Bangsa Indonesia saat ini sedang menanti bangkitnya anak- anak muda millennial untuk mulai membangun sebuah cita- cita Indonesia masa depan.

Membangun optimisme kolektif bahwa suatu saat para anak muda akan mampu mewujudkan cita-cita Indonesia, dan menjadi terhormat di antara bangsa-bangsa lain di dunia.

Wajah Indonesia memang sedang terkoyak persoalan korupsi, kemiskinan, pengangguran, narkoba, pornografi, hoax, hate speech serta sejumlah problem bangsa lainnya.
Tetapi semua itu bukan menjadi alasan bagi para pemuda untuk berhenti dan pesimis menatap masa depan Indonesia.

Sering kita mendengar sebuah ungkapan, “pemuda harapan bangsa pemuda kuntum melati” ungkapan ini memang enak untuk didengar dan mudah untuk diucapkan , tetapi pembuktiannyalah yang harus kita pertanyakan.

Apakah ungkapan ini hanya sekadar buah mulut pemanis kata? Atau hanya untaian mutiara yang dimuat dalm Koran dan majalah? Atau memang suatu amanah yang harus kita buktikan kea lam yang nyata.

Semua itu jawabannya berada di pundak kita, wahai generasi muda. Masa depan bangsa, masa depan agama bahkan masa depan ummat pun semuanya berada di tangan kita.

Oleh karena itu, janganlah kita bertanya “ apa yang telah di sumbangkan negara kepada kita? Apa yang telah disumbangkan agama kepada kita?

Mestinya yang harus kita pertanyakan adalah ” apa yang telah kita sumbangkan untuk negara dan apa pula yang telah kita sumbangkan untuk agama “.

Dalam lembaran sejarah dijelaskan bahwa, bangsa Indonesia ini merdeka karena hasil cucuran keringat, linangan air mata, bahkan genangan darah para para pahlawan kita yang mayoritas ketika itu adalah para generasi muda.

Dahulu para generasi muda berhasil menyatukan bangsa Indonesia yang terpecah belah akibat penjajahan Belanda dengan politik adu dombanya ” devide et impera ” yaitu strategi politik pisahkan dan kuasai.

BACA JUGA :  Apakah Pengertian Mengkritik?

Para pemuda berhasil mengobarkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, pada tanggal 28 Oktober 1928 mereka berhasil mengobarkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa dalam suatu Konferensi Pemuda dan mengeluarkan sebuah tekad kebersamaan yang dikenal dengan “SUMPAH PEMUDA”

Mereka berikrar dan bersumpah untuk mencapai satu tujuan, yaitu SATU NUSA, SATU BANGSA, SATU BAHASA INDONESIA.

Perjuangan mereka tidak sia-sia, tepatnya pada tanggal 17 Agustus 1945 Bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaannya.

Proklamator Ir. Soekarno pernah mengatakan, “berilah kepada saya 10 orang pemuda, dengan 10 orang pemuda tersebut saya akan mengguncangkan dunia dan menghitamputihkannya.”

Dan dari pernyataan tersebut mendorong kita untuk lebih memperhatikan eksistensi pemuda pada masa yang akan datang. Kita sadar betapa pentingnya peran generasi muda untuk mencapai masa depan yang cerah.

Pemuda melambangkan keberanian yang tidak pernah luntur, pemuda melambangkan kekuatan yang tak pernah hancur. Pemuda harus memainkan peran besar dengan segala potensi yang dimiliki dan mereka itu kebanggan bangsa.

Generasi muda harus menyadari hakikatnya serta perannya merebut cita-cita bangsa ini ke arah yang lebih baik, berlandaskan agama, ilmu pengetahuan, dan akhlak yang mulia.

Jika agama, ilmu pengetahuan, dan akhlak telah lenyap dari generasi muda, maka kehancuranlah yang akan kita hadapi.

Dengan bermodalkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah yang diiringi dengan ilmu pengetahuan serta dibingkai dengan akhlakul karimah, maka masa depan yang cerah niscaya dapat kita raih.

Sebaliknya apabila kezaliman merajalela, kemaksiatan berkembang di mana-mana, generasi muda telah terlibat ke dalam penyalahgunaan narkoba dan minum-minuman keras, perjudian dan lain sebagainya, maka apa yang akan terjadi?

Yang akan terjadi adalah umat akan hancur, negara akan binasa dan  bahkan agamapun akan tinggal namanya saja.

BACA JUGA :  Sejarah dan Makna 1 Muharram

Oleh karena itu, setiap pemuda perlu mempunyai visi ke depan di mana ia memiliki peran strategis di tengah-tengah masyarakat dalam menyongsong masa depan Indonesia.

Pada posisi itulah potensi terbesar setiap pemuda untuk mewujudkan harapan dan menggapai cita-cita
Sumpah Pemuda serta proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Mudah-mudahan tulisan ini ada manfaatnya, khususnya para generasi muda selaku calon-calon pemimpin bangsa di masa yang akan datang.

Semoga kita dapat mengambil hikmah dan menjadikannya bahan renungan untuk merebut cita-cita bangsa ke arah yang lebih cerah.

Selamat merayakan Hari Sumpah Pemuda yang ke-90 Tahun 2018. BANGUN PEMUDA-PEMUDI SATUKAN INDONESIA

BONE, 28 OKTOBER 2018