Puisi renungan kehidupan kali ini mengambil tema tentang kematian dalam suatu kehidupan. Seperti yang kita tahu bersama, bahwa segala sesuatu yang bernyawa pasti akan mengalami kematian yang pasti akan terjadi.

Islam merupakan agama yang menuntun kehidupan serta hidup setelah mati. Di dalam Al-Quran banyak sekali ayat yang memberitahukan tentang kehidupan setelah kematian. Itu sebabnya Islam mengajarkan pada amalan-amalan hidup untuk modal menghadapi kematian itu sendiri.

Dikutip dari seuntai puisi renungan, kematian ini menggambarkan betapa pentingnya amal-amal saleh demi menyambut sebuah kematian. Karena satu-satunya tiket menuju alam kebahagiaan hanya dengan perbanyak amal-amal saleh yang diniatkan semata-mata hanya untuk pengabdian kepada Maha Pencipta.

HAL YANG PASTI TERJADI

Tidak ada satu hal yang pasti dalam kehidupan ini, namun hanya kematianlah yang pasti terjadi. Banyak orang takut melihat kematian, namun ada juga yang menantikan kematian, karena rindu bertemu dengan sang Pencipta. Semua itu balik lagi ke sudut pandang, apa yang kita cari di dunia ini menentukan langkah kita selanjutnya. Jangan sampai menyesal karena hanya nurutin kesenangan, tapi lupa untuk persiapan bekal nanti.

Lahir dalam tangisan
Tumbuh dalam kehidupan
Lewati sang waktu dalam renungan
Melangkah menuju kebahagiaan
Agar semua dinilai sebagai ibadah
Amalan-amalan dalam kehidupan

Tidak ada yang pasti selain kematian
Tidak ada yang bisa mengelak dari kematian
Semuanya pasti akan bertemu dengan maut
Tak peduli pangkat ataupun jabatan
Semuanya past bertemu dengan kematian

Banyak yang takut, banyak juga yang menanti
Karena kematian itu adalah hal yang pasti
Perbanyak amalan diri demi kebahagiaan sejati

BEKAL AKHIRAT

Lahir dalam kandungan ditemani kesendirian
Berjalan di muka bumi dalam pengabdian
Bertemu banyak topeng-topeng kemunafikan
Hingga ajal menjemput dalam kesunyian

Mati dalam kesendirian
Arungi materi kehidupan takkan ada habisnya
Semua akan berakhir dalam sebuah kematian

Harta takkan bisa menyelamatkan
Pangkat dan jabatan ditinggalkan
Semuanya hilang seketika
Tak berguna menghadapi kematian

Menunggu di alam kubur dengan renungan
Renungan tentang hari penghakiman
Setiap amalan harus dipertanggung jawabkan

Penyesalan abadi menyelimuti hati
Bagi mereka yang sempit imannya
Harta melimpah, namun sedikit amalannya
Hanya mengejar kesenangan belaka
Lupa bahwa semua itu tak berguna

Kabar gembira bagi mereka bersiap diri
Akan sebuah janji dari zat yang Maha Suci
Amalan sudah dikumpulkan dalam kehidupan
Kini siap menunggu balasan-balasan kebaikan
Tidakkah kita mengerti?
Bahwa kehidupan di dunia hanya sementara
Semua yang bernyawa pasti akan mati
Itulah hukum alam yang pasti terjadi

Amalan-amalan sholeh itu adalah bekal
Bekal untuk mengarungi kehidupan yang abadi
Perbanyak bekal agar tidak kesulitan nanti
Jangan larut dalam kesenangan dunia
Hanya penyesalan yang akan dirasakan nanti

Perbanyak amal perkuat iman dan ketaqwaan
Munculkan kesadaran didalam diri
Demi perubahan hidup yang sejati

PERPISAHAN

Puisi kedua ini terinspirasi dari momen kematian seseorang yang membuat semuanya menjadi terpisah. Semua orang pasti akan meninggal, pasti akan berpisah satu sama lain, dan perpisahan yang pasti terjadi adalah dengan kematian.

