Hari ini …
enam belas september dua ribu delapan belas
genap empat puluh delapan hari
Lombok saudaraku menangis
luka berdarah dan bernanah

walau masih pedih dan pilu
tapi lembaran-lembaran duka
yang kutulis setiap hari
kan kututup buat sementara

Sebab terasa …
aku nyaris kekeringan air mata
buat melukiskan semua derita
duka dan lara tak bergita

esok pagi …
bila embun mulai membasahi bumi
akan kutulis lebih banyak lagi
tentang Lombok,
yang bangkit dari kehancuran
tentang Lombok,
yang jauh dari kemiskinan
tentang Lombok,
yang aman dari kekacauan
tentang Lombok,
yang terhindar dari segala bencana
semoga …

Hari itu …
minggu dua puluh sembilan juli
dua ribu delapan belas
lombok terhentak dengan bencana
Tuhan telah mencubit
untuk hamba yang perlu intropeksi

Bone, 16-9-2018

BACA JUGA :  Balada Kakek Tua