Pemmali adalah suatu bentuk pelarangan sosial Bugis baik tutur/kata, tindakan/laku, maupun terhadap benda. Manakala larangan-larangan itu terabaikan bisa mendatangkan hal-hal yang tidak dikehendaki.

Pemmali dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi pemali yang memiliki makna pantangan, larangan berdasarkan adat dan kebiasaan.

Untuk masyarakat Bugis istilah pemmali atau tabu ini sudah tidak asing lagi kita dengar bahkan diucapkan. Seringkali pemmali ini disangkutpautkan dengan sesuatu risiko yang akan berlaku.

Hal-hal yang dipemmalikan kita dengar dari orang tua kita atau kakek/nenek kita ” aja’ muappakkua tu” jangan engkau begitu. Bahkan, istilah pemmali ini sudah menyebar luas dari pedesaan sampai perkotaan kampung Bugis dan berlaku turun temurun.

Tindakan Tabu atau pemmali bagi orang Bugis merupakan sesuatu yang dianggap suci/sakral misal tidak boleh disentuh, tidak boleh diucapkan, sehingga menjadi semacam larangan dan peringatan serta manakala dilanggar ada konsekuensinya.

Oleh karena itu, Pemmali dalam masyarakat Bugis digunakan untuk menyatakan larangan kepada seseorang yang berbuat dan mengatakan sesuatu yang tidak sesuai.

Masyarakat Bugis meyakini, bahwa pelanggaran terhadap pemmali akan mengakibatkan ganjaran atau kutukan. Karenanya kepercayaan masyarakat Bugis terhadap pemmali selalu dipegang teguh.

Dalam mengasuh anak-anak, orang Bugis sangat menekankan perilaku atau kebiasaan dalam bertutur kata atau berbuat yang baik.
Jadi fungsi utama pemmali adalah sebagai pegangan untuk membentuk pribadi luhur.

Di kalangan Bugis, dalam hal ini pemmali memegang peranan sebagai media pendidikan budi pekerti. Untuk memberikan pembelajaran budi pekerti diperlukan wejangan kepada anak-anaknya dalam bahasa simbolis, konotasi, dan majas.

Pamali ini bisa menjadikan kesialan kepada sesuatu yang dilihat, didengar, diketahui atau yang dilakukan. Pamali bisa juga disebut dengan pantangan. Pantangan tersebut tentunya berawal dari banyaknya kasus yang terjadi karena melanggar pantangan tersebut meski segala sesuatunya adalah bersandarkan atas kehendak Tuhan.

Mungkin kita juga pernah mengalami hal yang pemmali, misalnya ditegur oleh orangtua kita, apabila kita duduk di depan pintu jodoh kita akan jauh. Sebenarnya bukan itu maksudnya, tetapi menghalangi jalan. Jika Anda berselimut dengan tikar, kelak akan digulung ombak jika mandi di laut.

Banyak lagi macam-macam pemmali yang kita ketahui dan sudah menjadi budaya yang secara turun temurun akan tetap ada apabila pemikiran kita tetap mempercayai hal apa yang akan terjadi apabila kita melakukan hal yang dipemmalikan tersebut.

Karena itu, dalam mengasuh anak-anak, orang tua Suku Bugis sangat menekankan perilaku atau kebiasaan dalam bertutur kata atau berbuat yang disebut Pemmali. Istilah ini bermakna larangan kepada seseorang untuk melakukan perbuatan atau perkataan.

Masyarakat Bugis meyakini bahwa pelanggaran terhadap pemmali akan mengakibatkan ganjaran atau kutukan. Fungsi utama pemmali adalah sebagai pegangan untuk membentuk pribadi luhur. Dalam hal ini pemmali memegang peranan sebagai media pendidikan budi pekerti.

Pemmali dalam masyarakat Bugis dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu pemmali dalam bentuk perkataan dan pemmali dalam bentuk perbuatan dan tindakan.

1. Pemmali Bentuk Perkataan

Pemmali dalam bentuk perkataan ini berupa kata-kata yang dilarang atau pantang untuk diucapkan. Kata-kata yang pantang untuk diucapkan itu antara lain balesu (tikus), buaja (buaya), guttu (guntur).

Kata-kata tabu seperti di atas jika diucapkan diyakini akan menghadirkan bencana atau kerugian. Misalnya, menyebut kata balesu (tikus) dipercaya masyarakat akan mengakibatkan gagal panen karena serangan hama tikus. Begitu pula menyebut kata buaja (buaya) dapat mengakibatkan si makhluk marah sehingga akan meminta korban menyerang tanaman, bahkan korban manusia.

