Menyalurkan Emosi Secara Positif

76

Suatu hari kita pasti akan menghadapi suatu persoalan yang akan membuat pengendalian emosi kita diuji. Misal, kita mungkin pernah mengalami sakit hati bukan? Sakit hati kepada seseorang atau mungkin keadaan yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Lalu, untuk melepas kesakitan tersebut kita berteriak, menangis, atau bahkan menyanyi. Itulah yang dinamakan katarsis.

Mungkin di antara kita seringkali menghadapi situasi yang menyedihkan, mengecewakan, menjengkelkan, tetapi tidak mau mengungkapkannya kepada orang lain. Kita lebih suka memendam dalam hati atau berusaha untuk melupakannya.

Dalam kenyataannya, suatu masalah makin dipendam dan diusahakan untuk dilupakan, maka akan memicu berbagai macam gangguan fisik dan psikologis seperti depresi, kecemasan dan berbagai bentuk penyakit psikologis.

Jadi katarsis adalah pelepasan emosi-emosi yang terpendam. Proses katarisis ini sangat penting bagi mereka yang sedang menghadapi masalah-masalah emosional. Metode Katarsis ini berfungsi untuk mengubah pikiran negatif kita terhadap lingkungan sekitar.

Misalnya saat ada seseorang yang memaki kita dengan kata-kata kasar , maka kita bisa merubah kata itu dalam pikiran kita menjadi sesuatu yang lain. Atau saat bersedih salurkanlah emosi kita dalam bentuk tangisan, mendengarkan musik, olahraga atau lainnya.

Olehnya itu, katarsis ibarat terapi terapi bertujuan untuk mengeluarkan emosi yang tertahan dalam bentuk sesuatu yang positif dan konstruktif, karena jika tidak disalurkan maka cepat atau lambat bisa menyebabkan ledakan emosi berlebihan, maka dari itu diperlukan sebuah penyaluran atas emosi yang tertahan tersebut.

Memang terlihat dan terdengar mudah untuk dilakukan, tapi nyatanya sangat susah, tetapi kalau ada niat sedikit-demi sedikit pasti bisa. Ya berakit-rakit ke hulu berenang ke tepian.