Pesan-pesan Bugis Mencegah Stunting

205

PESAN-PESAN BUGIS MENCEGAH STUNTING

STUNTING Vs CAMPURADDE’

Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun.

Stunting dalam bahasa Bugis disebut Campuradde’ selain disebabkan faktor keturunan juga sebagai akibat perilaku dan pola makan yang tidak bersih dan sesuai. Artinya meskipun tersedia gizi yang cukup tetapi proses cara makannya yang tidak benar.

Demikian pentingnya masalah kebersihan ini orang tua Bugis masa lalu mengingatkan kepada anak-anaknya lewat pesan/pangaja ” aja muanre tebbu ri mangaribie saba mate tu indo’mu ” yaitu jangan makan tebu di waktu Magrib sebab bisa meninggal ibumu.

Bagi orang bugis masalah Stunting bukan hal baru, namun sejak dulu sudah diterapkan tidak hanya dengan asupan gizi melainkan melalui perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut contoh pesan-pesan Bugis terkait pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan:

1. AJA’ MUOPPANG MATE INDO’MU
Artinya : Jangan Engkau tidur tengkurap/ meniarap, nanti mati ibumu.
Fungsi : Supaya anak menghentikan kebiasaan yang merugikan dirinya yakni bisa berakibat sesak nafas, dan merusak paru-paru.
Nilai : Pendidikan kesehatan.

2. AJA MULEU RI TANAE, NALLEKKAI KO MANU-MANU, MATE INDO’MU
Artinya : Jangan kamu baring di tanah, karena kalau ada burung melewatimu ibumu akan mati.
Fungsi : Supaya anak jangan mengotori dirinya.
Nilai : Pendidikan kesehatan.

3. AJA MUNAMPUI TANAE, MATARUKO
Artinya : Jangan menumbuk tanah, karena kamu bisa jadi tuli.
Fungsi : Supaya anak tidak mengotori dirinya sendiri.
Nilai : Pendidikan kebersihan.

4. AJA MUANRE TEBBU RI KASORO’E, MATE AMBO’MU
Artinya : Jangan makan tebu ditempat tidurmu, akan mati ayahmu.
Fungsi : Supaya anak tidak kotor, dan dikerumuni semut. Air tebu mengandung gula.
Nilai : Pendidikan kebersihan.

Baca Juga :  Bugis antara Keras, Lembut dan Melankolis

5. AJA MUACCEKKENG RI ANRE KANRENGNGE, MATE ANA’MU
Artinya : jangan makan sambil jongkok, matei anakmu.
Fungsi : Supaya ibu hamil menjaga janin dalam perutnya.
Nilai : Pendidikan kesehatan.

6. ANREI NASIKUA, DUROI SITINAJAE
Artinya : Makanlah yang cukup, minumlah sewajarnya.
Fungsi : Supaya anak tidak sakit perut setelah makan
Nilai : Pendidikan Kesehatan.

Demikian pentingnya masalah kesehatan bagi kehidupan anak dalam perkembangannya, orang tua bugis tak segan menerapkan larangan keras dengan kata-kata mati.

Sayangnya, pesan-pesan tersebut di atas sudah banyak ditinggalkan, dan sejatinya sebagai kearifan lokal perlu dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itulah tidak perlu mencari dan saling menyalahkan penyebab stunting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Cukup menerapkan kembali kearifan lokal yang sudah ada.

Selain pertumbuhan terhambat, masalah campuradde/stunting ini juga dikaitkan dengan perkembangan otak yang tidak maksimal, yang menyebabkan kemampuan mental dan belajar yang kurang, serta prestasi sekolah yang buruk.

Stunting dan kondisi lain terkait kurang gizi, juga dianggap sebagai salah satu faktor risiko diabetes, hipertensi, obesitas dan kematian akibat infeksi.

Penyebab Stunting

Stunting berkembang dalam jangka panjang karena kombinasi dari beberapa faktor berikut:
1. Kurang gizi kronis dalam waktu lama;
2. Tidak cukup protein dalam proporsi total asupan kalori;
3. Perubahan hormon yang dipicu oleh stres;
4. Sering menderita infeksi di awal kehidupan seorang anak.

Perkembangan stunting adalah proses yang lambat, kumulatif dan tidak berarti bahwa asupan makanan saat ini tidak memadai. Kegagalan pertumbuhan mungkin telah terjadi di masa lalu seorang.

Gejala Stunting

1. Anak berbadan lebih pendek untuk anak seusianya
2. Proporsi tubuh cenderung normal tetapi anak tampak lebih muda/kecil untuk usianya
3. Berat badan rendah untuk anak seusianya
4. Pertumbuhan tulang tertunda

Baca Juga :  Penyebab Seseorang Menjadi LGBT

Mencegah Stunting

Waktu terbaik untuk mencegah stunting adalah selama kehamilan dan dua tahun pertama kehidupan. Sebab Stunting di awal kehidupan akan berdampak buruk pada kesehatan, kognitif, dan fungsional ketika dewasa.