Rasulullah dari Langit Kesatu hingga Langit Ketujuh

390

Isra Mi’raj merupakan peristiwa luar biasa dan penting di dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW. Di mana pada peristiwa tersebut Nabi ditemani dengan malaikat Jibril melakukan perjalanan dari Mekkah ke Baitul Maqdis.

Dan pada peristiwa Isra Mi’raj ini, Nabi bertemu dengan Allah SAW dan memperoleh perintah untuk mendirikan salat 5 waktu sehari-harinya.

Karena itu, Isra Mi’raj merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa inilah mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu sehari semalam.

Saat perjalanan mulia itu, Nabi mengendarai hewan bersayap dan memiliki ukuran besar, tubuhnya bahkan juga melebihi keledai, berwarna putih dan panjang.

Hewan ini dikatakan sebagai Buraaq dan satu langkahnya dapat menempuh jarak sangat jauh dalam waktu relatif cepat sampai sejuta mata melihat.

Serta dalam perjalanan berikut Nabi Muhammad melewati tujuh tingkat langit lalu bertemu para penghuninya di tiap-tiap tingkatan langit itu.

Oleh karenanya, Buraq adalah sesosok mahluk tunggangan yang diciptakan Allah terbuat dari cahaya. yang khusus untuk membawa Nabi Muhammad dari Masjid Al-Aqsa menuju Sidratul Muntaha.

Sidaratul Muntaha adalah sebuah pohon bidara yang menandai akhir dari langit ke tujuh, yaitu sebuah batas di mana mahluk tidak dapat melewatinya. Hanya Nabi Muhammad yang bisa memasuki Sidratul Muntaha.

Dalam perjalanan luar biasa itu, Nabi Muhammad banyak mendapati hal-hal yang perlu diketahui mulai dari Langit kesatu sampai Langit ketujuh, yaitu :

1. LANGIT PERTAMA

Di tingkat pertama ini Nabi bertemu dengan wali Allah SWT dan manusia yang pertama kalinya diciptakan di bumi, yaitu Nabi Adam AS. Dalam pertemuan ini Nabi Adam AS membekali Rasul dengan doa supaya setiap masalah yang dihadapi oleh Nabi bakal senantiasa diberi kebaikan.

Sesudah bertegur sapa dan sama-sama mengatakan salam, lalu Nabi Muhammad SAW pergi dari langit pertama untuk meneruskan perjalanan ke tingkatan kedua.

Baca Juga :  Makna Falsafah Bugis "Taro Ada Taro Gau"

2. LANGIT KEDUA

Pada tingkatan kedua ini Rasulullah SAW bertemu Nabi Yahya AS dan Nabi Isa AS. Dan mereka juga sama-sama bertegur sapa dan mengucapkan salam sama dengan di langit pertama.

Kedua Nabi pendahulu Rasulullah SAW ini membekali doa kebaikan pada Nabi Muhammad SAW sebelum beliau meneruskan perjalanannya ke tingkat langit ketiga.

3. LANGIT KETIGA

Di tingkat ini, Nabi bertemu dengan penghuni langit ke-3 yaitu Nabi Yusuf AS, manusia paling tampan yang Allah SWT pernah ciptakan di muka bumi.

Tidak hanya doa kebaikan yang didapatkan pada Rasul waktu mereka bertegur sapa dan saling mengatakan salam, tetapi Nabi Yusuf AS juga memberi setengah ketampanannya untuk Rasulullah selanjutnya Nabi Muhammad SAW terbang meneruskan perjalanannya.

4. LANGIT KEEMPAT

Penghuni langit ke empat adalah Nabi Idris AS yang pernah berdakwah di Mesir pada Bani Qabil dan Memphis dan Nabi Idris AS merupakan manusia pertama yang mengetahui tulisan.

Dan sama dengan tingkatan sebelumnya, mereka sama-sama bertegur sapa dan Nabi Idris memberi doa supaya semua masalah yang dikerjakan oleh Rasulullah diberikan kebaikan.

5. LANGIT KELIMA

Di langit ke lima ini Rasulullah bertemu dengan Nabi Harun AS yang mengikuti Nabi Musa AS dalam melepas Bani Israil dari tangan Firaun.

Nabi Harun AS ini dikenal sebagai seorang yang pintar bicara dan meyakinkan orang. Waktu mereka bertegur sapa, Nabi Harun AS mendoakan Rasulullah SAW supaya setiap masalah yang dikerjakan mendapatkan kebaikan.

6. LANGIT KEENAM

Di Langit tingkat keenam di sinilah Rasulullah berjumpa dengan Nabi Musa AS yang telah membantu Bani Israil terlepas dari Raja Firaun dan membimbing mereka pada kebenaran Ilahi.

Baca Juga :  Kumpulan Ucapan Selamat Idul Fitri 1440 H

Dan ketika Rasulullah berjumpa dengannya, mereka sama-sama mengatakan salam seperti dua teman dekat yang telah lama tak pernah berjumpa di mana penuh dengan keakraban. Sebelum Rasulullah terbang meninggalkan langit tingkat ke enam, Nabi Musa AS juga memberi doa kebaikan kepada Rasulullah.

7. LANGIT KETUJUH

Di sinilah Rasulullah berjumpa dengan Nabi Ibrahim AS, teman dekat Allah SWT sekalian ayah beberapa Nabi. Di sini Rasulullah di ajak untuk pergi ke Sidratul Muntaha sekaligus sebagai sinyal akhir dari batas langit ketujuh.

Sidratul Muntaha juga adalah tempat Rasulullah SAW berdialog dengan Allah SWT dan menrrima perintah salat 5 waktu.

Itulah beberapa penghuni langit yang dijumpai Rasulullah dalam peristiwa Isra Miraj’  mulai langit pertama sampai langit ketujuh.

Adapun penggambaran tentang kejadian Isra Miraj’ ini dapat dilihat di surah ke-17 di Al-Quran, yaitu Surah Al-Isra. Allah Maha Besar.

Rasulullah SAW adalah sosok yang lengkap. Bukan hanya dari sisi akhlak dan karakternya, tapi juga dari sisi perjalanan hidupnya.

Beliau pernah mengalami kemiskinan tapi kekayaan juga pernah beliau rasakan. Beliau miskin dengan keridhaan dan kaya dengan rasa syukur. Beliau tidak pernah bersedih dengan dunia yang hilang darinya. Dan beliau tidak berbangga dengan berlimpahnya dunia.

(Dikutip dari berbagai sumber terpercaya)