Cara Mengatasi Kritik

Tidak dipungkiri setiap orang punya kekeliruan dan kekurangan. Tak pelak biasanya langsung mengundang reaksi dari beberapa orang untuk mengoreksi. Tapi, biasanya mengorek-ngorek kesalahan orang lain lebih gampang daripada mengakui kesalahan pribadi. Belum lagi kalau dikritik oleh orang lain, tak munafik pasti pernah merasa sakit hati. Anda pasti pernah mengalaminya kan?

Nah, lantas bagaimana cara Anda menghadapi komentar tidak mengenakkan dari orang lain terhadapmu? Berikut caranya :

1. Mendengarkan secara saksama

Jangan berusaha menyela orang lain yang sedang memberimu saran dan kritik terkait kinerjamu. Tapi yang perlu Anda cari tahu adalah sebagai berikut:
a. Cari tahu apakah yang disampaikan itu fakta atau opini, supaya Anda tahu cara meresponsnya.
b. Kalau kritik tersebut akurat, Anda harus bertanggungjawab terhadap kekurangan atau kegagalan yang Anda lakukan demi perbaikan diri atau kinerja Anda.
c. Cari tahu makna di balik kritik. Maksudnya adalah kalau orang lain mengomentarimu hanya untuk menjatuhkanmu alias nyinyir semata, abaikan. Namun jika kritikan itu demi menguji kekuatan dan tekadmu, ini adalah tantangan bagimu untuk lebih baik lagi.

2. Berusaha tidak defensif

Benar atau tidak kritikan yang disampaikan kepada Anda, selalu bersikaplah tenang. Tampung semua kritikan, kemudian berilah alasan yang jelas dan masuk akal. Jangan pernah mencari-cari alasan untuk membenarkan diri sendiri, terlebih kalau Anda memang melakukan kesalahan. Jangan pula membalas dengan balasan yang tak mengenakkan. Tak mau kan, suasana semakin membara? Pikirkan juga tugas dan reputasimu.

3. Hindari terlalu diambil hati

Saat mendapat evaluasi dari orang lain terhadap kinerjamu di bidang apa pun, pastikan Anda tidak terlalu melebih-lebihkan komentarnya. Terkecuali bagian yang memang berkaitan dengan pekerjaan atau tugas lainnya. Selebihnya, biarkan itu berlalu seiring Anda berusaha memperbaiki kesalahan, jangan sampai dibawa hati yang bisa bikin dendam. Intinya, selalu bersikap profesional apa salahnya?.

4. Selalu ingat diri adalah tempatnya salah dan perlu belajar untuk lebih baik

Saat merasa perlu terus belajar, Anda akan sadar, bahwa melakukan kesalahan selama bekerja atau mengerjakan tugas itu sangat mungkin terjadi dan itu lumrah. Anda perlu membuka diri terhadap segala kesalahan karena dari situ akan diketahui, bahwa ada cara yang baik dan hasil yang lebih baik. Dengan begitu, Anda menjadi pribadi yang terus tumbuh dan berkembang dalam bidang yang ditekuni.

5. Beri waktu diri untuk menyerap kritikan

Anda harus menahan diri untuk tidak serta merta menanggapi kritikan saat itu juga, apalagi lantas melakukan pembelaan diri yang tak masuk akal. Hal ini justru bisa membahayakan diri sendiri. Anda akan dicap buruk dan rugi sendiri karena menutup diri terhadap kritikan dan saran orang lain.

Nah, maka dari itu, tampung semua saran dan kritik. Pikirkan kembali. Semua keputusan untuk memperbaiki segalanya ada di tangan Anda, namun semua bahan masukan itu berasal dari orang lain. Maka, terbukalah pada pendapat orang lain dan tentukan secara objektif.

6. Memperbaiki performa

Final dari kritik dan saran adalah aksi Anda untuk melakukan perubahan. Setelah menampung semua kritik dan saran, lalu kemudian menimbang ulang, akhirnya tiba waktunya Anda untuk memutuskan. Tunjukkan Anda memang bisa menjadi lebih baik ke depannya.

7. Bersiap menjadi cerdas

Orang pintar biasanya sering disamakan dengan orang cerdas, walaupun sebenarnya keduanya memiliki perbedaan. Biasanya orang pintar merupakan orang yang menguasai bidang yang dipelajarinya. Pintar memang lebih dekat dengan pengetahuan. Namun pintar dibatasi oleh waktu dan proses.

Orang yang pintar membutuhkan proses untuk mempelajari terlebih dahulu dengan jangka waktu tertentu, hingga ia mengetahui sepenuhnya apa yang dipelajari. Pengetahuan yang diketahui tersebut yang membuat seseorang disebut sebagai orang pintar. Misalnya, pemenang olimpiade matematika menjadi mahir matematika karena setiap hari giat belajar dan berlatih mengerjakan soal-soal.

Sedangkan orang cerdas, biasanya mampu menyelesaikan beberapa masalah tanpa pernah mempelajari terlebih dahulu. Misalnya, Masyita menyelesaikan permasalahan keluarga terkait utang piutang dengan memakai solusi tepat. Padahal ia tidak pernah mempelajari hal itu sama sekali. Kemampuan itulah yang membuat seseorang dapat dikatakan sebagai orang yang cerdas.

Pada dasarnya semua orang memiliki potensi untuk menjadi pintar, asal niat dan tekadnya kuat untuk berusaha. Mengapa demikian? Pintar merupakan sebuah sifat yang bukan bawaan, melainkan perolehan dari proses belajar dalam jangka waktu tertentu.

Sifat pintar meliputi penguasaan pada bidang yang dipelajari. Sehingga pintar memang didapatkan dari usaha yang telah dilakukan oleh seseorang. Biasanya orang pintar memiliki sikap disiplin dan teratur, sehingga mampu mengerjakan sesuatu dengan baik.

Sedangkan kecerdasan merupakan sifat bawaan dalam diri seseorang. Orang cerdas dapat menyelesaikan sebuah masalah dengan solusi yang tepat tanpa pernah mempelajarinya terlebih dahulu. Walaupun mungkin hanya mempelajari sedikit saja, dia sudah sangat paham.

N1
loading...