2. Pemmali Bentuk Perbuatan atau Tindakan

Pemmali bentuk perbuatan atau tindakan ini merupakan tingkah laku yang dilarang untuk dilakukan guna menghindari datangnya bahaya, karma, atau berkurangnya rezeki, dan lainnya.

BACA JUGA :  Konsep Pancanorma

Berikut contoh pemmali dan maknanya:

1. Riappemmaliangngi ana’ darae makkelong ri olo dapurengnge rekko mannasui

Hal ini dimaksudkan pantangan bagi seorang gadis menyanyi di dapur apabila sedang memasak.

Masyarakat Bugis menjadikan pantangan menyanyi pada saat sedang memasak bagi seorang gadis.

Akibat yang dapat ditimbulkan dari pelanggaran terhadap larangan ini adalah kemungkinan sang gadis akan mendapatkan jodoh yang sudah tua,

Secara logika, tidak ada hubungan secara langsung antara menyanyi di dapur dengan jodoh seseorang. Memasak merupakan aktivitas manusia, sedangkan jodoh merupakan faktor nasib, takdir, dan kehendak Tuhan.

Jika dimaknai lebih lanjut, pemmali di atas sebenarnya memiliki hubungan erat dengan masalah kesehatan. Menyanyi di dapur dapat mengakibatkan keluarnya ludah kemudian terpercik ke makanan. Dengan demikian perilaku menyanyi pada saat memasak dapat mendatangkan penyakit.

Namun, ungkapan atau larangan yang bernilai bagi kesehatan ini tidak dilakukan secara langsung, melainkan diungkapkan dalam bentuk kias atau pemmali.

2. De nawedding ana’ darae matinro lettu tengnga esso nasaba’ nalabeki dalle’, yang artinya gadis tidak boleh tidur sampai tengah hari sebab rezeki akan berlalu.

Makna dari pemmali di sini, bahwa bangun tengah hari melambangkan sikap malas. Apabila dilakukan oleh gadis, hal ini dianggap sangat tidak baik. Jika seseorang terlambat bangun, maka pekerjaannya akan terbengkalai sehingga rezeki yang bisa diperoleh lewat begitu saja.

Terlambat bangun bagi gadis juga dihubungkan dengan kemungkinan mendapatkan jodoh. Karena dianggap malas, lelaki bujangan tidak akan memilih gadis seperti ini menjadi istri. Jodoh ini merupakan salah satu rezeki akan melayang karena terlambat bangun.

Masyarakat Bugis menempatkan perempuan sebagai pemegang kunci dalam mengurus rumah tangga. Perempuan memiliki jangkauan tugas yang luas, misalnya mengurus kebutuhan anak dan suami.

3. Riappemmaliangngi matinro esso taue ri sese denapa natabbawa ujuna taumate engkae ri bali bolata

Artinya pantangan orang tidur siang jika jenazah yang ada di tetangga kita belum diberangkatkan ke kuburan.

Pemmali ini menggambarkan betapa tingginya toleransi dan penghargaan masyarakat Bugis terhadap sesamanya. Jika ada tetangga yang meninggal, masyarakat diharapkan ikut mengurus.

Bagi masyarakat yang tidak dapat melayat jenazah karena memiliki halangan dilarang untuk tidur sebelum jenazah dikuburkan. Mereka dilarang tidur untuk menunjukkan perasaan berduka atau berempati dengan suasana duka yang dialami keluarga orang yang meninggal.

4. Pemmali mattula’ bangi tauwe nasaba’ macilakai

Artinya pantangan bertopang dagu sebab akan mendatangkan sial. Bertopang dagu menunjukkan sikap seseorang yang tidak melakukan sesuatu. Pekerjaannya hanya berpangku tangan. Perbuatan ini mencerminkan sikap malas. Tidak ada hasil yang bisa didapatkan karena tidak ada pekerjaan yang dilakukan. Orang yang demikian biasanya hidup menderita.

5. Pemmali leu moppang ananae nasaba magatti mate indo’na

Artinya pantangan bagi anak-anak berbaring tengkurap, sebab ibunya akan cepat meninggal.

Pemmali ini berfungsi mendidik anak untuk menjadi orang memegang teguh etika, memahami sopan santun, dan menjaga budaya. Anak merupakan generasi yang harus dibina agar tumbuh sehingga ketika besar ia tidak memalukan keluarga.

6. Pemmali kalloloe manrei passampo nasaba ipancajiwi passampo siri

Artinya larangan bagi remaja laki-laki menggunakan penutup (passampo) sebagai alat makan sebab ia akan dijadikan penutup malu. Laki-laki yang menggunakan penutup benda tertentu (penutup rantangan, panci, dan lainnya) sebagai alat makan akan menjadi penutup malu.

