Oh … Perih … Oh …

120

Disebuah negeri
Waktu berhenti berputar
Jam-jam dinding meleleh

Sebab
Setiap nafas
Tanpa masa lampau
Setiap sukma
Tanpa masa depan

Lihat
Bandit-bandit bramocorah
Copet, maling, dan penipu
Berbedak gincu
Di istana-istana kuasa

Bersulang anggur pembesar negeri
Serupa raja zaman purba
Rakyat dipaham maknakan
Ulat, cacing, dan belatung

Di sebuah negeri
Waktu berhenti berputar
Jam-jam dinding meleleh

Sebab
Pembesar negeri
Pesta pora tiada henti
Kala rakyat terbenam
Genangan air mata

Sebab
Sekerat kemanusiaan
Segumpal kerakyatan
Dimuliakan dengan kepalsuan

Dan engkau para pujangga
Tersuruk labirin peradaban hantu
Dan kalian kaum intelektual
Dibisukan takdir kuasa dunia hitam
Dan dirimu para agamawan
Terhempas tsunami kemunafikan

Oh …
Tempat yang penuh jalan
Dan lorong yang berliku-liku
Dan simpang siur sangat rumit
Dan berbelit-belit
Oh … perih … oh …

Oh … perih …
Negeri itu ternyata Indonesia
Oh … perih …
Oh …

Baca Juga :  Desaku di Tol