Sejarah Museum La Pawawoi Watampone

260

Museum Lapawawoi terletak di Jln.M.H.Thamrin No.9 Watampone, dibangun pada 5 Januari 1971 oleh KDH Tingkat II Bone Kol.H.Suaib

Nama Museum ini diambil sesuai nama raja Bone ke-31 La Pawawoi Karaeng Sigeri pahlawan perang Bone V melawan Belanda.

Pada 14 Desember 1906 La Pawawoi Karaeng Sigeri ditawan Belanda ke Bandung. Ketika bertemu Gubernur Jenderal Belanda dengan lantang ia berkata ” biar tubuhku tertawan, hatiku pantang menyerah kepada kompeni”

Pada serbuan Belanda ke Bone 1905 La Pawawoi Karaeng Sigeri bersama pasukannya berguguran demi membela tanah tumpah darahnya. Para kesuma itu benar-benar memenuhi sumpah janjinya tak membiarkan Kompeni Belanda menguasai meskipun sejengkal tanah Bone.

Bahkan sang putra mahkota yang kelak dipersiapkan menggantikannya Abdul Hamid Baso Pagilingi Petta Ponggawae tewas di depan matanya sendiri tertembus peluru Belanda di Awo, yaitu perbatasan Siwa dengan Tanah Toraja.

Untuk menghargai atas perjuangannya maka Bupati KDH Tingkat II Bone Kolonel H.Suaib membangun museum dengan nama Museum La Pawawoi.

La Pawawoi Karaeng Sigeri yang pada mulanya diasingkan di Bandung, akhirnya dipindahkan ke Jakarta. Dan pada tanggal 11 November 1911 La Pawawoi Karaeng Sigeri meninggal dunia di Jakarta.

Selanjutnya, tahun 1976 dianugrahi gelar sebagai Pahlawan Nasional dari pemerintah RI dan kerangka jenazahnya dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Saat ini Museum La Pawawoi memiliki sekitar 300 koleksi peninggalan kerajaan Bone yang terdiri benda-benda peralatan dapur, pakaian adat, senjata, stempel kerajaan, miniatur perahu pinisi, peralatan pertukangan, peralatan tenun, silsilah kerajaan Bone, dll.

Adapun benda-benda yang dipamerkan di museum La Pawawoi antara lain :
1.Peralatan Upacara Penjemputan
2.Peralatan Makan untuk Raja
3.Peralatan Bissu dan Upacara Spiritual
4.Peralatan Perkawinan
5.Peralatan Tenun
6.Peralatan Perang
7.Duplikat Payung Emas (aslinya disimpan di Museum Arajangnge yang terletak berdampingan dengan Rumah Jabatan Bupati Bone)
8.Duplikat Selempang Emas (aslinya disimpan di Museum Arajangnge)
9.Stempel Kerajaan
10.Pakaian Adat
11.Peralatan Nelayan
12.Peralatan Musik Tradisional
13.Duplikat Mahkota Arung Palakka
14.Piagam VOC
15.Koleksi Mata Uang Kuno
16.Koleksi Keramik
17.Koleksi Buku Lontara
18.Koleksi Foto-foto Kerajaan

Pada tahun 2014 di bawah pemerintahan Bupati Bone H.A.Fahsar M.Padjalangi Museum La Pawawoi direnovasi seperti sekarang ini.

Baca juga : Kisah La Pawawoi Karaeng Sigeri