Jangan dulu langsung mengatakan jorok terkait judul dalam tulisan ini. Apabila membaca sepintas khususnya bagi yang belum mengerti tentu mengatakan sesuatu yang tidak etis diucapkan.

Dunia mengetahui, sejak dahulu orang Indonesia dikenal ahli rekayasa sebutlah misalnya bidang otomotif. Mobil buatan Jepang yang masuk ke Indonesia nyaris tidak dikenali kalau itu mobil produksi Jepang.

Pasalnya orang Indonesia gemar mengubah bentuk alias memodifikasi dari jok hingga pelek ceper. Padahal mobil itu sudah didesain sesuai menurut standar keselamatan dan kenyamanan penggunanya.

Tapi bukan orang Indonesia kalau tidak ahli modif. Orang Indonesia rupanya sudah mempertimbangkan segala hal termasuk risiko yang dihadapi apabila mengubah bentuk barang dari standard pabrik.

Dahulu kala … suatu ketika Guru Bahasa Indonesia mengatakan “Anak-anak dalam menghadapi segala hal kita harus mempertimbangkan “Sikontol Panjang” ingat itu ya jangan lupa itu”

Spontan murid-muridnya saling bisik cengengesan ” Haaaaaa… haaaaaaa… guru kuta cerita kotor …”

Guru juga spontan mengatakan ” He! … he! … Ada apa ini anak-anak kok malah tertawa sih?”

Murid-murid: “Ihh dee, bapak ngomongnya kok jorok banget dan tidak sopan tuh pak, bukannya mengajar dengan sopan.”

Guru: “Memang apa yang jorok dari kata-kata bapak?”

Murid-murid: “Tuh bapak bilang SIKONTOL PANJANG.” Jorok amat Bapak”

Guru: “Oh….itu, rupanya belum tahu ya artinya SIKONTOL PANJANG. Kalian semuanya sudah berpikiran kotor dalam mengartikan SIKONTOL PANJANG ITU.

Maksud bapak adalah, bahwa dalam menyikapi sesuatu harus memperhatikan beberapa hal, yaitu:
SITuasi,
KONdisi,
TOLeransi,
PANdangan,dan
JANGkauan.

Begitu maksud Bapak.”

Murid-murid: “Ohhhhhhhhh… Bapak curang kok baru bilang, maafin ya pak ….

Guru: Iya, anak-anak … jadi Sikontol Panjang itu akronim dari Situasi Kondisi Toleransi Pandangan dan Jangkauan.

BACA JUGA :  Pengertian Anekdot