TABE’ dalam bahasa Bugis berarti permisi dan maaf, yakni kata sapaan atau ungkapan yang sifatnya lebih halus, umumnya diucapkan ketika hendak melintas di depan orang, khususnya orang yang kita hormati, teman, sahabat, orang tua, atau siapa saja yang semestinya.

Kata tabe bisa juga digunakan ketika minta bantuan/pertolongan kepada seseorang tergantung konteksnya. Misalnya “Tabe, tawerekka uwaeta sikaca” artinya maaf minta tolong airnya segelas.

Mengucapkannya sambil menatap dengan ramah kepada orang di depan kita, sedikit membungkuk dan menundukkan kepala  sedikit dan menurunkan tangan kanan.

Dalam komunikasi sosial, kata TABE’ sebagai “kata yang sopan”, orang yang mengucapkannya akan mendapatkan apresiasi dari orang sekitarnya.

Di kalangan Bugis, manakala seseorang yang lewat di depan orang tanpa TABE maka ia dianggap tidak sopan.

Seperti halnya jika seseorang minta tolong atau ingin mengambil sesuatu di depan orang maka ia harus menyapa dengan tutur tabe’.

Sama halnya kalau seseorang memotong pembicaraan orang lain ia harus minta tabe, kalau tidak, maka ia dianggap tidak sopan, kurang adab (makurang ajara, makurang pangadereng)

Dalam bahasa Indonesia, kata Tabe biasa disebut tabik, yang artinya salam atau selamat tinggal. Kata tabik ini berasal dari bahasa Sansekerta.

N1
loading...