Masa Alla adalah frasa Bugis yang biasanya diungkapkan untuk menunjukkan kekaguman terhadap sesuatu ataupun menggambarkan kejadian hidup.

Masa Alla merupakan hasil proses akulturasi budaya Bugis-Arab yang bermakna Allah berkehendak segala sesuatunya (Masya Allah).

Seperti dalam lirik lagu “Masa Alla” yang menggambarkan ekspresi dalam kehidupan manusia Bugis sekaligus sebagai pengingat bahwa semua pencapaian bisa terjadi karena kehendak-Nya.

Gaya bahasa pada lirik Masa Alla sesuai dengan cita rasa orang Bugis. Bahasa yang dipilih adalah bahasa yang dapat menimbulkan perasaan tertentu dalam hati orang lain.

Jadi makna yang tersirat dalam lagu Masa Alla, bahwa manusia hanya berencana dan berusaha, hidup ini serta segala sesuatunya diatur dan ditentukan Allah SWT.

Sampai saat ini saya mencari diberbagai literatur, lagu ini belum diketahui penciptanya (anonim). Namun diperkirakan lahirnya setelah Islam masuk di Tana Bugis.

Meskipun liriknya berbeda di daerah tertentu, namun syairnya mempunyai kesamaan. Hal ini disebabkan akulturasi dialek bugis dan tidak mengubah makna dan tujuan lagu itu sendiri.

masa alla
peddi pale toto beu
malasa tenri tungka
mate tenriwalung

masa alla
riwalung sicolli loka
rilemme tete uttu
nasukkesi bawi

masa alla
bawi agaro sukkei
bawinna bulu mampu
mattanru ulaweng

masa alla
engkasi nasesa bawi
riparitimpo-timpo
kinanresi bebbu

masa alla
engkasi nasesa bebbu
riparipale limang
nairingsi angin

Terjemahan bebas :

segalanya Allah
Betapa sedih hidup piatu
sakit tidak ada yang merawat

segalanya Allah
berkafan dengan daun pisang
dikubur hanya selutut
babi datang menggalinya

segalanya Allah
babi dari mana menggalinya
babi dari gunung mampu
yang bertanduk emas

segalanya Allah
ada yang tersisa babi
disimpan dalam teropong bambu
termakan anai-anai

BACA JUGA :  Tabe' Puang

segalanya Allah
ada sisa anai-anai
diletakkan di telapak tangan
datang angin mengembus

Dibedah oleh : Mursalim (Teluk Bone)

Dengarkan Kemayoran Bugis Masa Alla di SINI