oleh

Sejarah Tanete Riattang

Sejarah Kecamatan Tanete Riattang.

Tanete Riattang merupakan salah kecamatan di Kabupaten Bone, provinsi Sulawesi Selatan. Pusat pemerintahannya berada di Salekoe.

Secara harfiah, Tanete Riattang terdiri dua kosakata Bugis, yaitu Tanete artinya dataran yang agak tinggi dengan daerah sekitarnya, sementara Riattang artinya salah satu arah mata angin, yaitu selatan.

Dengan demikian Tanete Riattang dimaknai sebagai dataran tinggi di bagian selatan. Kampung Tanete sendiri saat ini terletak antara kampung Baru dan kampung Palanga dalam wilayah kelurahan Ta. Bisa diduga asal usul penamaan kecamatan Tanete Riattang berawal dari kampung Tanete tersebut karena memang kawasan itu berada di tempat ketinggian.

Dalam perkembangannya kemudian, Wilayah Tanete Riattang ini dibagi lagi menjadi beberapa wilayah yaitu Tanete Riattang Barat dan Tanete Riattang Timur.

Berdasarkan kecamatan dalam Angka tahun 2019, Kecamatan Tanete Riattang terdiri 8 kelurahan, yaitu Kelurahan Watampone, Kelurahan Walanae, Kelurahan Ta, Kelurahan Pappolo, Kelurahan Masumpu, Kelurahan Manurunge,
Kelurahan Bukaka, dan Kelurahan Biru.

Luas wilayahnya sama dengan 23,79 km persegi. Sedangkan wilayah terluas adalah kelurahan Pappolo seluas 9,04 km persegi disusul kelurahan Ta 3,70 km persegi dan terkecil kelurahan Manurungnge hanya seluas 0,75 km persegi.

Wilayah tertinggi berada di kelurahan Pappolo yaitu 40 meter diatas permukaan laut dan wilayah terendah berada di kelurahan Ta hanya 22 meter diatas permukaan laut.

Berdasarkan Kecamatan Tanete Riattang Dalam Angka tahun 2019. Penduduk Kec.Tanete Riattang sebanyak 53.161 Jiwa, yaitu laki-laki 25.009 jiwa dan perempuan 28.152 jiwa. Penduduk terbanyak berada di kelurahan Biru yaitu 10.797 jiwa diikuti kelurahan Manurunge sebanyak 9.874 jiwa dan terkecil kelurahan Pappolo hanya 2.337 jiwa .

Wilayah Kecamatan Tanete Riattang, dan kecamatan Tanete Riattang Timur, serta Kec.Tanete Riattang Barat, ditetapkan sebagai ibukota kabupaten Bone. Oleh karena itu wilayah kota Watampone sebagai ibu kota kabupaten meliputi tiga kecamatan.

Dalam catatan sejarah, bahwa kota Bone sebelumnya bernama Lalebbata, namun ketika Belanda menyerbu Bone tahun 1905 ….

Sebelum tahun 2003, kota Watampone memiliki status kota administratif dengan tiga kecamatan, yaitu Kec.Tanete Riattang, Kec.Tanete Riattang Timur, dan Kec.Tanete Riattang Barat. dan 24 kelurahan serta mencakup wilayah seluas 138, 87 km2.

Hal itu berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 1991 tentang Pembentukan Kota Administratif Watampone dalam Lembaran Negara Tahun 1991 Nomor 70.

Namun status kota administratif Watampone atau Kotif Watampone hanya berumur 12 tahun, status kota administratif Watampone dihapus berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 33 Tahun 2003.

Penghapusan itu bersamaan dengan Kota Administratif Kisaran, Rantau Prapat, Batu Raja, Cilacap, Purwokerto, Klaten, dan Kota Administratif Jember

Dengan dihapusnya Kota Administratif Watampone, maka Bupati Bone melaksanakan penataan kewenangan, kelembagaan, personel,
keuangan dan prasarana, sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Kota administratif Watampone diproklamerkan oleh Andi Syamsoel Alam, Kepala Daerah Bone Tahun 1988-1993 dimana sebagai Walikotif A. Mangunsidi hanya berlangsung 12 tahun.

Dengan demikian penataan kewenangan, kelembagaan, personel, keuangan dan prasarana selanjutnya menjadi wewenang Bupati Bone hingga sekarang ini.

Sebagai catatan, bahwa tahun 2008 kota Watampone pernah meraih penghargaan Wahana Tata Nugraha sebagai kota dengan penataan transportasi umum yang baik.

Dalan sejarahnya, Kecamatan Tanete Riattang sebelum tahun 1999 merupakan kecamatan yang hanya memiliki 13 desa. Namun dengan adanya pemekaran setelah tahun 1999 Kecamatan Tanete Riattang juga mengalami pemekaran yang terbagi dalam 3 kecamatan yakni, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kecamatan Tanete Riattang Barat, dan Kecamatan Tanete Riattang sebagai induk.

Selain mengalami pemekaran kecamatan juga
mengalami pemekaran desa yang tadinya
hanya 5 desa menjadi 8 kelurahan.

Kecamatan Tanete Riattang dengan ibu kota Kecamatan di Salekoe merupakan pusat kota perdagangan kota sejak kerajaan hingga sekarang.

Seperti dijelaskan sebelymnya Kecamatan Tanete Riattang juga mengalami pemekaran
menjadi tiga kecamatan, yakni Kecamatan
Tanete Riattang Barat, Tanete Riattang Timur, dan Tanete Riattang sebagai induk.

Kecamatan Tanete Riattang merupakan
salah satu kecamatan yang terletak di ibu
kota Kabupaten Bone mengalami
pemekaran dimulai dari pemekaran desa
yang tadinya ada 5 desa, setelah pemekaran wilayah masing-masing kecamatan memiliki 8 desa/kelurahan.

Keadaan topografi di Kecamatan
Tanete Riattang jauh berbeda dengan
keadaan topografi dengan kecamatan
lainnya yang ada di Kabupaten Bone
yakni, terdiri dari kawasan pemukiman
dan perdagangan.

Luas Kecamatan Tanete Riattang yang hanya 23,79 km persegi atau hanya 0,52 persen dari luas wilayah Kabupaten Bone. Dari luas
tersebut hanya sebagian kecil lahan yang
digunakan sebagai lahan pertanian seperti persawahan, dan selebihnya adalah lahan permukiman dan perkantoran.

Jalur Perhubungan dan transportasi, di wilayah Kecamatan Tanete Riattang dari wilayah kelurahan yang ada, jika hendak pergi ke ibu kota kecamatan masyarakatnya dapat menggunakan jalur darat dengan kendaraan ojek dan kendaraan roda empat, dengan kondisi jalan sangat baik meskipun masih ada yang perlu dibenahi.

Mobilitas penduduk di kecamatan Tanete Riattang juga sudah sangat tinggi, dikarenakan jasa transportasi penduduk disemua wilayah kelurahan umumnya sudah sangat mudah dengan biaya yang cukup murah.

Sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan, saat ini otorita kecamatan Tanete Riattang berpacu dengan waktu untuk tetap memberikan pelayanan kepada masyarakatnya.

Lagu Ongkona Tanete Riattang

Watampone wanuaku
ritanete, kawerang lalebbata
nasekkori woromporong

Lontara ma…. rioloe
Tanrasabbi, kissana tana bone
riattanna tanete

Oh ho ho ho ho ho ho
ho ho ho ho ho ho

Watampone wanuakku
mallangkana lilina tanah Bone
Tana ritappa dewata

Ukkunna arung mangkau
rilanreseng, ade’ masagalae
mattedung songko pulaweng

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berikutnya