Konsep Ekonomi Bugis Sipatuo

161

KoNsEp EkOnOmi Bugis SiPaTuO

PEGANA KUWAE RIASENG TO PUTE INNONG KINNONG MALLINRUNG RI MATA ESSOE, IYANARITU : TAU PATUWOI AJU MATE – TAU PAPUCU’I TAKKE AJU MARAKKOE

ᨄᨙᨁᨊ ᨀᨘᨓᨕᨙ ᨑᨗᨕᨔᨛ ᨈᨚᨄᨘᨈᨙ ᨕᨗᨊᨚ ᨀᨗᨊᨚ ᨆᨒᨗᨋᨘ ᨑᨗᨆᨈ ᨕᨛᨔᨚᨕᨙ ᨞
ᨐᨗᨊᨑᨗᨈᨘ ᨈᨕᨘ ᨄᨈᨚᨕᨗ ᨕᨍᨘ ᨆᨈᨙ ᨞
ᨈᨕᨘ ᨄᨄᨘᨌᨘᨕᨗ ᨈᨀᨙ ᨕᨍᨘ ᨆᨑᨀᨚ ᨕᨙ ᨞

Yang dimaksud orang bijak berakhlak mulia bernaung di matahari, yaitu menghidupkan kayu mati – memucukkan tangkai kayu kering.

Ungkapan di atas adalah ajaran orang tua Bugis yang digambarkan dalam bentuk konotasi, di mana kewajiban saling membantu satu sama lain.

Memberi bantuan kepada yang membutuhkan disebut Sipatuo. Sebagaimana falsafah Sipatuo- Sipatokkong-Siparappe’.

Perilaku pro-sosial biasanya muncul saat seorang manusia menyadari bahwa ada pihak lain yang mengalami kesulitan, entah sandang, pangan dan papan. Hal ini disebut Konsep Ekonomi Sipatuo.

Sebagai mahluk sosial, manusia dididik untuk mematuhi serangkaian peraturan dan norma dalam menjalani hidupnya.

Salah satu hal yang selalu diajarkan pada kebanyakan orang sejak kecil adalah kebiasaan untuk menolong orang lain.

Kebiasaan ini akan tertanam di dalam diri manusia dan akan muncul secara otomatis saat melihat sesama yang membutuhkan.

Selain itu, manusia membutuhkan kemampuan saling bekerja sama dan saling membantu saat dihadapkan pada satu masalah.

AJA’ MUTAKABBORO’ PADAMMU RUPATAU

Orang Bugis mengajarkan kepada anak-anaknya untuk saling memanusiakan dan saling menghargai satu sama lain. Sebagaimana konsep Sipakalebbi.

Dalam hidup ini tentu kita sering bertemu dengan orang-orang yang dari segi penampilan berbeda-beda satu dengan yang lainnya.

Entah itu dari segi pisik, pakaian yang dikenakan, gaya rambut, cara bicara, sikap dan lain sebagainya.

Ketika melihat hal itu semua kita diharuskan menyikapinya dengan baik dan bijak.

Baca Juga :  Daftar Organisasi Seni di Kabupaten Bone Tahun 2019

Jangan sampai langsung menghakimi orang lain hanya dari apa yang kita lihat atau dengar tanpa tahu yang sebenarnya.

Jangan pernah menilai orang lain dari luar. Kamu tak akan pernah tahu isi hati seseorang. Kamu hanya bisa menebaknya. Dan tebakanmu bisa saja salah.

Jika kamu menilai seseorang hanya dari penampilannya, kamu akan kehilangan banyak kesempatan bertemu orang-orang yang hebat.

Jangan menilai seseorang dari luarnya saja. Buruk di matamu belum tentu buruk di mata orang lain.

Kita menilai diri kita dari yang kita pikir bisa kita lakukan, tapi orang lain menilai kita dari yang sudah kita lakukan.

Berucaplah dengan santun. Karena kebanyakan orang akan menilai kualitas dirimu dari apa yang kamu ucapkan.

Menilai perasaan seseorang, nilailah bagaimana dia bersikap padamu, jangan menilai dia dari perkataan orang lain.

Orang bijak tak perlu menyebar keburukan orang lain, cukup memaklumi.

Cukup Sudahlah
Kisah ini semakin dekat
Aku semakin mengenalmu
Aku semakin tahu
Tentang laku dan perimu.