elegi di tepi celebes

sebelum tidur ada yang terpikir
ada seribu elegi tak terbaca mata
duduk merondai bola-bola mataku
yang sedang ingin tidur malam ini

ada sesal mengapa kutinggal
kampung halaman ramah tamah
lenguh sapi dan anak-anak angsa
dengan gerit daun pintu-pintu bambu

kini tidur telentang di pinggiran jalan
berselimut sarung tua warna putih
sisa-sisa potongan kain belacu
bekal dari kerabat yang tersisa

ingin rasa ku tulis sepucuk surat
kalau tanah lapang ini bukan lagi
tempat yang ramah dan tamah
tak lain sekadar lahan-lahan kubur

meski badai sedang melanda-landa
ku terus tetap melangkah lagi
ada sepotong doa tersimpan di saku
itu kenangan merah yang jingga

ku lelaki tak pantas menyerah
ada amuk badai huru hara
tak mungkin ku lari darinya
tidak begitu ku ikut angin buritan

kan kucoba putar kemudiku
biarkan lebih baik ku tenggelam
berpantang balik haluan
itu memaksaku masih bertahan

aku tak tidur, 2-10-2018

BACA JUGA :  Lirik Boli'ma Kamma Salasa