Negeriku Terbungkam

saat raga meregang nyawa
tak perduli siapa
rakyat jelata atau penguasa
dosa adalah dosa

nyawa terkorban demi singgasana
televisi dibungkam demi wibawa
dalam lapisan prajurit setia
sejarah dicatat berdasar selera

ketidakadilan terjadi di mana-mana
semua berjalan di atas bara
rakyat duduk termangu-mangu
di kaki para raja dan dewi

yang benar beralih sejuta dusta
para loreng palsu gentayangan
berlindung di balik topi baja
milik raja dan ratu penguasa

ketika langit berkehendak
sanggupkah jiwa melawan takdir
dengan raga yang tergeletak
gelak darah masih mendesir

adakah maaf saat darah mengalir
korban yang terbantai tanpa tanya
semua fakta sedemikian rupa dianulir
terciptalah korban tanpa dosa

gelegak darah hingga ubun-ubun
nyawa-nyawa meregang sia-sia
maaf pintamu dengan santun
di sini dendam masih tersisa

dalam derai air mata
masih menggetar jiwa
dalam dendam yang menyala
sumpah serapah sudah berkata

maaf … maaf … maaf …
semudah itukah
ketika maaf tak berlaku lagi
semua akan sirna binasa
juga singgasanamu

Jumat, 2 Nov 2018

BACA JUGA :  Hidup Mati Bak Rambut Dibelah Tujuh