Perbedaan kata TAU dan TO dalam bahasa Bugis

Perbedaan kata TAU dan TO dalam bahasa Bugis

Dalam bahasa Bugis,
TAU bermakna
orang, seorang, tunggal, mewakili diri sendiri.
TAU artinya rasa takut.
RUPATAU, artinya berwujud manusia, bersifat mulia.

TO berasal dari kata TAU yang disingkat menjadi TO bermakna
orang kebanyakan, jamak, sebutan, gelar, sebutan kepemilikan orang banyak, diikuti banyak orang, disegani dan panutan.

Contoh penggunaan TAU
1. Engka TAU ri olona tange-e
2. Ri Jakarta engka TAU Bone
3. TAU joppa ale-ale
4. Engka seddi TAU Bone
5. dll.

Contoh penggunaan TO
1. Songkok TO Bone
2. Ritellai TO Manurung
3. Wija TO Bone
4. Maega TO Bone ri kulaeno
5. To Ugi
6. Wija TO Ugi
7. Tomalaweng
8. Torisompae
9. dll.

Jadi penggunaan kata TAU dan TO tergantung konteks kalimatnya.

Namun suku Bugis yang dikenal mempunyai budaya rasa kebersamaan yang kuat sehingga kata TAU jarang digunakan, mereka pada umumnya menggunakan kata TO meskipun dalam konteks kalimat yang berbeda.

Bahasa Bugis murni biasanya bersifat simbolis dan konotatif (arti kiasan). Sedangkan bahasa Bugis pasaran/keseharian bersifat denotatif (arti sebenarnya).

Contoh :
Lecce’ki Mabbura (konotatif)
Lecce’ki Manre (denotatif)

Pemaknaan bahasa Bugis juga banyak ditentukan intonasi dan pengucapan.

N1
loading...