Kawasan Teluk Bone

Teluk Bone adalah sebuah teluk yang berada di Selatan Pulau Sulawesi Negara Republik Indonesia.

Teluk Bone menyimpan kenangan sejarah, budaya dan mitologis tentang kelautan yang tak terpermanaikan. Mulai dari sebutan “Negeri Panrita Lopi sampai wiracarita tentang pelabuhan transit dan tujuan kapal dagang Majapahit untuk hasil bumi dan mineral seperti yang dituliskan para empu dan peneliti.

Dikisahkan pula dalam Sure Galigo sebagai tempat asal pelayaran Sawerigading menuju negeri Cina. Di masa kini, Teluk Bone dengan segala potensinya, diharap akan menggeliat sebagai salah satu pusat ekonomi di jantung nusantara.

Teluk Bone merupakan bagian dari perairan Kepulauan Hindia Timur. Di kawasan ini terdiri dari 15 Kabupaten/Kota dari 2 provinsi, yaitu Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

Adapun kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan yang berada di kawasan Teluk Bone, di antaranya : Selayar, Bulukumba, Sinjai, Bone, Wajo, Luwu, Kota Palopo, Luwu utara, dan Luwu Timur.

Sementara kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Tenggara yang berada di kawasan Teluk Bone, di antaranya : Kolaka, Kolaka Utara, Bombana, Kota Bau-Bau, Muna, dan Buton.

Potensi yang dimiliki Teluk Bone belum dikelola dengan maksimal, kecuali sebagai perikanan dan pelabuhan penyeberangan.

Adapun isu-isu yang perlu mendapat perhatian di kawasan Teluk Bone, di antaranya :

1. Penurunan daya dukung dan kerusakan lingkungan pesisir dan pulau-pulau Kecil;

2. Belum optimalnya fungsi pusat-pusat kegiatan pada kawasan Teluk Bone;

3. Belum 0ptimalnya peran sektor kelautan dan perikanan dalam pemenuhan kesempatan kerja dan perbaikan iklim usaha;

5. Rendahnya kesejahteraan masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil; dan

6. Belum memadainya daya dukung infrastruktur wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

Selain itu, yang perlu mendapat perhatian, yaitu :

1. Perencanaan dan kebijakan makro yang belum terpadu/partial;

2. Pemanfaatan sumber daya yang belum optimal (masih tradisional);

3. Pola penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan;

4. Sarana prasarana pembangunan yang relatif minim; dan

5. Lokasi pasar dan sentra pemasaran yang jauh.

Adapun strategi untuk pengembangan Teluk Bone, yaitu :

1. Pengembangan SDM dan Iptek;

2. Pengembangan komoditas;

3. Pengembangan konektivitas antar wilayah kabupaten/kota.

Sedangkan potensi kerja sama yang bisa dilakukan di Teluk Bone, di antaranya :

1. Perikanan Tangkap;
2. Perikanan Budidaya;
3. Lingkungan;
4. Pariwisata Bahari;
5. Sosial Budaya.

Misalnya untuk wilayah kabupaten Bone dari sisi pariwisata, yaitu pengembangan pulau Tangkulara, Tanjung Pallette, Tanjung Pattiro, Bukit Cempalagi, serta pemberdayaan Bajoe sebagai wisata desa.

Kawasan Teluk Bone Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *