Penyebab Terjadinya Baper

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membawa pengaruh disemua lini kehidupan saat ini. Pengaruh itu tak terkecuali dalam pemakaian bahasa dalam berkomunikasi. Awalnya bahasa itu hanya digunakan antar individu kemudian yang berakhir pada kesepakatan dan kesepahaman yang diterima semua kelompok.

Bahasa sebagai alat berkomunikasi diperkaya dengan munculnya berbagai istilah/terminologi dari di berbagai keilmuan, profesi, sosial, ekonomi, dll. Istilah-istilah itu awalnya mungkin hanya digunakan dalam komunikasi sosial maya/internet, tapi lambat laun istilah itu merambah penggunaannya dalam berkomunikasi sosial darat/konvensional.

Salah satu istilah yang muncul akhir-akhir ini adalah istilah BAPER yang awalnya hanya digunakan dalam berkomunikasi chatting di sosial media. Dalam chattnya itu, ia mengutarakan problema hidup yang dialami kepada sahabat chattnya. Entah permasalahan ekonomi, rumah tangga, pacar, dll.

Dalam bahasa bugis kegiatan chatting ini biasa disebut MACCETTING yang diadopsi dari kata CHATTING, rupanya kini menjadi sebuah istilah asing yang memperkaya khazanah bahasa Bugis itu sendiri.

Awalnya, baper sendiri digunakan oleh kebanyakan remaja akibat dari perasaan yang galau, gundah gulana saat menghadapi masalah. Sebenarnya masalah yang dihadapi tidak seberapa, namun mereka memikirkannya secara berlebihan sehingga membawa perasaan yang amat dalam pada kehidupannya.

APA ITU BAPER?

Baper itu adalah sebuah akronim, singkatan dari “BAWA PERASAAN”. Seperti dijelaskan di atas, remaja atau orang dewasa yang mengalami masalah membawa atau memikirkan masalah tersebut secara berlebihan maka terjadilah baper (bawa perasaan).

Tapi di kalangan bugis istilah baper ini juga merupakan akronim dari BALLE PERRU yang artinya kalasi, orang kalasi, banyak alasan dan malas kerja.

Namun’ sepertinya antara BAPER/bawa perasaan dengan BAPER/belle perru ada terkaitan makna di dalamnya. Jika dicermati baper juga dapat menganggu keproduktivan kita dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA :  Makna dibalik Melempar atau Membuang Telur

Bagaimana tidak, bagi yang terkena baper ini hanya memikirkan masalah tersebut secara berlarut-larut sedangkan tugas kita sebagai hamba atau pekerjaan lainny akan terlalaikan dengan sendirinya.

Ada baiknya jika yang merasa baper atau ada masalah langsung gelar sejadah saja, minta ampun kepada Allah SWT dan limpahkan semua keluh kesahmu kepada-Nya.

Seperti sudah dijelaskan di atas, baper “bawa perasaan” di mana seseorang yang tersentuh hatinya dan selalu mengingat-ingat masalah tersebut secara berlebihan. Meskipun sebenarnya masalah yang dihadapi itu tidak penting.

Baper sendiri sudah menjadi trend apalagi bagi mereka yang kerap kali bercengkrama dengan sosmed (sosial media).

Nah, akibat dari proses bersosial di dunia maya inilah istilah-istilah itu digunakan pada dunia nyata juga baik itu berdialog dengan teman sebaya, orang tua, dan lain-lain.

Baper sendiri adalah suatu kata singkatan terdiri dari dua kalimat yaitu “Ba-per”-“bawa perasaan”. Nah, kata ini mengandung banyak sekali makna yang berbeda-beda, yang dirasakan oleh setiap manusia.

Karena setiap manusia itu memiliki masalah yang berbeda-beda sehingga baper yang munculpun akan berbeda. Ada yang tingkat tinggi, menengah dan ke bawah. Tergantung perasaan dari orang tersebut.

PENYEBAB BAPER

Penyebab terjadinya baper perlu diketahui untuk meminimalisir terjadinya perkara-perkara yang tidak diinginkan.

1. Mengganggap serius suatu perkara yang sebetulnya sepele.
2. Keadaan hati yang terluka.
2. Menghadapi banyak sekali masalah.
4. Berlebihan dalam menanggapi suatu masalah sehingga menggunakan perasaan.
5. Banyak menghayal padahal itu tidak akan terjadi.

EFEK dari BAPER

Baper sendiri bisa menyebabkan seseorang berubah dari baik menjadi jahat, dari perasaan senang menjadi sedih, dan lain sebagainya. Bisa juga seperti di bawah ini.

BACA JUGA :  Pertemuan Islam dengan Adat Bugis

1.Malas mau bekerja
2.Kurangnya percaya diri
3.Mudah menangis tak beralasan
4.Gampang kecewa
5.Susah merasakan kebahagian
6.Tidak bisa mensyukuri nikmat yang ada
7. Dikit-dikit marah
8. Dikit-dikit sakit hati
9. Merasa kurang akan segala sesuatu, dll.

MENGATASI BAPER

Hal ini bisa Anda lakukan untuk mengurangi atau mengatasi baper itu sendiri. Karena jika tidak segera di atasi maka akan berlarut-larut dan arah kehidupan Anda semakin tidak jelas.

Jadi sebaiknya lakukan beberapa seperti di bawah ini:

Curhat ke teman, tentang apa yang kamu rasakan. Kalau bisa, ke Allah dulu baru ke teman, karena curhat dengan Maha Pecipta akan lebih baik dan ada solusi di balik itu semua.

Sibukkanlah dirimu dengan hal-hal yang bermanfaat seperti jalan-jalan, berorganisasi, kerja kelompok, pokoknya sesuatu yang bermanfaatlah.

Piknik atau jalan-jalan ke tempat belum pernah kamu kunjungi, seperti jalan-jalan ke Tanjung Pallette kabupaten Bone.

Di sana mungkin akan membuat hati dan pikiran Anda terbuka lebar sehingga kamu akan melupakan segala macam masalah yang kamu hadapi.

Cobalah berpikir realistis karena kehidupan ini memang begitu adanya, jika kamu dapat bertahan maka kamu akan menjadi PEMENANG. Yah seperti halnya Pemenang pertandingan bola bundar pada piala dunia 2018.

Jadi intinya, semoga Anda terhindar dan tidak dihinggapi penyakit baper dan balle perru.