Bahasa Sebagai Unsur Kebudayaan Bugis

Dalam kehidupan bermasyarakat, manusia memerlukan komunikasi untuk dapat berinteraksi. Bahasa adalah salah satunya, bahasa sebagai alat komunikasi berperan penting dalam kehidupan manusia. Dengan bahasa, manusia dapat menyatukan berbagai ide atau gagasan. Bahasa adalah hasil budaya suatu masyarakat yang kompleks dan aktif.

Bahasa dikatakan kompleks karena di dalamnya tersimpan pemikiran-pemikiran kolektif dan semua hal yang dimiliki oleh suatu masyarakat. Sedang bahasa dikatakan aktif karena bahasa terus berubah sesuai dengan perkembangan masyarakat. Oleh karena sifatnya tersebut, bahasa adalah aspek terpenting dalam mempelajari suatu kehidupan dan kebudayaan masyarakat.

Bahasa menduduki porsi yang penting dalam analisa kebudayaan manusia, karena Bahasa merupakan sarana bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan sosialnya untuk berinteraksi atau berhubungan dengan sesamanya.

Dalam ilmu antropologi, studi mengenai bahasa disebut dengan istilah antropologi linguistik. Kemampuan manusia dalam membangun tradisi budaya, menciptakan pemahaman tentang fenomena sosial yang diungkapkan secara simbolik, dan mewariskannya kepada generasi penerusnya sangat bergantung pada bahasa.

Bahasa sebagai salah satu unsur budaya tentunya memiliki hubungan dengan wujud budaya. Oleh karena itu, kebudayaan memiliki tiga wujud, antara lain:
1. Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks dari ide, gagasan, nilai, norma, peraturan, dan sebagainya.
2. Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat.
3. Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.

Wujud bahasa dalam perilaku erat kaitannya dengan bahasa sebagai alat komunkasi yang digunakan untuk berinteraksi, bekerja sama dan mengidentifikasikan diri dalam suatu masyarakat.

Adapun wujud bahasa dalam prilaku di antaranya meliputi:

Bahasa sebagai alat komunikasi :

Bahasa sebagai alat komunikasi yaitu sarana penyampaian informasi kepada orang lain secara lisan maupun tulisan mengenai apapun yang ingin kita sampaikan agar orang dapat mengerti maksud dan tujuan yang kita inginkan tampa menghindari tata bahasa yang sudah ada.

Bahasa sebagai bentuk informasi :

Sebagai informasi adalah fungsi bahasa untuk memberitahukan atau menginformasikan berita atau sesuatu dari seseorang kepada orang lain, seseorang kepada masyarakat bahkan antara satu masyarakat dengan masyarakat yang lain. Berita, pengumuman, petunjuk pernyataan lisan ataupun tulisan melalui media massa ataupun elektronik merupakan wujud fungsi bahasa sebagai informasi.

Bahasa sebagai bentuk ekspresi :

Sebagai ekspresi bahasa merupakan alat untuk menyampaikan ide-ide, gagasan, perasaan, dan emosi seseorang. Bahasa sebagai alat mengekpresikan diri ini dapat menjadi media untuk menyatakan keberadaan diri, membebaskan diri dari tekanan emosi, dan untuk menarik perhatian orang lain.

Bahasa sebagai bentuk adaptasi dan integrasi :

Dalam bentuk adaptasi dan integrasi ini bahasa berfungsi untuk menyesuaikan dan membaurkan diri dengan masyarakat. Melalui bahasa seorang anggota masyarakat dapat belajar adat istiadat, kebudayaan, pola hidup, prilaku, dan etika masyarakatnya. Mereka menyesuaikan diri dengan semua ketentuan yang berlaku dalam masyarakat melalui bahasa.

Kalau seseorang mudah beradaptasi dengan masyarakat di sekelilingnya, ia akan mudah membaurkan (integrasi) diri dengan kehidupan masyarakat tersebut. Dengan bahasa manusia dapat saling bertukar pengalaman dan menjadi bagian dari pengalaman itu. Mereka memanfaatkan pengalaman itu untuk kehidupannya.

Dengan demikian mereka merasa saling terikat dengan kelompok sosial yang dimasukinya. Bahasa menjadi alat integrasi (pembauran) bagi tiap manusia dengan maasyarakatnya.

Bahasa sebagai bentuk kontrol sosial :

Sebagai kontrol sosial adalah fungsi bahasa untuk mempengaruhi sikap dan meyakinkan orang lain. Apabila fungsi ini berlaku dengan baik maka semua kegiatan sosial akan berlangsung dengan baik pula.

Sebagai contoh pendapat seorang tokoh masyarakat akan didengar dan ditanggapi dengan tepat apabila ia dapat menggunakan bahasa yang komunikatif dan persuasif. Kegagalannya dalam menggunakan bahasa akan menghambat pula usahanya dalam mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain. Dengan bahasa seseorang dapat mengembangkan keperibadian dan nilai-nilai sosial pada tingkat yang lebih berkualitas

Setiap masyarakat pasti mempunyai kebudayaan, dan pasti pula mempunyai bahasa, baik bahasa lisan maupun tulisan. Bahasa sebagai alat komunikasi antar individu.
Dalam interaksinya itu bahasa sangat memegang peranan penting dalam perkembangan kebudayaan.

