Belajar dari Kisah Sederhana

Prolog :

Sang kakak telah berkeluarga dengan 2 orang anak, sedangkan si adik masih melajang.

Mereka menggarap satu lahan berdua dan ketika panen, hasilnya mereka bagi sama rata.

Disuatu malam setelah panen, si adik duduk sendiri dan berpikir, “pembagian ini sungguh tidak adil, seharusnya kakakkulah yang mendapat bagian lebih banyak karena dia hidup dengan isteri dan kedua anaknya”.

Maka dimalam yang sunyi sepi itu diam-diam dia menggotong satu karung padi miliknya dan meletakkanya di lumbung padi milik kakaknya.

Sementara di tempat yang lain, sang kakak juga berpikir, “pembagian ini adil jika adikku mendapat bagian yang lebih banyak, karena ia hidup sendiri, jika terjadi apa-apa dengannya tak ada yabg mengurus, sedangkan aku ada anak dan istri yang kelak merawatku.

Maka sang kakak pun bergegas mengambil satu karung dari lumbungnya dan mengantarkannya dengan diam-dian ke lumbung milik sang adik.

Kejadian ini terjadi bertahun-tahun. Adik dan kakak tidak ada saling mengetahui apa yang mereka lakukan.

Dalam benak mereka ada tanda tanya, kenapa lumbung padi mereka sepertinya tak berkurang meski telah menguranginya setiap kali panen?.

Hingga disuatu malam yang lengang setelah panen, mereka berdua bertemu di tengah jalan secara tidak sengaja.

Masing-masing mereka menggotong satu karung padi.

Tanda tanya dalam benak mereka terjawab sudah, seketika itu juga mereka saling memeluk erat, mereka sungguh terharu berurai air mata menyadari betapa mereka saling menyayangi.

Epilog :

Apa yang dapat dipetik ?

  1. Beginilah seharusnya kita bersaudara, jangan biarkan harta menjadi pemicu permusuhan melainkan menjadi perekat yg teramat kuat di antara saudara
  2. Allah telah menanamkan cinta pada hati mereka yang mau lelah memikirkan nasib saudara-saudara mereka.
  3. Allah tak akan membiarkan kita kekurangan jika kita selalu berusaha mencukupi kehidupan orang lain.
  4. Allah tak akan menyusahkan kita yang selalu berusaha membahagiakan orang lain.
N1
loading...