Konsekuensi Sebuah Kesombongan

110

Kesombongan itu … biasanya cepat atau lambat bahkan tak perlu membutuhkan waktu lama untuk membuahkan sebuah bencana.

Sombong tidak hanya bermakna arogan, angkuh, dan congkak seperti dalam bersikap dan berkata-kata.

Sombong bisa pula berarti menghargai diri secara berlebihan, dalam pandangan Bugis termasuk kategori malaweng atau pelanggaran norma adat.

Kesombongan bisa terjadi diberbagai hal seperti halnya yang kini melanda keadaan politik negeri ini. Sungguh mencengangkan …

Kubu capres tertentu dengan sombong mendahului Maha Penentu mereka yakin akan muncul sebagai pemenang dalam pertarungan yang belum dimulai.

Percayalah kesombongan seperti ini biasanya sudah dekat dengan bibir jurang sekali saja melangkah ia sudah terkapar di dasar palung darat.

Pepatah Belanda mengatakan hoogmoed komt voor de val, yaitu kesombongan berarti kejatuhan sudah dekat.

Petuah Bugis mengatakan ” rekko naenreki pabbicarae waramparang lennynye’ toni tongengnge ” (manakala penegak hukum menerima suap sirna pula kebenaran).

” rekko naenreki toi juarengnge atempong adawang bicara sonra toni tu posi bolana ” (manakala pemimpin sudah berkata sombong dan angkuh rebah pula tiang utama sebuah negeri).

Jika seorang pemimpin negeri hanya bisa menidurkan dirinya tapi tak mampu lagi menidurkan rakyatnya atau yang dipimpinnya berarti ia tinggal menunggu waktu untuk ditidurkan.