Gunung Bersejarah dalam Islam

63

1.Jabal Rahmah
Di sinilah bukit di mana menjadi tempat pertama Adam dan Hawa bertemu dan diturunkan oleh Tuhan ke muka bumi.

Bukit yang terletak di tepi Padang Arafah,sebelah timur dari kota Makkah ini memiliki tinggi hanya sekitar 70 meter,Jabal Rahmah merupakan salah satu bukit atau gunung yang mudah untuk dicapai yg hanya memerlukan waktu 15 menit saja untuk mencapai puncaknya.

2.Jabal Tsur
Adalah gunung setinggi 458 meter yang berada di sebelah selatan Kota Makkah. Gua Tsur terletak di puncak Gunung Tsur. Di gua itulah Rasulullah SAW bersama Abu Bakar Shiddieq bersembunyi selama tiga hari dari kejaran kaum kafir Quraisy ketika hijrah ke Madinah.

3. Jabal Nur
Berjarak 7 kilometer dari Masjidil Haram, Jabal Nur merupakan salah satu destinasi Gunung yang wajib dikunjungi saat pergi beribadah Umroh atau Haji. Di kawasan inilah terdapat pula Gua Hira, saksi bisu turunnya wahyu ke pada Nabi Muhammad SAW.

Jabal Nur memiliki ketinggian 642 meter dpl, di mana juga menjadi titik awal Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi nabi dan rasul yang terakhir. Sedangkan Gua Hira merupakan gua yang digunakan Nabi Muhammad untuk menyendiri dan menenangkan pikirannya,disusul dengan kehadiran malaikat Jibril yang memberikan wahyu.

Yang harus dicoba saat berkunjung ke kawasan Jabal Nur adalah mendaki hingga puncak gunung.Dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam, kita akan mendapatkan pemandangan yang indah dari kota Makkah secara keseluruhan.Pemandangan paling bagusnya saat menjelang Maghrib.

4. Jabal Uhud
Terletak di kota Madinah,Jabal Uhud sudah menjadi tujuan wajib bagi yang ingin melaksanakan ibadah Umrah atau Haji. Jabal Uhud juga dikenal sebagai bukit terpanjang yang membentang sepanjang 6 kilometer

Jabal Uhud sendiri memiliki arti sebagai bukit yang menyendiri. Mayoritas gunung di Madinah memang menyambung, berbeda dengan Jabal Uhud. Di Gunung ini juga dapat merasakan kenangan Perang Uhud serta perjuangan Nabi Muhammad SAW.

Saat perang Uhud tahun 625 silam, sebanyak 70 orang syuhada gugur dalam peperangan. Ini menjadikan Jabal Uhud tempat pemakaman para pejuang perang tersebut.

Rasulullah SAW menyebut bukit ini sebagai bukit yang bisa dilihat di Surga. ‘Bukit Uhud adalah salah satu dari bukit-bukit yang ada di surga’,” demikian sabda Nabi dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari.

Jadi, calon jemaah haji yang menyempatkan diri berziarah ke Bukit Uhud, insya Allah saat berada di surga juga akan menyaksikan kembali bukit ini.

Kawasan Uhud menyimpan kisah pilu kaum muslimin dalam peperangan dengan orang-orang musyrik Quraisy. Ratusan sahabat Nabi gugur dalam peristiwa 15 Syawal 3 Hijriah atau sekitar Maret 625 Masehi itu. Termasuk paman Rasul, Hamzah bin Abdul Muthalib, dan sepupunya, Abdullah bin Jahsyi.

Dalam pertempuran yang berkobar itu, kaum muslimin yang berjumlah 700 orang menghadapi jumlah lawan yang tak sebanding. Kaum musyrikin Quraisy kala itu berjumlah 3.000 orang.

Awalnya, kaum muslimin mendapatkan kemenangan gemilang dalam pertempuran itu. Namun 50 pasukan pemanah yang bersiaga di atas bukit tergiur dengan ghanimah (harta rampasan perang) orang musyrik Quraisy yang kocar-kacir mendapat serangan. Orang-orang muslim pun turun dari posnya di atas bukit untuk mengambil ghanimah itu.

Di tengah pengambilan ghanimah, kaum muslimin mendapatkan serangan balik. Panglima perang kaum musyrik Quraisy, Khalid bin Walid (sebelum masuk Islam), berputar arah mengelilingi bukit untuk menyerang mereka hingga banyak tentara muslim yang mati syahid.