oleh

Mengapa perlu salaman atau jabat tangan?

S a l a m a n / J a b a t   t a n g a n

Tradisi bersalaman dengan mengulurkan tangan kepada yang lain menjadi bagian tak terpisahkan dalam hidup ini. Lantas apa makna dan keutamaan bersalaman?

Pesan pertama:
Dengan bersalaman menyebarkan nilai kedamaian. Tradisi bersalaman telah menjadi bagian hidup baginda Rasulullah selama menyebarkan Islam. Tak mengherankan, banyak kaum atau raja suatu bangsa, masuk Islam tidak dengan peperangan.

Salam artinya damai, dengan bersalaman berarti seseorang telah menampakkan adanya rasa saling mencintai, saling memaafkan, menunjukkan rasa aman, kedamaian dan kasih sayang.

Sebaliknya seorang yang enggan dan kikir bersalaman kepada saudaranya, maka akan terkesan angkuh, egois. Mungkin saja ada rasa dendam, sedang bertengkar, tidak mau akur, bahkan bermusuhan, dan orang seperti ini disebut TAU CILAKA.

Pesan kedua :
Keutamaan bersalaman sebagai simbolisasi saling memaafkan dan saling menghalalkan.

Pesan ketiga :
Dengan bersalaman saling memberikan tenaga dan kekuatan. Sukma yang lemah mendapatkan energi dari sukma yang kuat.

Ketika sakit berarti sukma kita mengalami pelemahan, namun ia berangsur menjadi kuat ketika bertemu sukma lain. Kedua sukma saling mengisi dan membantu.

Bila sukma menjadi kuat semua tantangan bisa terlewati meskipun raga sedang terluka. Sukma di kalangan orang Bugis digambarkan sebagai WAJOAJO (bayang-bayang) yang senantiasa mengawal raga/tubuh. Ia selalu ikut mengawal kemana kita melangkah.

Pesan keempat :
Bila seorang bertemu kemudian ia berjabat tangan, maka Tuhan akan mengampuni dosa kedua orang tersebut, hingga mereka berpisah.
Dosa-dosanya akan berguguran, sebagaimana gugurnya daun-daun pepohonan yang kering.

Jadi rugi besar jika dalam momen lebaran masih ada yang tidak mau bersalaman, tapi untuk lebaran tahun 2021 ini saya tidak bisa berkata-kata …

Berikutnya