Sejarah Gelar Bangsawan

352

A. Pengertian Bangsawan.

Bangsawan adalah kelas sosial tertinggi dalam suatu masyarakat. Dalam sistem feodal, bangsawan adalah mereka yang memiliki tanah yang diberikan oleh penguasa dan harus bertugas untuk kepentingan penguasa, baik segi pertahanan (militer) maupun bidang lainnya yang dianggap membantu kekuasaan disertai jiwa nasionalis.

Berawal dari itu kemudian bangsawan menjadi kelas turun-temurun, bahkan kadang-kadang dengan hak sosial itu diturunkan ke generasi lapisan berikutnya. Hal itu rupanya sudah menjadi peradaban dunia dari dulu sampai sekarang.

Di Eropa, bangsawan, di samping kerabat raja, pada awalanya adalah kerabat tuan tanah yang memegang kedudukan ini dari keputusannya sendiri, tanpa tanah tersebut dianugerahi siapa pun. Di samping itu, seorang raja atau seorang tuan tanah dapat menjadikan seseorang tuan tanah bawahannya, sebagai penghargaan jasa orang tersebut.

Sistem tersebut adalah feodalisme. Kemudian, di kerajaan di mana kekuasaan sudah terpusatkan pada seorang raja, hanya raja, atau tuan tanah yang berdaulat dan tanpa atasan (seperti misalnya para pangeran dan adipati Jerman) yang boleh mengangkat seseorang menjadi bangsawan.

Pada masa kini misalnya, Ratu Elizabeth dari Inggris tetap boleh mengangkat seseorang sebagai bangsawan. Salah satu gelar adalah Sir, namun gelar Sir ini tidak dapat diturunkan.

Sementara Istilah untuk bangsawan, yakni darah biru adalah terjemahan dari frasa Spanyol sangre azul. Istilah darah biru ini digunakan keluarga kerajaan Spanyol dan bangsawan lainnya karena menurut mereka, kulit mereka putih sehingga pembulu darah terlihat.

Hal itu suatu tanda bukti bahwa “murni” keturunan Visigoth, yaitu suatu suku asal Jerman, dan bebas dari keturunan Moor (Arab) dan Yahudi, yang kulitnya lebih hitam (kata Spanyol moreno, yang berarti “hitam”, berasal dari “Moro”).

Namun di masyarakat kuno Eropa semua kelas atas memiliki warna kulit yang pucat kemerahan dan pembuluh balik kebiru-biruan di bawah permukaan kulitnya, sehingga tampak berbeda dengan kulit masyarakat kelas petani. Dan yang berwarna kecoklat-coklatan dan pembuluh darah baliknya yang tidak terlihat jelas karena banyak bekerja di bawah sinar matahari.

Sekarang, di sebagian besar negara, “status bangsawan” tak memiliki hak istimewa (privilese) resmi kecuali di Britania Raya Inggris. Istilah darah biru inipun merambah ke seluruh dunia termasuk Asia khususnya daerah-daerah koloni.

B. Tingkatan Gelar di Eropa

Setiap daerah di Eropa memiliki tingkatan kebangsawanan masing-masing yang memiliki beberapa perbedaan antara satu negara dengan negara lainnya. Beberapa gelar di suatu negara terkadang tidak memiliki padanannya di negara dan bahasa lain, meski masih dalam satu lingkup benua Eropa.

Namun begitu, beberapa tingkatan yang umum diketahui di benua Eropa adalah: emperor (kaisar), king (raja), duke (adipati), marquess, count atau earl, viscount, dan baron. Berikut penjelasan masing-masing.

1. Emperor (Kaisar)

Emperor adalah tingkat kebangsawanan dan penguasa monarki tertinggi dalam tingkatan kebangsawanan Eropa. Gelar ini berasal dari bahasa Prancis kuno empereor, berasal dari bahasa Latin imperator yang awalnya bermakna “komandan” pada Republik Romawi.

