Pecundang

153

PECUNDANG sering dimaknai sebagai ’orang yang melakukan kecurangan demi mencapai tujuannya. Kata pecundang mempunyai makna
yang multitafsir dan disesuaikan dengan selera pengucapnya.

Jadi kata pecundang ini termasuk salah satu kosakata yang sering salah kaprah dan ”salah
asuhan”. Di suatu masa pecundang pernah dikonotasikan dengan ’pengecut’, juga pernah disiratkan dengan ’pengalah’.

Di Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa sampai edisi yang kedua, istilah
pecundang bahkan tidak tercantum dan hanya ditemukan kata dasar cundang. Kata CUNDANG punya dua makna, yaitu hasutan dan kalah.

Jika membuka ejaan lama kata cundang ditulis dengan kata tjundang yang dimaknai sebagai berbuat onar, orang yang selalu menemui
kegagalan dalam hampir semua kegiatannya.

KBBI menyebut KECUNDANG artinya yang dikalahkan tanpa diduga. Dalam istilah
olahraga, PECUNDANG diberi pengertian sebagai tim penghambat, atau yang mungkin mengalahkan tim yang diunggulkan menjadi
pemenang.

Berdasarkan beberapa pengertian pencundang tersebut di atas apakah Anda ada di dalamnya
Pecundang atau Pemenang?

Buktikan melalui perkataan dan perbuatan Anda, kemudian minta orang terdekat Anda untuk menilai diri Anda. Salah satu ciri seorang pecundang adalah mereka yang tidak dapat mengatur keuangan mereka sendiri secara pribadi. Berikut ciri dan karakter seorang PECUNDANG:

1. Integritas

Integritas adalah apa yang Anda pikirkan, katakan, dan lakukan semuanya selaras.

Sebagai contoh, ada orangtua yang menasihati anaknya untuk tidak berjudi karena berjudi itu dilarang agama. Tapi, ternyata orangtua itu sendiri adalah seorang penjudi.

Selain tidak menjadi teladan bagi anaknya, si orangtua sudah mengajarkan kepada anak untuk tidak memiliki integritas dalam hidupnya.

Salah satu ciri seorang pecundang adalah tidak memiliki integritas. Kualitas integritas menjadi semakin tinggi ketika dipraktikkan dengan sikap rendah hati dan bijaksana. Intinya, tidak perlu menghakimi orang lain atau menilai orang lain.

Fokuskan semua energi dan waktu untuk bekerja dengan jujur sesuai karakter diri yang asli. Pahami keterbatasan diri sendiri dan terima realitas di luar diri, tanpa menilai ataupun menghakimi realitas tersebut.

2. Gosip dan Fitnah

Menggosip adalah salah satu ciri orang pecundang. Gosip adalah percakapan atau obrolan pribadi yang kosong, kabar angin yang tidak berdasar.

Walau tidak selalu buruk, gosip dapat dengan mudah beralih menjadi percakapan yang menyakitkan atau menimbulkan problem, sebab gosip adalah percakapan kosong. Jika Anda tidak ingin disebut sebagai pecundang, hindari gosip dan fitnah.

Fitnah adalah perkataan bohong atau tanpa berdasarkan kebenaran yang disebarkan dengan maksud menjelekkan orang seperti menodai nama baik, merugikan kehormatan orang. Perbuatan ini termasuk perbuatan yang tidak terpuji. Oleh karena itu, fitnah adalah perkataan yang merusak reputasi, umumnya disertai niat jahat, baik secara lisan atau tertulis.

3. Pesimisme Kronis

Tidak percaya diri, demotivasi, dan malas merupakan karakter umum sifat pesimis dalam diri manusia. Memiliki pandangan yang negatif (pesimis) dapat menyebabkan mudah stress yang tidak baik untuk kesehatan.

Ini dikarenakan seseorang yang mudah stres dapat merusak sistem kekebalan tubuh karena sel-sel pembunuh virusnya menjadi pasif dan respon imunnya sangatlah lambat dan lemah.

Tak bisa dipungkiri bahwa ketika tertimpa ujian, musibah, dan cobaan, acap kali seseorang merasa kecewa sehingga putus asa. Namun jangan sampai Anda terbuai dengan sikap pesimis yang masuk dalam kategori sifat negatif manusia.

Orang yang pesimis cenderung melupakan potensi yang dimiliki, sedangkan orang optimis cenderung memanfaatkan secara maksimal potensi yang dimiliki.

Untuk itu penting bagi kita untuk selalu bersikap optimis dan menyebarkan hal-hal yang positif kepada orang sekitar kita.

4. Tidak Peduli Terhadap Sekitar

TIdak peduli dengan keadaan sekitar dan juga lingkungan termasuk ciri orang pecundang. Beberapa contoh perilaku pecundang yang tidak peduli terhadap keadaan sekitar antara lain:

Membuang sampah sembarangan, berjudi, melakukan penebangan liar dan pembakaran lahan hutan, tidak memiliki simpati terhadap orang yang sedang kesulitan, egois atau mementingkan diri sendiri.

