oleh

Butir-butir dalam Falsafah Bugis Sipatokkong

Butir-butir dalam Falsafah Bugis Sipatokkong

As. Al. Wr. Wb.

Pada kesempatan ini saya akan menguraikan secara spesifik tentang falsafah Bugis serta butir-butir yang terkandung di dalamnnya. Dewasa ini sudah banyak yang menulis tentang sipatokkong, namun belum ada penjelasan secara detail dan komprehensif.

Oleh karena itu, tanpa mengurangi mutu dan pendapat penulis lainnya, izinkan kami menguraikan dan menjelaskan butir-butir dalam Falsafah Bugis Sipatokkong.

Secara harfiah sipatokkong terdiri tiga kata, yaitu si, pa, dan tokkong. Kata (si) dalam bahasa Bugis artinya saling. Sementara kata (pa) dalam bahasa Bugis artinya alat. Kemudian kata (tokkong) dalam bahasa Bugis diartikan sebagai tegak.

-Contoh penggunaan kata (si) yaitu: siame, sianre, simellereng, silanggo, dll (saling, gabung, campur, bersatu, seia sekata, berteman).

-Contoh penggunaan kata (pa) yaitu: pangulu (gagang), paruki (alat untuk menulis), pappaseng (alat/bahan/bahasa menyampaikan pesan), dll.

-Contoh penggunaan kata (tokkong) yaitu : mappatokkong, sipatokkong ( mendirikan, menegakkan), dll.

Apabila ketiga kata tersebut disatukan sehingga menjadi sipatokkong, yang bermakna saling menegakkan, saling mengukuhkan, saling membantu, saling menolong. Dalam pengertian sipatokkong ini di mana manusialah yang bertindak sebagai alat atau (pa).

Dalam falsafah Bugis kata sipatokkong ini kerap didahului dengan peristiwa/kejadian yaitu (rebba) yang artinya rebah atau tidak berdiri sempurna. Sehingga menjadi (rebba sipatokkong) yang bermakna sesuatu yang tidak berdiri selayaknya perlu mendapat bantuan atau pertolongan agar berdiri sempurna.

Dengan demikian kata (sipatokkong) ini merupakan kata kiasan dan simbolik yang digunakan oleh tetuah Bugis untuk menyusun falsafah. Karena dengan kata tersebut mengandung berbagai makna sesuai konteks bahasa dan tujuannya.

Menurut Budayawan Bugis Andi Najamuddin Petta Ile (Almarhum), mengatakan, bahwa kata (tokkong) ini hampir sama dengan kata (tokong) artinya topang. Contohnya pattokong artinya penopang atau yang menopang. Jadi hanya dibedakan oleh huruf (k), namun artinya berbeda.

Nah, setelah kita memahami secara harfiah kata (sipatokkong), marilah kita kupas butir-butir dalam falsafah sipatokkong. Adapun butir-butir yang terkandung dalam falsafah Bugis Sipatokkong dalam konteks sosial kemasyarakatan, antara lain:
1. Mereka yang suka menolong;
2. Mereka yang memiliki kepekaan sosial;
3. Mereka yang tidak membiarkan orang lain menderita di atas kepentingannya;
4. Mereka yang tidak sombong dan angkuh;
5. Mereka yang memiliki inisiatif tinggi;
6. Mereka yang turut merasakan penderitaan dan beban orang lain;
7. Mereka yang bertindak adil dan bijaksana
8. Mereka yang senatiasa berbuat kebajikan;
9. Mereka yang senantiasa bekerja bersama-sama; dan
10. Mereka yang memahami, bahwa yang dimaksud manusia adalah bagi mereka yang mengagungkan Tuhan Yang Mahaesa, Maha Pencipta dan Penyedia di Alam Raya ini, yaitu Allah SWT.

Oleh sebab itu, sejatinya kita sebagai manusia wajib membantu satu sama lain, jangan pernah saling menjatuhkan. Sebaliknya marilah kita saling menarik serta saling mengingatkan antara sesama manusia karena jalan menuju kesuksesan sejatinya memang penuh hambatan dan aral melintang.

Pemahaman (sipatokkong), sebenarnya bersifat dinamis, akseleratif, dan konstruktif atau saling membangun, dalam artian bahwa falsafah ini dapat dipakai dalam suku Bugis itu sendiri maupun orang di luar suku Bugis, yakni manusia pada umumnya.

Tentu menjadi perhatian kita bersama dalam upaya menanamkan nilai-nilai budaya kepada anak-anak kita. Dengan sedini mungkin memberikan pemahaman tentang filosofi budaya Bugis dapat membangkitkan motivasi belajar.

Orang luar masih menghargai kita bahkan menjadikan budaya kita sebagai bahan penelitian, karena kita dikenal sebagai bangsa yang berbudaya memiliki sejarah, bahasa, aksara, dan norma peninggalan para leluhur.

Terima kasih : Ininnawa sumange bunga ripalla ri wiring passiring, maddaung, mattakke, mabbuah, mattappa unga ulaweng.

Bone : 22 Agustus 2021
Penulis : Mursalim

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berikutnya