kesalahan-kesalahan itu
telah terjadi dan kau perbuat
walau tanpa kau sadari
dan terus berkelanjutan

kesalahan-kesalahan itu
telah menyatu dalam diri jiwamu
hingga sulit akan kau basuh seka demi hilangkan jejak daki

kesalahan-kesalahan itu
gambaran kesejatian dirimu
manalah mungkin terbasuh
oleh senja-senja waktu

kesalahan-kesalahan itu
selalu saja merak hati
hingga menyentuh hangat
ubun-ubun hati yang mengenalmu
tebarkan pesona kepalsuan
yang menusantara

kesalahan-kesalahan itu
tampil terbiasa apa adanya
dengan aura kecerdikan
yang terpancar dari mata sayumu
dalam wajah bahagia sumringah
penuh tulus kasih palsu

kesalahan-kesalahan itu
tertata rapi dengan gemulai
dalam aneka tarian panggung
dalam setiap kehidupan
yang tercerai berai

kesalahan-kesalahan itu
tampil dalam beragam peran
dan mampu menjadikanmu
bagai pemain watak sandiwara
hingga memesonakan
bagi jiwa-jiwa pemerhatimu

kesalahan-kesalahan itu
adalah pesona khas yang deras
memancar dari aura tubuhmu yang mampu menggugah alam khayal
dan menggoda hasrat
setiap pemburu bidadari

kesalahan-kesalahan itu
kau titipkan rasa jiwamu
kepada orang sekelilingmu
dengan segala angan dan harapan
kini terkotori oleh segumpal awan angkara murka

kini kau terjebak dalam kepanikan
terjepit di antara dua kepentingan
antara bergerak dan terpaku
antara berjalan dan berhenti
antara bicara dan terdiam

kini kau terjerat pasung jiwa
terikat tali temali membelit
kau tak bisa melenggak lenggok
dalam euphoria senggama politik
antara hidup segan mati
antara cinta dan benci
dalam kesumat rindu dendam

26-9-2019

BACA JUGA :  Sahabatku Tanah ini Rumah kita