Dalam memperingati Hari Jadi Bone biasanya diisi serangkaian kegiatan. Diawali Mappassawe (mohon izin/petujuk memulai), Mallekke’ Toja (pengambilan air di tujuh sumur kerajaan), Pramattompang Arajang, Ziarah makam Raja-raja, Sidang istimewa DPRD Bone, Mattompang Arajang, serta kegiatan lainnya.

Pramotompang ini merupakan kegiatan pendahuluan sebelum melaksanakan Mattompang yang sesungguhnya. Pramatompang bertujuan agar pada saat pelaksanaan Mattompang Arajang nantinya, tidak memakan waktu banyak.

Kegiatan pramattompang memakan waktu banyak karena semua benda kerajaan dibersihkan. Kemudian keesokan harinya tepatnya 6 April barulah dilaksanakan Mattompang Arajang serta kegiatan lainnya yang biasanya disaksikan para tamu undangan dari luar.

Prosesi kegiatan tersebut di atas merupakan kegiatan utama dalam setiap peringatan Hari Jadi Bone yang dilaksanakan setiap tahun yang dilakukan secara ritual adat.

Sementara kegiatan dalam rangka menyambut Hari Jadi Bone biasanya diadakan kegiatan bertema kebudayaan Bone seperti lomba kesenian, olahraga tradisi, pesta rakyat, pawai/arakan, seminar, dan lain-lainnya. Kegiatan-kegiatan ini merupakan kegiatan tambahan yang tidak memerlukan prosesi rtual.

Berdasarkan jadwal kegiatan pada peringatan hari jadi Bone ke-691 tahun, prosesi mattompang secara ritual diundur beberapa hari dari seperti biasanya, melainkan baru dilaksanakan pada tanggal 7 April 2021.

Pengunduran waktu pelaksanaan itu karena adanya pandemi Covid-19 yang harus membatasi kerumunan (penerapan protokol kesehatan). Senin 29 Maret

Hari ini Senin 29 Maret 2021 prosesi ritual pramattompang arajang dilaksanakan di Museum Arajangnge Kompleks Rujab Bupati. Kegiatan ini dilaksanakan para Bissu yang dihadiri Bupati Bone, tetuah adat, unsur forkopimda dengan tamu terbatas.