Penutup malu di sini maksudnya menikahi gadis yang hamil di luar nikah akibat perbuatan orang lain. Meski pun bukan dia yang menghamili, namun dia yang ditunjuk untuk mengawini atau bertanggung jawab.

BACA JUGA :  Hukum Adat Malaweng

Inti pemali ini adalah memanfaatkan sesuatu sesuai fungsinya. Menggunakan penutup (penutup benda tertentu) sebagai alat makan tidak sesuai dengan etika makan. Menempatkan segala sesuatunya sesuai pada tempatnya.

7. Pemmali saleiwi inanre iyarega uwae pella iya purae ipatala nasaba’ biasa nakenna abala

Artinya larangan meninggalkan makanan atau minuman yang sudah dihidangkan karena biasa terkena bencana. Pemmali ini memuat ajaran untuk tidak meninggalkan makanan atau minuman yang telah dihidangkan.

Meninggalkan makanan atau minuman yang sengaja dibuatkan tanpa mencicipinya adalah pemborosan. Makanan atau minuman yang disiapkan itu menjadi mubazir selain itu menampik nikmat Tuhan.

Pemmali atau pantangan adalah suatu tradisi/kepercayaan yang berisikan perintah dan larangan yang diajarkan masa lalu, di mana jika seseorang tidak melakukan atau melanggar pantangan tersebut maka akan terjadi hal-hal negatif pad dirinya.

Di era digital ini, dalam masyarakat Bugis masih ada banyak pemmali/pantangan yang masih berlaku tak lekang masa. Adapun Pemmali/pantangan tersebut, yaitu sebagai berikut:

1.Pantangan Berfoto bersama dalam jumlah ganjil

Ada larangan berfoto dalam jumlah yang ganjil karena dipercayai salah satu orang terutama yang berada dalam posisi tengah dalam foto tersebut akan segera meninggal.

Ada pula persepsi yang mengatakan bahwa jika berfoto bertiga maka dalam foto tersebut akan muncul sosok penampakan.Di zaman modern ini, masih banyak orang yang mempercayai hal ini.

2. Pantangan duduk di depan pintu

Larangan seseorang duduk di depan pintu karena dipercayai orang tersebut akan jatuh sakit karena dipercayai bahwa pintu merupakan tempat yang sering dilalui oleh makhuk halus.

Ada pula persepsi yang mengatakan bahwa apabila seorang anak dibiarkan terus menerus duduk di depan pintu maka anak tersebut akan punya kebiasaan malas melakukan sesuatu.

3. Pantangan untuk menyapu di malam hari

Dipercayai bahwa jika menyapu di waktu malam hari, kita membuang rezeki yang ada dalam rumah sehingga akan membawa kesusahan bagi orang dalam rumah tersebut.

4. Pantangan untuk bernyanyi berlama-lama dalam kamar mandi

Ada suatu kepercayaan bahwa orang yang sering bernyanyi dalam kamar mandi akan mendapatkan jodoh yang lebih tua dari usianya. Ada pula yang mengatakan bahwa jika berlama-lama dalam kamar mandi akan memiliki wajah yang kelihatan tua dari usia sebenarnya.

5. Pantangan bagi ibu hamil bersedih dan berkeluh kesah

Ibu hamil dilarang bersedih dan berkeluh kesah sebab dipercayai bahwa kelak anaknya lahir dengan sifat cepat putus asa, dungu, bodoh, cengeng, berperangai buruk.

6. Pantangan bagi anak makan jantung pisang

Ada suatu kepercayaan untuk tidak memberikan makan jantung pisang kepada anak-anak yang masih kecil sebab dipercayai anak tersebut akan menjadi bodoh dan nakal

7. Pantangan buat ibu hamil untuk tak mengejek seseorang.

Seorang ibu hamil dilarang untuk melontarkan ejekan atau ledekan terhadap seseorang sebab dipercayai kelak anaknya lahir akan seperti orang yang dia ledek sebelumnya.Misalnya sewaktuhamil sering mengejek orang yang pincang maka dipercayai jika anaknya lahir maka akan pincang juga.

8. Pantangan untuk tidakpura-pura menangis

Dilarang untuk pura pura menangis sebab dipercaya dalam waktu dekat orang tua akan mengalami suatu musibah seperti mengalami kecelakaan atau meninggal.

