Belajar Ilmu Demokrasi Orang Bugis

220

ᨒᨘᨀ ᨈᨑᨚ ᨆᨃᨕᨘ ᨈᨛᨒᨘᨀ ᨈᨑᨚ ᨕᨉᨛ
ᨒᨘᨀ ᨈᨑᨚ ᨕᨉᨛ ᨈᨛᨒᨘᨀ ᨈᨑᨚ ᨕᨊ
ᨒᨘᨀ ᨈᨑᨚ ᨕᨊ ᨈᨛᨒᨘᨀ ᨈᨑᨚ ᨈᨚ ᨆᨕᨁᨕᨙ᨞

Luka taro mangkau, telluka taro ade’.
Luka taro ade’ telluka taro anang.
Luka taro anang telluka taro to maegae.

Batal ketetapan Raja, tak batal ketetapan Adat.
Batal ketetapan Adat, tak batal ketetapan Anang / Keluarga Besar / Kelompok Masyarakat.
Batal ketetapan Anang, tak batal ketetapan orang banyak.

Artinya :

Keputusan seorang raja/pemimpin dapat dibatalkan oleh keputusan adat. Adapun keputusan adat ini ditetapkan oleh pemangku adat (Ade’ Pitu).

Keputusan pemangku adat / Ade’ Pitu dapat dibatalkan oleh kelompok masyarakat.

Keputusan anang/kelompok masyarakat bisa digugurkan oleh kemauan orang banyak/rakyat

Coba bayangkan demikian kuat sebuah keputusan itu apabila melibatkan keinginan rakyat banyak.

Raja-raja masa lalu bisa bertahan di singgasananya hingga puluhan tahun apabila segala kebijakan yang dikeluarkan berdasarkan keinginan rakyat.

Sebaliknya raja harus segera turun takhta ketika rakyat menghendakinya. Hal ini terjadi ketika dalam pemerintahan terjadi kesewenangan.

Gambaran sosial politik masyarakat Bugis di atas dengan jelas mengungkapkan bahwa suara rakyat adalah suara tertinggi dalam mengambil keputusan. (bandingkan sekarang rasakan sendiri … ).

Baca Juga :  Anda yang tidak suka dikritik, Baca ini