Ulaweng Mammekko-e Salaka Mette’-e

283

ᨕᨘᨒᨓᨛ ᨆᨆᨛᨀᨚᨕᨙ
ᨔᨒᨀ ᨆᨛᨈᨙᨕᨙ

Ulaweng Mammekkoe
Salaka Mette’-e

Makna :

Jika kita tiadak tahu sesuatu perkara benar atau tidak, lebih baik kita diam.

Jika tidak paham sesuatu dengan baik, Lebih baik diam dan tidak usah berkomentar.

Jika Tidak Tahu Pokok Permasalahannya Dengan Baik, Lebih Baik Diam Tidak Usah Ikut-ikutan Menghakimi.

Belum Tentu yang Anda Dengar Itu Benar, dan Bisa Jadi yang Sampai Kepadamu Sudah Bukan Semestinya.

Bahasa Dari Lisan ke Lisan Tidak Akan Pernah Sama, Maka Bijakkan Telingamu Ketika Mendengar Kabar Dari Orang Lain

Jangan Sampaikan Kepada yang Lainnya, Bila Kamu Sendiri Tidak Tahu Apakah Itu Benar Adanya Atau Hanya Fitnah.

Semua Tindak Tandukmu Akan Allah Mintai Pertanggung Jawaban, Maka Pastikan Lisanmu Terkendali Dengan Bijaksana Dalam Segala Keadaan

Dalam kenyataan :

Terkadang seseorang begitu gemarnya mengomentari kehidupan orang lain, sampai-sampai ia lupa bahwa ternyata yang paling berhak mendapat komentar itu adalah dirinya sendiri yang lupa akan aibnya.

Terlebih tentang komentar buruk, kadang ada orang yang seenaknya berkomentar dan men-judge orang lain buruk tanpa tahu bagaimana duduk perkara yang sebenarnya.

Oleh sebab itu, hati-hatilah menjaga lisan, jika memang tidak tahu sesuatu dengan baik, maka lebih baik diam dan tidak usah berkomentar yang bukan-bukan.

Namun penyebab hal di atas, entah karena hukum mengatur undang-undang tentang kebebasan berpendapat dan berbicara, atau memang ia gemar sekali menjadi komentator gratis orang lain.

Sekali lagi, jika memang tidak tahu dengan baik pokok permasalahannya, maka lebih baik tidak usah ikut-ikutan menghakimi seseorang yang kata bersalah atau tengah melakukan sebuah aib.

Karena bisa jadi apa yang kamu dengar dari orang lain tidak sesuai dengan kenyataan, sebab jaman sekarang sudah banyak sekali kenyataan yang dipelintir menjadi seakan-akan sangat iya padahal tidak seperti faktanya.

Intinya, jangan suka berkomentar pada kesalahan orang lain tanpa kamu tahu perkara pastinya seperti apa, sebab belum tentu yang dengar itu adalah yang sebenarnya.

Dan bisa jadi pula yang sampai kepadamu sudah bukan semestinya, bisa jadi orang yang memiliki kepentingan atau memang jahil membuat keadaan semakin keruh.

Sungguh bahasa dari lisan ke lisan itu tidak akan pernah sama, maka bijakkan telingamu ketika mendegar kabar orang lain tengah melakukan kesalahan atau tengah berbuat yang tidak-tidak.

Tetap gunakan pikiran dan hatimu dengan baik, agar kesimpulan yang kamu dapatkan tidak pernah merugikanmu, terlebih di hadapan Allah kelak.

Jangan sampai pula kamu menyampaikannya kepada yang lain sesuai dengan analisamu saja, bisa jadi apa yang kamu lihat dan dengar itu tidak sesuai dengan apa yang terjadi.

Karena bila kamu berkomentar dan menyebarkan seenakmu saja, sedang kamu tidak tahu apakah itu benar adanya atau hanya fitnah, tentu kamu sendiri yang nantinya akan mendapat hal buruk.

Kamu harus selalu sadar, bahwa Allah SWT selalu melihat dengan sempurna perbuatan masing-masing hamba-Nya, lantas berhati-hatilah dalam bertindak, terlebih dalam mengontrol lisan, hati, dan pikiranmu.

Sungguh semua tindak-tandukmu akan Allah mintai pertanggung jawaban dengan sempurna, maka pastikan Anda benar-benar menjaga diri dan mengendalikan dirmu dengan baik.

Selalu diam merupakan kebiasaan ahli ilmu, kecuali pada waktu terpaksa.

Namun

Dalam hidup ini kita tak selalu mesti untuk berkata-kata, kadang ada kalanya kita terpaksa untuk diam dan hanya mendengar. Diam dalam hal ini adalah sebuah tindakan yang mana tidak bersuara dan tidak bicara sepatah kata pun.

Banyak alasan kenapa seseorang memilih untuk diam, salah satunya adalah mungkin memang sifat pribadi seseorang yang memang pendiam dan pemalu.

Ada juga seseorang yang memilih untuk diam, karena masalah pribadi yang mengharuskan dia memilih menyimpan masalah tersebut kepada dirinya sendiri.

Kadang tidak semua masalah pribadi harus kita katakan ke semua orang. kemungkinan hanya orang-orang tertentu saja yang diberi tahu seperti keluarga, teman dan sahabat baik. Meskipun kadang, banyak yang harus kita katakan walaupun tak pernah terucap.

Selanjutnya, ada juga seorang yang memilih untuk diam karena terpaksa, kata kata terpaksa disini adalah dia mau tidak mau harus diam dan tidak berkata apapun, memiih diam karena tidak mau masalahnya semakin panjang dan sulit untuk dihadapi nantinya.

#SALAM SIPAKAINGE