Dalam bahasa Indonesia, gelar yang dapat disepadankan dengan emperor adalah kaisar dan maharaja. Dalam penggunaannya, kaisar lebih bersifat umum, sedangkan maharaja lebih berkonotasi pada kaisar Hindu. Wilayah kekuasaan emperor disebut empire yang dapat disejajarkan dengan “kekaisaran” atau “kemaharajaan” dalam bahasa Indonesia.

Adapun bentuk di kalangan wanita dari gelar ini adalah empress dan dapat dibagi menjadi dua jenis, yakni empress regnant yang merupakan seorang wanita yang memerintah empire atas namanya sendiri atau empress consort yang merupakan istri dari emperor.

Dalam bahasa Indonesia, gelar yang dapat disejajarkan dengan empress secara umum adalah maharani. Sedangkan khusus mengindikasikan empress consort, cukup menggunakan “permaisuri kaisar” atau “permaisuri maharaja”.

2. King (Raja)

King berasal dari bahasa Jerman kuningaz, yang bermakna “putra bangsa.” Gelar yang sepadan dalam bahasa Indonesia untuk king adalah raja dan wilayah kekuasaan king disebut kingdom, dapat disejajarkan dengan “kerajaan” dalam bahasa Indonesia.

Kedudukan king (raja) secara umum berada di bawah emperor (kaisar atau maharaja), sedang king yang berdaulat lebih tinggi daripada king yang menjadi bawahan pemimpin lain.

Bentuk wanita dari king adalah queen. Queen berasal dari bahasa Jerman kwoeniz atau kwenon yang bermakna “istri.” Queen sendiri dapat digunakan sebagai gelar bagi seorang wanita yang memimpin kerajaan (queen regnant) atau sebatas istri dari king (queen consort).

Dalam bahasa Indonesia, gelar yang sepadan dengan queen secara umum, baik dalam konteksnya sebagai penguasa atau sebatas istri penguasa, adalah ratu. Sedangkan permaisuri, atau lebih spesifiknya, permaisuri raja, hanya dapat disejajarkan dengan queen dalam konteksnya sebagai istri penguasa (queen consort).

3. High King

High King adalah gelar yang digunakan oleh king yang memiliki senioritas di atas king lain, tanpa menyandang gelar emperor. Gelar lain yang setara dengan high king adalah king of kings atau raja diraja.

4. Duke (Adipati)

Duke adalah salah satu gelar kebangsawanan Eropa yang kedudukannya di bawah king. Gelar ini diturunkan dari bahasa Latin dux atau pemimpin, gelar yang disandang untuk pemimpin militer Republik Romawi.

Penganugerahan gelar duke seringnya sangat terbatas pada keluarga kerajaan atau pada mereka yang dipandang memiliki kedudukan yang sangat tinggi dan layak di mata keluarga kerajaan. Gelar di Indonesia yang dapat disepadankan dengan duke adalah bhre (gelar untuk keluarga istana yang memimpin provinsi dalam Kerajaan Majapahit) dan adipati.

Bentuk wanita dari gelar ini adalah duchess yang dapat mengindikasikan seorang wanita yang menyandang gelar tersebut atas namanya sendiri, atau hanya sebatas istri dari duke.

Duchess dapat diterjemahkan menjadi istri adipati atau adipati wanita jika dia menyandang gelar tersebut atas namanya sendiri, bukan karena pernikahan. Walaupun demikian, Ratu Elizabeth II menyandang gelar Duke of Normandy di Kepulauan Channel dan Duke of Lancaster di Lancashire, dan bukan duchess.

Wilayah kekuasaan duke atau duchess disebut duchy. Status duchy dapat berupa negara berdaulat ataupun wilayah bagian dari sebuah kerajaan (kingdom) atau kekaisaran (empire).

