donggala menggugat

tuan-tuan
yang sedang duduk
menatap tubuh-tubuh yang remuk
di kursi yang empuk mu itu
lalu kau sebut-sebut namaku

tuan-tuan
yang sedang bersolek dan ria
ku tak perlu seribu cermin
lau mengintip rupaku yang remuk

tuan-tuan
yang sedang kenyang
ku tak butuh perut yang buncit
lalu silih datang menghampir
tuk menebar jargon jargon citra

tuan-tuan
tubuhku yang remuk telah terjual
hingga negeri tetangga yang jauh
tinggal menunggu lalu menghitung
berapa tubuh yang bergelimpangan

tuan-tuan
aku bukan mayat-mayat penjarah
tapi mayat-mayat yang lapar
aku bukan penjilat darah tuan
tapi tubuh-tubuh yang luka

tuhanku
tak ada lagi tempatku mengeluh
andai bisa bertanya lagi
bila semuanya akan berakhir

akulapar, 2-10-2018

BACA JUGA :  ULAH TUAN-TUAN