Bisa dibayangkan betapa dahsyatnya perlawanan Bugis yang dilakukan
melawan tentara Belanda. Keperkasaan dan kegigihan itu disenandungkan dalam berbagai nyayian perang (elong osong)

Senandung nyanyian-nyanyian perang dalam bahasa bugis disebut (Elong
Osong) alunannya melampaui batas-batas wilayah, daerah atau kawasan
etnik tertentu.

Ketika nyanyian perang semacam ini disenandungkan pula pada tempat lain dan alunannyapun melampui batas-batas wilayah, daerah, dan kawasannya, bertautlah untaian liriknya mempersatukan irama zaman.

Keadaan semacam inilah yang menautkan memori kolektif mereka. Memori
kolektif inilah yang menjadi benih tumbuhnya satu kesadaran bersama yang melahirkan suatu tingkah laku kolektif yang ditemukan di mana-mana.

Faktor-faktor inilah yang menjadi embrio bagi lahirnya satu bangsa kelak dikemudian hari. Coba simak Osong Pakkenna di bawah ini.

He !!! pakkennae
Idi’na jowana La Jalante
Teppallaisengnge lino pammasareng

Kegapi muelo mate
Jowa engkatona
Ajjowareng engkatona

Temmate tuwoe
tellete ri manipi
Rekko tennia kadona

Terjemahan Bebas

He !!! prajurit pasukan perang kami
Inilah pasukan La Jalante
Yang tidak membedakan mati atau hidup

Kapan lagi kita mau berkorban
Pengikut telah siap
Pemimpinpun telah siap

Tak mati yang hidup
Tidak masuk liang lahat
yang bukan suratannya

Baca juga Jenis-jenis Osong

BACA JUGA :  Bedah Lagu Bugis Masa Alla