Di masa modern, banyak orang yang menyandang gelar duke atau duchess hanya sebatas gelar kehormatan dan kebangsawanan semata tanpa wilayah kekuasaan. Duchy dapat disepadanakan dengan kadipaten di Indonesia. Contoh kadipaten di Indonesia yang masih bertahan adalah Mangkunegaran dan Paku Alaman.

5. Prince

Prince adalah salah satu gelar kebangsawanan Eropa dalam bahasa Inggris dan disepadankan dengan “pangeran” dalam bahasa Indonesia. Bentuk wanita dari gelar ini adalah princess yang disepadankan dengan “putri” dalam bahasa Indonesia.

Meskipun sering diidentikan dengan gelar untuk keturunan raja atau kaisar, prince sebenarnya juga merupakan gelar untuk kepala monarki yang tingkatannya di bawah raja.

Hanya saja, bahasa Inggris menggunakan gelar yang sama untuk dua kedudukan yang berbeda tersebut, begitu juga dalam rumpun bahasa Roman yang lain.

Hal ini berbeda dengan bahasa Belanda, Skandinavia, dan rumpun bahasa Slavia yang memiliki dua gelar berbeda untuk ini. Seperti dalam bahasa Jerman, pangeran yang menjadi pemimpin monarki disebut fürst (bentuk wanitanya fürstin), sedangkan pangeran yang merupakan keturunan penguasa monarki (kaisar, raja, atau fürst) disebut prinz (prinzessin untuk wanita). Baik fürst maupun prinz, keduanya diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai prince.

Sebuah wilayah yang dipimpin seorang prince (fürst) disebut principality (fürstentum dalam bahasa Jerman) atau “kepangeranan” dalam bahasa Indonesia. Negara berdaulat yang berbentuk principality saat ini adalah Andorra, Liechtenstein, dan Monako. Di Eropa tengah, kedudukan fürst berada di bawah duke.

6. Marquess

Marquess adalah gelar kebangsawanan yang berada di bawah duke dan di atas earl atau count. Pelafalan Prancis untuk gelar ini, marquis, kerap digunakan dalam bahasa Inggris.

Wanita yang berada pada tingkatan ini, baik atas namanya sendiri maupun sebagai istri dari marquess, menyandang gelar marchioness di Britania Raya dan Irlandia atau marquise di tempat lain di Eropa.

Di masa lalu, perbedaan antara marquess dan count adalah tanah kepemimpinan marquess, disebut march atau mark, berada di tanah perbatasan negara, sedangkan biasanya count tidak. Hal ini menjadikan seorang marquess dipercaya untuk melindungi negara dari potensi serangan negara tetangga, menjadikan kedudukannya berada di atas count.

7. Count

Count (pria) atau countess (wanita) adalah gelar kebangsawanan Eropa yang memiliki bermacam-macam status. Kata ini diturunkan dari bahasa Prancis comte, dari bahasa Latin comes, yang bermakna sekutu, dan kemudian bermakna “sekutu kaisar” atau “duta kaisar.”

Di Kekaisaran Romawi Barat, count adalah pemimpin angkatan bersenjata tanpa peringkat yang spesifik. Sedangkan di Kekaisaran Romawi Timur pada abad ketujuh, count merujuk peringkat seorang pemimpin dari dua ratus orang.

Pada masa Kekaisaran Karoling, count dapat diserupakan dengan gubernur yang memimpin sebuah provinsi atau wilayah lain yang lebih kecil. Wilayah kekuasaan count disebut county. Sistem peerage Inggris Raya tidak menggunakan gelar ini, tetapi menggunakan gelar earl.

8. Earl

Earl adalah gelar kebangsawanan. Di sistem peerage Inggris Raya, gelar ini berada di bawah marquess[5] dan kedudukannya disamakan dengan count. Gelar ini berasal dari bahasa Inggris kuno, mirip bahasa Skandinavia jarl yang bermakna “kepala suku” yang memerintah sebuah wilayah atas nama raja. Tidak ada bentuk wanita dari kata earl, sehingga gelar countess menjadi padanan wanitanya, yang merujuk pada wanita yang berada di peringkat ini atas namanya sendiri, atau istri dari earl.

