Sejarah Masjid Tua Al-Mujahidin Watampone

330

Masjid Tua Al-Mujahidin di Jalan Sungai Citarum, Watampone Kabupaten Bone, merupakan masjid tertua di kabupaten Bone.

Masjid tersebut awalnya dibangun oleh La Maddaremmeng Raja Bone ke-13 yang berkuasa selama tiga belas tahun yaitu 1631-1644.

Di sinilah awal mula agama Islam diajarkan kepada keluarga kerajaan dan rakyat kabupaten Bone saat itu, sehingga menjadi pusat pembelajaran Agama Islam.

Pada waktu itu Kerajaan Bone dikuasai Kerajaan Gowa, namun Raja Bone masih diperkenankan menjalankan kekuasaan sendiri dan tidak dibebankan upeti dan lain-lain.

Setelah La Tenripale mangkat, maka diangkatlah La Maddaremmeng sebagai Raja Bone Ke-13 (1632-1640) yang masih keponakan dari Raja Bone ke-12 La Tenripale yang berkuasa tahun 1616-1631 Masehi.

Seiring waktu selanjutnya dikembangkan tahun 1890 pada pemerintahan Raja Bone Ke-30 We Fatimah Banri Datu Citta Matinroe ri Bolampare’na, 1871-1895, dan seterusnya Raja Bone ke-31 La Pawawoi Karaeng Sigeri Matinroe ri Bandung, 1895-1905 Masehi.

Masjid Tua Al Mujahidin dikalangan masyarakat Bone lebih populer dengan nama Masjid Laungnge, artinya Masjid Tua.

Di areal belakang masjid ini terdapat kompleks makam yang disebut Lalebbata. Terdapat makam Raja Bone ke-24 La Mapasessu To Appatunru’ Sultan Ismail Muhtajuddin Matinroe ri Lalebbata (1812-1823). Di areal ini terdapat pula makam Raja Bone ke-29 Singkeru’ Rukka yang berkuasa pada tahun 1860-1871 Masehi.

Masjid tua ini sejak masa kerajaan Bone di samping sebagai tempat beribadah juga digunakan sebagai tempat syiar agama Islam dan musyawarah hingga sekarang ini.

Sebelumnya Kerajaan Bone resmi masuk Islam pada tanggal 23 November 1611 Masehi, yang bertepatan dengan tanggal 2 Ramadan 1020 Hijriah, pada masa`pemerintahan La Tenriruwa Sultan Adam, Matinroe ri Bantaeng yang berkuasa pada tahun 1611-1616 Masehi.

Baca Juga :  Bupati dan Wakil Bupati Bone dari Masa ke Masa

La Tenriruwa adalah sepupu Ratu Bone ke-10 We Tenrituppu MatinroE ri Sidenreng yang berkuasa tahun 1602-1611 Masehi. Bahkan We Tenrituppu adalah Ratu Bugis yang pertama-tama menerima Islam.