9. Pantangan untuk memberi makanan kaki ayam kepada anak kecil

Jangan memberi makan makanan dari kaki ayam kepada seorang anak kecil sebab dipercayai bahwa anak tersebut nantinya akan memiliki tulisan yang tak bagus seperti cakar ayam

10. Pantangan membuka payung di dalam rumah

BACA JUGA :  Pesona Perempuan Bugis

Ada suatu kepercayaan bahwa jika membuka payung di dalam rumah maka dalam waktu dekat orang dalam rumah tersebut akan mengalami kesusahan atau musibah

11.Pantangan untuk tidak bersiul diwaktu malam

Dipercayai bahwa jika sesorang melakukan siulan di waktu malam akan mengundang datangnya makhuk halus yang akan menganggu dan membawa musibah bagi keluarga tersebut.

12. Pantangan menggunting kuku malam hari

Janganlah mengunting kuku di malam hari karena dipercayai akan membuat umur orang tersebut menjadi singkat

13. Pantangan untuk menduduki bantal

Pantang untuk seseorang untuk menduduki bantal karena dipercaya bahwa orang tersebut akan terkena bisulan

14. Pantangan untuk mencukur rambut di malam hari

Pantang untuk seseorang untuk mengunting rambutnya di malam hari karena dipercayai orang tersebut akan ditimpa kesialan.

15. Pantangan mengeluarkan suara sewaktu makan

Dipercayai jika seseorang sering mengeluarkan suara ketika makan maka orang tersebut akan sering menjadi bahan pembicaraan negatif orang orang di sekitarnya.

16. Pantangan untuk melempar garam kepada seseorang

Dilarang untuk melempar garam kepada seseorang sebab jika sering dilakukan maka orang tersebut akan sering mengalami kesurupan.

17. Pantangan untuk tidak menyisakan dan membuang nasi sisa makanan

Jangan membuang nasi sisa makanan sebab dipercayai bahwa orang tersebut membuang rezeki-rezeki yang diberikan Sang Pencipta. Akibatnya orang tersebut akan mengalami kesusahan terutama dalam hal finansial.

18. Pantangan untuk telat bangun

Seseorang diharapkan untuk bisa bangun pagi tidak terlalu siang sebab dipercayai, bahwa rezeki akan dipatuk ayam di mana segala bentuk rezeki yang diberikan Yang Maha Kuasa akan hilang begitu saja.

19. Pantangan untukmakan asinan di malam hari

Pantang untuk seseorang makan asinan di malam hari sebab orang tersebut akan mengalami berbagai kesialan. Jika orang tersebut masih belum menikah, maka orang tersebut akan mendapatkan kesusahan dalam mendapatkan jodoh dan jika orang tersebut sudah menikah maka akan sering mengalami pertengkaran dalam rumah tangganya, tidak mendapatkan keluarga yang sakinah.

20. Pantangan seseorang untuk mengigit kukunya sendiri

Pantang seseorang yang sering mengigit kukunya sendiri, dipercayai orang tersebut akan mengalami nasib yang buruk dan ditimpa berbagai masalah dalam kehidupannya.

21 .Pantang seseorang menyiksa seorang anak perempuan

Pantang seseorang untuk menyiksa seorang anak perempuan sebab dipercayai bahwa anak, adik, saudara perempuan kelak akan mengalami berbagai masalah. Misalnya saja jika saudaranya sudah berumah tangga maka suaminya akan sering menyiksa dan menyakiti hatinya. Bahkan anak gadisnya bisa-bus dibawa lari orang.

Nah, dari beberapa contoh dipaparkan di atas, pemmali dapat dikategorikan ke dalam beberapa bagian, yaitu menurut jenis kelamin, usia, atau bidang kegiatan. Pemmali dalam masyarakat bugis merupakan nilai budaya yang sarat dengan makna yang bermuatan pendidikan dan moral.

Pemmali memiliki makna yang berisi anjuran untuk berbuat baik. Baik itu perbuatan yang dilakukan terhadap sesama maupun perbuatan untuk kebaikan diri sendiri.

Sistem norma dan aturan adat pada Suku Bugis yang disebut Pangadereng melahirkan budaya siri agar tidak tertimpa rasa malu dan terhina akibat dari perbuatannya.

Pemmali sangat kaya nilai luhur dalam pergaulan, etika, kepribadian, dan sopan santun. Melihat tujuannya yang begitu luhur, pemmali merupakan nilai budaya Bugis yang mutlak untuk terus dipertahankan.

Sayang, masih ada beranggapan kalau pemmali itu sesuatu yang musyrik karena mereka sebenarnya tidak memahami apa itu pemmali. Dengan begitu, tak jarang kita temui anak-anak kita yang tidak bermoral, tidak sopan kepada orang tua dan guru. Sepertinya anak-anak kita sekarang berlaku hukum “dilarang melarang”.