Sejarah Losmen Nasional Watampone

278

Losmen Nasional terletak di Jalan Masjid No.86 Watampone, Kabupaten Bone. Bangunan tua dan unik yang berlantai dua tersebut dibangun tahun 1944 oleh si pemiliknya Syekh Anus.

Sebelum disulap menjadi losmen hanya sebagai rumah tinggal. Selanjutnya disulap menjadi losmen/penginapan tahun 1964.

Syekh Anus adalah asli Arab dan Isterinya asli Bugis Bone. Sayid Anus dan isterinya meninggal di Makasar.
Dan sepeninggalnya losmen tersebut dilanjutkan oleh anak dan cucu-cucunya

Adapun anak-anaknya, yaitu Hj.Halijah, Ahmad Anus, Abdullah (Tuan Dolla), dan Fatimah yang pernah tinggal di situ. Sedang cucunya, yakni Dr.Hasan Anus, dan Dr. Husein Anus anak dari Hj. Halijah yang suaminya juga orang Arab asli yang bernama Syekh Umar.

Pembangunan Losmen Nasional tersebut semasa dengan Masjid Raya Watampone, dan Toko Aliran Subur di Jalan Masjid Watampone.

Menurut Firman (1964) yang pernah tinggal di losmen itu, mengatakan temboknya adalah campuran putih telur dan adapun batu-batu kecil di halamannya yang masih ada saat ini menggunakan batu Hongkong.

Batu Hongkong ini berbentuk bulat lonjong selain sangat keras warnanya juga indah, sehingga biasa dijadikan hiasan yang dilekatkan pada tembok bangunan.

Namun saat ini bangunan losmen yang sudah berusia sekitar tiga perempat abad (75 tahun) itu sudah kosong yang ditinggal penghuninya sejak 2009 lalu.

Jenis batu Hongkong

Sebagai tambahan istilah Sayyid dalam bahasa Indonesia disebut Tuan. Adalah  gelar kehormatan yang diberikan kepada orang-orang yang merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW yang melalui cucu-cucunya, seperti Hasan bin Ali dan Husain bin Ali yang merupakan anak dari anak perempuan Nabi Muhammad SAW, yaitu Fatimah Az-Zahra dan menantunya Ali bin Abi Thalib.

Sedang keturunan wanita mendapatkan gelar berupa Sayyidah, Alawiyah, Syarifah atau Sharifah. Dalam bahasa Bugis biasa disebut “sayye” yaitu orang Bugis yang berketurunan Arab. Dan konon, biasanya kaum lelaki Bugis yang bercambang lebat ciri-ciri berketurunan percampuran Bugis dan Arab.