Awalnya earl berperan sebagai gubernur kerajaan. Berbeda dengan duke, earl tidak memerintah atas namanya sendiri. Di masa Inggris kuno, earl memiliki kewenangan terhadap wilayah mereka dan hak untuk pengadilan pada mahkamah provinsi sebagai duta raja. Mereka juga dapat menarik denda dan pajak.

Pada masa perang, earl diberi amanah memimpin pasukan raja. Beberapa shire (istilah lama untuk sebuah bagian dalam satu wilayah dalam Inggris Raya) bersatu dan membentuk wilayah kesatuan yang lebih besar yang disebut earldom yang dikepalai seorang earl.

9. Viscount

Viscount adalah gelar kebangsawanan Eropa yang memiliki beberapa macam status, tetapi secara historis berada pada peringkat menengah bawah. Di banyak negara, viscount awalnya bukan merupakan gelar turun-temurun hingga beberapa waktu belakangan dan memegang posisi tata usaha dan kehakiman. Adapun bentuk wanita dari gelar ini adalah viscountess.

Kata viscount berasal dari bahasa Latin vice “wakil” dan comes “sekutu kaisar”. Pada masa Kekaisaran Karoling, raja mengutus count sebagai administrator sebuah provinsi dan wilayah yang lebih kecil sebagai gubernur dan komandan angkatan bersenjata, sedangkan viscount ditugaskan sebagai wakil count dalam mengurus provinsi, dan sering bertanggung jawab atas masalah kehakiman.

Raja secara ketat menjaga agar jabatan count dan viscount tidak menjadi gelar turun-temurun, untuk menjaga kewenangan mereka dan menekan kemungkinan pemberontakan.

10. Baron

Baron adalah gelar kehormatan yang kerap dapat diwariskan. Bentuk wanita dari gelar ini adalah baroness. Dalam sistem peerage (sistem hukum yang terdiri dari gelar turun-temurun di berbagai negara, terdiri dari beberapa tingkatan bangsawan) di Inggris Raya, baron berada di tingkat paling rendah dan di bawah viscount.

11. Baronet
Baronet adalah gelar kehormatan turun-temurun yang tidak termasuk ke dalam peerage. Baronet tidak dipandang sebagai kelas bangsawan, atau termasuk bangsawan rendah. Bentuk wanitanya adalah baronetess.

12. Knight (Kesatria)

Knight adalah gelar kehormatan yang dianugerahkan oleh pemimpin monarki atau pemimpin politik lain kepada mereka yang telah berjasa terhadap monarki atau negara, biasanya dalam bidang ketentaraan.

Istilah dalam bahasa Indonesia yang hampir serupa dengan knight adalah kesatria. Pada abad pertengahan, knight dianggap sebagai kelas bangsawan rendah. Gelar dame digunakan sebagai padanan resmi dari knight untuk wanita diperkenalkan sejak tahun 1917 oleh Ordo Kekaisaran Britania.

13. Sir / Dame

Gelar kebangsawanan Amerika. Gelar “Sir” untuk pria dan “Dame” untuk wanita yang disematkan sebelum nama mereka. Namun penghargaan ini diberikan atas sebuah prestasi bukan karena turunan. Amerika bekas koloni Inggris sehingga penghargaan itu diberikan dari Kerajaan Inggris.

Referensi :

1. Clark, Hugh (1784). A Concise History of Knighthood: Containing the Religious and Military Orders which have been Instituted in Europe. London.

2. Emanuel, Steven L. (2004). Property. New York: Aspen Publishers, inc.

3. James, Liz (2009). “Men, Women, Eunuchs: Gender, Sex, and Power” in “A Social History of Byzantium”, J. Haldon, ed. ISBN 978-1-4051-3241-1.

4. Weintraub, Stanley (1997). Albert: Uncrowned King. London: John Murray. ISBN 0-7195-5756-9.