5. Tidak Punya Ambisi

Dalam hidup, manusia perlu memiliki ambisi kuat untuk mengubah hidupnya agar lebih baik. Menurut para pakar psikologi, ambisi adalah sumber kekuatan.

Ambisi mempengaruhi sikap mental positif pada diri seseorang yang dapat meningkatkan semangatnya menuju ke tangga kesuksesan.

Begitu dahsyatnya, ambisi dapat mengubah kesengsaraan, kegagalan, dan kekalahan menjadi kebahagiaan, kesuksesan dan keberhasilan. Pada dasarnya ambisi dalam diri manusia memang bagus, selama ambisi itu dapat dikendalikan dengan baik.

Ambisi tidak sama dengan ambisius. Ambisius memiliki arti yang berbeda dengan ambisi. Umumnya, mereka yang ambisius memiliki minat dan keinginan yang menggebu-gebu pada suatu bidang. Dan biasanya mereka berperilaku egois dan menghalalkan segala cara demi mencapai keinginannya.

6. Tidak Menghargai Diri Sendiri

Dalam hidup ini kita semua pernah merasakan tekanan batin akibat kekurangan yang kita miliki, seperti kesalahan dalam berbicara dan bertingkah laku, serta kesalahan lain yang membuat kita kecewa dan kurang menghargai diri sendiri.

Salah satu hal yang membantu kita menerima diri adalah menghargai diri sendiri. Jangan buat diri Anda menjadi seorang pecundang dengan tidak menghargai diri sendiri.

7. Gampang Menyerah

Berhenti sebelum berkeringat. Ini adalah ungkapan bagi mereka yang gampang menyerah. Banyak orang bermimpi besar dan jauh menjangkau masa depan, namun mereka terlilit dengan yang namanya gampang menyerah. Di mana mereka merasa tidak mampu lagi untuk mewujudkan impiannya karena terbentur oleh banyak hal.

Pesimis ketika menghadapi masalah berat menjadi salah satu faktor orang untuk menyerah. Orang yang gampang menyerah cenderung tipe tipe orang yang mudah bosan.

Dengan demikian menjadi pecundang adalah mereka yang berhenti belajar dan menyerah sebelum berhasil.

8. Menutup Diri dari Pengetahuan

Berpikiran sempit dan tidak membuka diri terhadap pengetahuan akan membuat kita menjadi seorang pecundang.

Kita merasa sebagai orang yang paling benar dan tidak mau mendapatkan saran atau kritikan. Ada banyak keuntungan memiliki pikiran yang terbuka terhadap pengetahuan.

Berpikiran terbuka akan mencegah pikiran buntu dan mampet. Berpikiran terbuka juga akan mencegah Anda dari berpikiran sempit.

Anda bisa membayangkan, apa jadinya jika Anda selalu saja menolak buah pikir orang lain, menolak ide bawahan, atau bahkan menolak sesuatu yang pada umumnya diterima.

Berpikiran terbuka akan mengeksplorasi pikiran Anda, sehingga Anda menjadi lebih kreatif, intuitif, dan reseptif. Itu artinya, makin tinggi pula peluang kesuksesan Anda.

Kreatif, tampil beda, memang sebuah kelebihan. Akan tetapi, tidak sepatutnya hal itu membuat Anda menjadi orang yang berpikiran sempit dan senang mencemooh.

Berpikiran terbuka, akan menjadikan Anda lebih cerdas, lebih berenergi, lebih sosial, lebih kreatif, dan tentu saja, lebih terbuka pada pengalaman dan cara pandang yang baru.

9. Tidak Berani Mengambil Tanggung Jawab

Orang yang bertanggung jawab tidak akan lari dari perbuatan yang dilakukannya. Ia akan menghadapi sanksi atau hukumanya.

Sebaliknya, orang yang tidak bertanggung jawab alias seorang pecundang akan lari dari risiko yang ada, ia akan melemparkannya kepada orang lain, atau melakukan fitnahan pada orang lain. Tindakan ini harus dihindari. Apapun bentuk risikonya kita harus menanggungnya.

10.Iri dengan Keberhasilan Orang Lain

Iri dengan keberhasilan orang lain juga menjadi salah satu kualitas dari seorang pecundang. Iri memang sifat alami yang ada di dalam diri manusia. Tanpa kita sadari, perasaan negatif ini masih saja terselip di dalam hati.

Meskipun sebenarnya Anda tidak bermaksud untuk memendam rasa iri, namun perasaan ini bisa muncul begitu saja dan kapan saja. Selain menghabiskan energi, ketika memilih iri sebenarnya Anda juga memilih untuk tidak bahagia.

Pasalnya, Anda justru akan terfokus pada rasa dengki pada kesuksesan orang lain dan tidak akan pernah memiliki ruang untuk sikap tulus di dalam hati. Jika Anda masih memiliki rasa iri, maka Anda tidak akan bahagia dan Anda adalah seorang pecundang.