tuan, jas mu sudah tidak merah lagi
luntur lalu memudar dalam lusinan orang
yang mereka sebut terlahir untukmu
pada akhirnya apa yang tergantung
hanya pajangan tak bernyawa
diteriaki bukan diteriakkan

tuan, kau tak usah hawatir dengan kami
ibu pertiwi masih memiliki
tongkat dan batu yang menjadi tanaman
setidaknya itu cukup untuk memberi makan
perut-perut kecil kami yang kelaparan

tuan, kau juga tak usah bersedih
selama namamu masih disebut
prajurit masih berdiri siap siaga
mengantar putra terbaikmu
berteriak lantang menyebutkan tanah
yang lahir dengan keringat darahmu

Tapi Tuan !!!
Apakah negeri ini masih elok dipandang mata?
mengapa kincir dan samurai masih ada?
Tuan Besar !!!
jangan sekali-sekali melupakan sejarah

BACA JUGA :  Langkah-langkah Membuat Sinopsis