Telah diketahui, bahwa bahasa merupakan salah satu aspek kebudayaan. Kedudukan bahasa itu sangat penting sebab dengan bahasa inilah kebudayaan disampaikan oleh generasi ke generasi. Misalnya adalah bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia berkembang dari bahasa melayu yang timbulnya berlangsung perlahan-lahan, secara terus menerus.

Bahasa yang digunakan oleh masyarakat Indonesia beraneka ragam, sesuai dengan bahasa daerahnya sendiri. Bahasa Indonesia sebagai hasil kebudayaan selalu mengalami perubahan, dan selalu mendapat pengaruh dari bahasa daerah tadi.

Secara praktis pengertian bahasa dalam kehidupan masyarakat tidak hanya berupa rangkaian kata-kata, susunan kalimat, tata bahasa, melainkan mencakup pula ungkapan, konsep pribadi, nilai, pembakuan dan norma yang hidup dalam masyarakat bersangkutan.

Pelaksanaan pendidikan, penerangan, dan penyuluhan berlangsung melalui media bahasa. Bahasa merupakan komponen terpenting dalam berbudaya. Dengan bahasa maka sekelompok masyarakat dapat berkomunikasi dengan kelompok masyarakat lain.

Selain itu bahasa dapat pula dijadikan sebagai sarana untuk mengembangkan kebudayaan. Bahasa dapat juga dijadikan identitas dari sekelompok masyarakat (negara). Ke dalam bahasa ini masuk pula seni sastra, seni drama sebagai realisasi bahasa sebagai salah satu asfek kebudayaan.

Dalam kehidupan di masyarakat, bahasa menjadi media utama terjadinya asimilasi dan difusi unsur-unsur kebudayaan akibat kemampuan dan keampuhan bahasa, interaksi sosial bertambah lancar dan luas.

Telah disadari bahwa bahasa itu ciri suatu bangsa. Ungkapan itu memiliki atau merupakan konsep yang sangat luas. Artinya tidak hanya mengungkapkan bahwa tiap bangsa memiliki bahasanya masing-masing melainkan juga mengungkapkan kualitas individu dan intelektual dari bahasa yang bersangkutan.

Bahasa selain sebagai alat kemajuan bangsa juga mencerminkan kemajuan masyarakat. Faktor bahasa harus difahami benar-benar, terutama bahasa dalam masyarakat. Untuk dapat berintegrasi dalam masyarakat, diharuskan menguasai bahasa masyarakat yang bersangkuatan.

Dengan kata lain, bahasa yang menjadi media komunikasi dan informasi dapat digunakan untuk mencapai tujuan memajukan masyarakat dengan lingkungannya. Bahasa dapat dijadikan kunci dalam segala bidang, baik ilmu pengetahuan, kebudayaan, ataupun kemasyarakatan. Dengan adanya bahasa itu manusia dapat berfikir ke hal-hal yang lebih maju demi meningkatkan dan mempertahankan diri dalam kehidupannya.

Bahasa Sebagai Bagian Kebudayaan Bugis

Bahasa Bugis adalah bahasa yang digunakan etnik Bugis di Sulawesi Selatan, yang tersebar dibeberapa kabupaten di antaranya Maros, Pangkep, Barru, Pare-pare, Pinrang, sebagian Enrekang, sebahagian Majene, Luwu, Sidenrengrappang, Soppeng, Wajo, Bone, Sinjai, Bulukumba, dan Bantaeng.

Masyarakat Bugis memiliki penulisan tradisional memakai aksara Lontara. Lontara itu adalah pengetahuan yang dituliskan di daun lontar. Bagi suku Bugis- Makassar kebanyakan naskah itu dituliskan di daun lontar dan orang-orang menyebutnya lontara.

Suku Bugis menyebut bahasa mereka sendiri yang dikenal dengan sebutan `Bahasa Ugi berupa tulisan huruf Bugis, dan diucapkan dengan bahasa Bugis sendiri. Huruf ini sudah ada sejak abad ke-12, ketika melebarnya pengaruh Hindu di Indonesia.

Berikut adalah beberapa contoh-contoh kata dalam bahasa Bugis :

Contoh Kata bilangan dalam bahasa Bugis:

0 = nolo’
1 = seddi
2 = dua
3 = tellu
4 = eppa
5 = lima
6 = enneng
7 = pitu
8 = arua
9 = asera
10 = seppulo
11 = seppulo seddi
12 = seppulo dua, dst.

Contoh Kata Sifat dalam bahasa Bugis:

Besar = battoa, maloppp
Baik = kessing
Buruk = ja, maja
Manis = cenning
Panjang = lampe
Berat = tane’
Ringan = ringeng
Lebar = sakka
Pahit = pai
Putih = pute
Merah = cella, dll.

Contoh Kata kerja dalam bahasa Bugis:

Menulis = maruki
Berkebun = maddare’
Mengumpulkan = mappasipulung
Membeli = mangelli
Menebang = mattebbang
Menjual = mabbalu’
Menanam = mattaneng
Berhitung = maddekeng
Menyanyi = makkelong
Memikul = mallempa
Melempar = maddempe

Contoh Kata benda dalam bahasa Bugis:

Kue = beppa
Garis = jori
Bola = golo
Wanita = makkunrai
Pria = orowane
Mati = mate
Petir = lette
Angsa = banynya’
Langit = langi
Sarung = lipa, dll.

N1
loading...