Cabberu, Bulu Perindu Bugis

145

CAWA CABBERU, BULU PERINDU BUGIS

Senyum adalah gerak tawa ekspresif yang tidak bersuara untuk menunjukkan rasa senang, gembira, suka, dalam suatu situasi dengan mengembangkan bibir sedikit.

Senyum simpul adalah tersenyum sedikit merupakan kiasan yang menunjukkan kesenangan, kesayangan, dan kegembiraan hati.

Semua orang pasti pernah tersenyum, entah senyum biasa, senyum simpul, ataukah senyum pahit/cemberut.

Tawa dalam bahasa bugis disebut “cawa” Sedang tertawa sedikit disebut “cabberu”. Orang yang tersenyum sedikit disebut mecawa cabberu

Kata orang Bugis ” cawa cabberu mu anri solangi atikku, cayyana mata mu anri mattappa pada uleng, nariala pallawa uddani ”

” senyum simpul adinda merusak (dalam arti menawan) hatiku, sinar mata adinda bercahaya keemasan, menjadi penawar rindu”.

Senyum bagi orang bugis bagai bulu perindu yang bisa menaklukkan keheningan puncak gunung Latimojong.

Demikian indahnya cawa cabberu bisa pula me-luluhlantakkan hati yang bergeming sehingga akan menjadi lunglai. Bulu perindu Bugis bukan seperti Ilmu Pengasihan pemikat hati tingkat tinggi. Bulu perindu orang bugis ada pada “pesse’ salima”.

Yang jelas, Cabberu itu indah dan memperindah wajah, karena wajah yang tersenyum mencerminkan perasaan yang tenang.

Cabberu itu ibadah yang paling mudah dilakukan, tetapi mampu menyempurnakan kemuliaan akhlak.

Cabberu adalah kecantikan yang lahir dari hati dan jiwa, anugerah yang bisa menenangkan perasaan, menyejukkan dan menentramkan hati yang gelisah.

Cawa cabberu ibarat kosmetika wajah yang paling tulus dan berharga, tidak perlu dibeli dan bisa dipakai setiap saat, tidak menimbulkan iritasi dan menghambat penuaan dini secara alami.

Dengan cabberu, kita bisa menyenangkan orang lain, sedekah termurah yang penuh berkah. Menumbuhkan semangat dan memancarkan ketulusan hati.

Cawa cabberu merupakan tanda awal ketulusan hati yang lebih berharga dari sebuah hadiah. Tersenyum bisa menghadirkan energi positif bagi diri sendiri dan orang lain.

Baca Juga :  Anak itu Menangis di Hadapan Ibunya

Tentu saja cabberu yang dimaksud ialah senyum yang wajar, bukan senyum yang dibuat-buat. Senyum tulus yang lahir dari kelapangan dan kebersihan hati dan keikhlasan jiwa.

Mecawa Cabberu menjadi bukti kemurnian persahabatan dan tanda ketulusan cinta. Membuat wajah kita terlihat berseri dan kecantikan alamiah kita terpancar secara maksimal.

Wajah cantik tanpa cawa cabberu, tidak sedap dipandang mata. Riasan wajah yang mahal dan apik tampak biasa tanpa senyuman.

Cabberu bisa mengubah penderitaan menjadi kegembiraan, menciptakan suasana nyaman bagi diri sendiri dan orang lain.

Begitu berartinya sebuah senyuman dalam kehidupan hingga Rasulullah SAW bersabda. Artinya, “Tersenyum ketika bertemu dengan saudara kalian adalah termasuk ibadah.”

Hadits ini mengajarkan kita betapa hal kecil yang sering kita anggap sepele dan kita abaikan ternyata memiliki nilai yang berharga dalam pandangan agama.

Dalam hadits lain yang diriwayatkan Ad-Dailamy, Rasulullah SAW bersabda:

”Sesungguhnya pintu-pintu kebaikan itu banyak: tasbih, tahmid, takbir, tahlil (dzikir), amar ma’ruf nahyi munkar, menyingkirkan penghalang (duri, batu) dari jalan, menolong orang, sampai senyum kepada saudara pun adalah sedekah.”

Hadits ini memberikan gambaran kepada kita bahwa kebaikan bisa kita lakukan dengan cara sederhana, sedekah itu tidak harus selalu kita lakukan dengan memberi sejumlah materi jika kita memang tidak punya apa-apa. Karena membuat gerakan ekspresif dengan menarik sudut bibir ke atas tanpa bersuara sudah merupakan sedekah.

Senyum memiliki fungsi yang luar biasa dalam mengubah dunia. Mengapa demikian? Karena senyum merupakan salah satu instrumen dakwah dan syiar Rasulullah SAW yang turut melengkapi kemuliaan budi pekertinya dalam etika pergaulannya dan dalam membina keharmonisan rumah tangganya.

Sebuah senyum yang didasari ketulusan dan keimanan mampu mengubah keyakinan seseorang.

Baca Juga :  Pertarungan Pilpres Paling Sengit Sepanjang Sejarah Pemilu Indonesia

Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam juga merupakan seorang suami yang penuh canda dan senyum dalam kehidupan rumah tangganya.

Senyum yang tulus dapat memancarkan cahaya hati dan inner beauty kita, memberi kesan hangat dan ramah. Tersenyum mampu mendekatkan perasaan dan menumbuhkan ikatan kasih sayang yang mengeratkan hubungan hati. Bukan sekedar hubungan dan ikatan secara keturunan atau materi, tetapi ikatan dan hubungan persaudaran yang berlandaskan iman.

Tersenyumlah, dan awali setiap hari dengan senyuman karena senyum memiliki banyak manfaat.

Apa saja manfaat senyum?

Secara penampilan senyum membuat kita lebih menarik karena daya tarik kita lebih tercermin lewat senyuman.

Tersenyum mencerminkan pribadi yang menyenangkan dan bersahabat di mata orang lain, sehingga orang merasa nyaman dan senang di dekat kita.

Dengan banyak tersenyum, pasti kita punya banyak teman dalam pergaulan kita.

Senyum juga menunjukkan kebahagiaan yang turut memperbaiki penampilan seseorang, sehingga orang bisa lebih disegani dan dihormati.

Secara psikologis, senyum dapat mengurangi stress dan mengubah perasaan. Ketika kita merasa tertekan dan sedih, cobalah tersenyum, maka perasaan akan lebih baik dan pikiran lebih jernih dan positif.

Saat tersenyum tubuh kita memberi sinyal-sinyal positif kehidupan, sehingga tubuh kita menerimanya sebagai anugerah. Faktor ini pula yang membuat senyum mampu meningkatkan imunitas tubuh secara psikologis karena senyum membuat perasaan dan pikiran lebih rileks.

Secara spiritual, senyum memberikan manfaat sebagai penyejuk rohani, tanda kemurahan hati dan tentu saja ibadah karena senyum merupakan sedekah. Yang penting kita bisa menempatkan senyum dalam waktu dan kondisi yang tepat.

Tersenyumlah, dan awali setiap aktivitas kita dengan senyuman dan akhiri setiap usaha dengan tersenyum dan berdoa.

Baca Juga :  Ini Larangan Bagi Pemilih di TPS pada Pemilu Tahun 2019

Karena itu, awali semua aktivitas kita dengan senyuman dan doa. Insya Allah Senyum Anda tidak sia-sia.

#CAWACABBERU