RaKyAt

95

RaKyAt

kami ini Rakyat
di gubuk-gubuk reot dijerat melarat
merangkak melawan sekarat
jika lapar nyawa terlupa
sekuat tenaga melawan segala

kami hanya Rakyat
merayap di lorong-lorong gelap
tak punya tempat untuk menetap
kecuali menatap atap istana

kami lahir di tepi perigi
dibesarkan lumpur dan kali
bertanah air tapi tak bertanah
mengukir sawah berubah gabah

kami adalah Rakyat
bergulat di bawah cerobong asap
bemandi air mata dan keringat
ibarat budak terperangkap jerat

kami hanya Rakyat
tak mengerti apa arti demokrasi
apa pula makna pemilu
silih berlalu silih berganti lagi

kami adalah Rakyat
tak ada batas pejabat dan penjahat
merampok hak Rakyat setiap saat
cih….! penyulap harta jadi martabat

kami adalah Rakyat yang disengsarakan
tak guna dengarkan ocehan tuan
jangan lagi nasib kami dipertaruhkan
memperebutkan kekuasaan dan keserakahan

para petualang melanglang sasaran
bagai cendana bermunculan di musim hujan
bak lalat melacak tempat hinggap
membual dan menjual nama Rakyat

saudaraku, kasihku, sayangku sejagat
sekarang saat siap menggugat
percuma sekadar mengumbar sumpah serapah
nasib pun tak kan pernah berubah

bangkit …, bangkit …, bangkitkan kesadaran!
satukan pandang ke titik sasaran
gerakkan langkah ke arah tujuan
dengarlah sangkakala kaula terhina
mengolah dunia berganti rupa
mengapa tidak !!!

Baca Juga :  Balada Arung Palakka