna sering mengucapkannya, juga bermakna pada sikap dan perbuatan yang membawa pada kedamaian, kerahmatan, dan keberkahan.

Kedua, memberi makan orang yang memerlukannya, baik makanan itu berasal dari dirinya sendiri atau sekadar menyalurkan makanan orang lain.

Ketiga, melakukan salat malam di saat orang lain sedang tidur. Salat itu adalah salat tahajjud yang mengantarkan untuk berkomunikasi langsung kepada Allah dan mendoakan bagi keselamatan diri sendiri, keluarga, dan masyarakat luas di dunia ini dan Akhirat kelak.

Di tengah malam itulah ada waktu terkabulnya doa, karena saat itu Allah sendiri yang menyaksikan hamba-hamba-Nya ber-munajat.

Ketiga hal tersebut selayaknya dilakukan secara kontinyu, bukan temporer karena terhalang keperluan duniawi. Sebab, amalan yang sangat dicintai Allah adalah karena keajegannya.

Insya Allah dengan melaksanakan ketiga hal tersebut kita akan dapat menapak jalannya orang-orang saleh, mereka yang akan menempuh perjalanan ke Syurga dengan mulus.

Hiruk-pikuk bangsa yang terancam dengan berbagai kekacauan dan disintegrasi ini sedikit banyak akan teratasi lewat kehadiran orang-orang yang saleh di negeri ini.

Manusia sebagai mahluk sosial sudah barang tentu harus saling memahami dan membantu antara satu dengan yang lainnya. Bukan hanya kepada sesama manusia melainkan sesama mahluk ciptaan Tuhan. Hal ini kita dapat melakukannya seperti pesan-pesan di bawah ini:

1. Jika engkau melihat seekor semut ataupun lainnya terpeleset dan jatuh di air, maka angkat dan tolonglah, barangkali itu menjadi penyebab ampunan bagimu di Akhirat.

2. Jika engkau menjumpai batu kecil di jalan yang bisa menggangu jalannya orang lain, maka singkirkanlah, barangkali itu menjadi penyebab dimudahkannya jalanmu menuju Syurga.

3. Jika engkau menjumpai anak ayam terpisah dari induknya, maka ambil dan susulkan ia dengan induknya, semoga itu menjadi penyebab Allah mengumpulkan dirimu dan keluargamu di Syurga.

4. Jika engkau melihat orang tua membutuhkan tumpangan, maka antarkanlah ia, barangkali itu mejadi sebab kelapangan rezekimu di dunia.

5. Jika engkau bukanlah seorang yang mengusai banyak ilmu agama, maka ajarkanlah alif ba’ ta’ sa’ kepada anak-anakmu, setidaknya itu menjadi amal jariyah untukmu yang tak akan terputus pahalanya meski engkau berada di alam kuburmu.

6. Jika engkau tidak bisa berbuat kebaikan sama sekali, maka tahanlah tangan dan lisanmu dari menyakiti, setidaknya itu menjadi sedekah untuk dirimu.
.
7. Berapa banyak amalan kecil, akan tetapi menjadi besar karena niat pelakunya. Dan berapa banyak amalan besar, menjadi kecil karena niat pelakunya.
.
8. Jangan pernah meremehkan kebaikan, bisa jadi seseorang itu masuk surga bukan karena puasa sunnahnya, bukan karena panjang shalat malamnya tapi bisa jadi karena akhlak baiknya dan sabarnya ia ketika musibah datang melanda.
.
9. Jangan sekali-kali kamu meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun hanya bertemu dengan saudaramu dalam keadaan tersenyum.

10. Mari selalu berusah berprilaku positif, semangat meraih hasil terbaik serta saling mendoakan akan keberkahan.

Semoga kita termasuk dalam golongan orang yang saleh dan membawa kedamaian di atas bumi ini.

N1
loading...