Ku terjatuh dalam tanah tak bertuan
Layu tak berkembang
Seperti daun di musim gugur
Ku ingin pergi dari kesedihan ini
Tapi bagaimana caranya
Sudah menyatu didalam kalbu
Sulit tuk dipisahkan
Akankah simfoni indah itu hadir lagi

Bisikan hangat terangi kegelapan
Meringankan sedikit beban
Walau kesedihan masih kurasakan

Para sahabat datang menguatkanku
Agar tidak larut dalam lembah kesedihan
Dalam dan sunyi seorang diri sendirian

Hampa didalam hati melepas kepergian
Kebahagiaan itu telah hilang
Pergi selamanya meninggalkan kesedihan
Harapan kuatkan diriku
Dalam kehampaan dan sunyinya hati

Hari demi hari berlalu semu
Sang waktu berputar iringi kehidupan
Menguatkan diri dalam setiap jengkal hari

Tak terasa sudah setahun perpisahan itu terjadi
Nisan ini menjadi saksi tentang sebuah kisah abadi
Takkan pernah bisa kulupakan
Pertemuan dengan sang cinta sejati

KEHIDUPAN SEMU

Hidup itu selalu berubah-ubah, karena memang alam diciptakan dinamis tidak statis. Selalu ada perubahan setiap hari dalam kehidupan tak peduli besar atau kecil perubahan selalu ada. Hal ini terkadang membuat kehidupan itu seakan-akan menjadi semu, tanpa makna. Padahal seharusnya hidup itu harus penuh dengan makna dan warna

Pelangi indah pancarkan pesona warna
Menyeruak menghibur kehidupan
Setelah selama sepekan hujan tak beraturan
Namun perlahan pelangi itu hilang tak bertuan
Keindahan yang hanya sesaat
Semu tidak kekal abadi

Sepasang kekasih memadu kasih dibawah rembulan
Tak peduli orang-orang disekitar, cinta dipersatukan
Larut dalam kesenangan, ditemani dinginnya malam
Tak berselang mereka akhirnya berpisah
Kembali pada kehidupan mereka dengan suka-cita
Semu tidak menyatu abadi

Rasa sedih dan gembira selalu mengitari kehidupan
Menemani keadaan setiap insan dalam bait kenangan
Namun terkadang itu semua terasa membosankan
Semu dan tidak memiliki tujuan

Kesenangan hanya memberikan sedikit kebahagiaan
Hanya sebentar saja tidak kekal abadi
Larut dalam kesenanga matikan hati dan jiwa kehidupan
Lupa bahwa kelak kita semua akan bertemu dengan keabadian

Renungan adalah bahan bagi perubahan
Hilangkan kesemuan dalam hidup
Jadikan setiap langkah sebagai bekal
Untuk mengarungi akhirat yang kekal abadi

SEMUANYA AKAN HILANG

Setiap hal yang telah kita kumpulkan kelak semua akan hilang. Kematian menjadi pemisah abadi bagi hal-hal duniawi tanpa ampun sedikitpun. Sudah menjadi takdir kehidupan bahwa segala yang bernyawa pasti akan mati. Jadikan kematian sebagai bahan renungan, agar jiwa kita bangkit dalam perubahan.

Menapak langkah kaki di bumi
Gagah dalam kepastian hidup
Gembira tertawa dalam kesenangan
Pekerjaan dan jabatan jadi andalan

Berpegang teguh pada suatu hal yang rapuh
Larut dalam kesenangan, butakan mata hati
Musibah dan bencana tidak dijadikan pelajaran
Bahwa kelak semuanya akan hilang dalam sekejap

Sibuk dalam mencari materi
Lupa bahwa kelak besok akan mati
Harta yang setumpuk menjadi tak berarti
Renungan diri bagi mereka para pencari materi

Apa yang kita bangun bisa hilang dalam sekejap
Kehidupan yang kita jalani bisa hilang seketika
Renungan kematian memberikan kesadaran
Menuju perubahan hidupkan hati dalam kehidupan

Allah menciptakan sang waktu dalam kehidupan
Memaksa kita untuk terus bergerak maju
Memaksa kita menuju akhir kehidupan
Menuju jurang kematian
Dalam tak bertepian

Tidak ada yang bisa mengelak
Semuanya dipaksa maju menuju kematian
Renungan bagi mereka yang tengah sadar
Mempersiapkan bekal menuju kematian

DEMIKIAN beberapa puisi renungan kematian yang sarat makna kehidupan. Semoga puisi di atas bisa menjadi inspirasi dalam memperbanyak bekal-bekal amalan agar tidak menyesal dikemudian hari. Ingat, Hidup dan Mati hanya berjarak seperti rambut dibelah tujuh.

N1
loading...