Nasihat Orang Bugis Tentang Penyakit Empuru, Sereati, Kella-kella (ESK)

277

ESK adalah sejenis penyakit hati yang sering melanda manusia. Jenis penyakit ini tidak terdeteksi ilmu kedokteran sehingga untuk menyembuhkan sangat sulit. Hal ini tidak berarti sama sekali tidak bisa disembuhkan

ESK dalam bahasa Bugis adalah EMPURU, SEREATI, KELLA-KELLA

Tetuah Bugis menjelaskan, bahwa TELLU RITU TEMPEDDING RIALA SIMA’ PESSE PELLENG, SAISANNA EMPURUE, SEREATIE, ENRENGNGE KELLANGNGE.

Terjemahannya hanya ada tiga sama sekali tidak dapat dijadikan sebagai jimat penerang hidup, antara lain iri hati, dengki, dan rakus.

Empuru atau iri hati yakni suatu emosi yang timbul ketika seseorang tidak memiliki suatu keunggulan baik kemampuan prestasi, kecakapan hidup, kekuasaan atau menginginkan yang tidak dimilikinya. Sehingga ia mengharapkan agar yang dimiliki orang lain menjadi hilang.

Jadi empuru atau iri hati adalah salah satu penyebab utama ketidakbahagiaan. Orang yang iri hati tidak hanya menyebabkan ketidakbahagiaan bagi dirinya sendiri, bahkan mengharapkan kemalangan orang lain.

Karena menjadi penyakit hati sehingga agak sulit untuk disembuhkan secara medis, karena tidak ada jurusan dalam ilmu kedokteran, jurusan hati. yang ada jurusan  jantung, ginjal, pankreas, dan sebagainya.

Sereati atau dengki adalah suatu sikap seseorang yang tidak senang terhadap orang yang memperoleh keberuntungan, kenikmatan. Sifat dengki ini dapat timbul biasanya diawali dengan suatu permasalah atau permusuhan yang menyebabkan terjadinya persaingan untuk saling menjatuhkan dan ingin lebih dari orang lain.

Jadi sereati timbul di hati seseorang apabila ia merasa tidak senang terhadap keberhasilan orang lain. Perilaku sereati ini bisa juga diawali dengan sikap yang mengganggap dirinya paling hebat dan paling berhak mendapatkan sesuatu, sehingga apabila ada orang lain yang mendapatkan seperti yang diinginkan, maka ia tidak suka/tidak senang karena merasa disaingi.

Selanjutnya Kella-kella atau mangoa atau rakus atau tamak yaitu rakus hatinya, hanya cinta kepada dunia (harta) terlalu berlebihan tanpa memperhatikan hukum haram yang mengakibatkan adanya dosa besar.

Jadi kella-kella merupakan sikap yang selalu ingin memperoleh sesuatu yang banyak untuk diri sendiri. Orang kella-kella selalu mengharap pemberian orang lain, namun dia sendiri bersikap pelit atau makeddi. Ia selalu ingin mengumpulkan harta untuk kepentingan diri sendiri tanpa memperhatikan aturan.

Orang kella-kella jiwanya gelisah, mau begini ingin begitu. Terhuyung ke kiri dan ke kanan, seperti pohon yang diembus angin sagala.

Manusia kella-kella selalu ingin memborong segalanya dan mengumpulkan semuanya. Semuanya ia suka tanpa mau mengetahui apa gunanya. Milik yang ada di tangan orang pun disukainya, untuk itu ia akamn berusaha memperolehnya meskipun dipermalukan.

Jadi apa yang harus dilakukan untuk menjinakkannya? Sebenarnya mudah saja apabila kita mau melakukannya.

Penyakit hati dapat disembuhkan dengan silaturrahim dengan menerapi dan mengembalikan kata hati itu sendiri. Silaturrahim berarti membangun hubungan sosial emosional.

Melahirkan introspeksi diri, merenungi segala sesuatu kekhilafan dan dosa yang pernah diperbuat terutama terhadap sesama ciptaan Allah.

Jangankan manusia,  binatang saja mampu memahami yang namanya hubungan emosional, seperti hewan piaraan : anjing, kucing, ayam dan lain-lain.

Semua itu, kalau kita suka memperhatikan, memelihara, mengelus-elus, maka pasti dia selalu mendekat. Namun kalau kita membencinya, melempar atau menaboknya, maka ia menjauh dari kita.

Setiap manusia bisa dihinggapi penyakit ESK ini, temasuk kaum Bugis. Dahulu untuk menghindari penyakit tersebut banyak kaum Bugis yang migrasi, atau hijrah karena dianggap sebagai penyakit epidemi.

Saking hebatnya sepak terjang penyakit ESK ini orang Bugis menyebutnya Lasa Sagala yaitu sejenis penyakit iblis.

Sifat ESK yang melekat mampu mempengaruhi manusia seperti iblis . Akibatnya sang Iblispun tersenyum lebar karena ia merasa punya kawan untuk bermain di neraka kelak.

Apakah kecemburuan iblis kepada manusia berkurang ? Tidak, bahkan semakin bertambah karena ia tidak mau melanggar sumpahnya.

Untuk mencegah perilaku korupsi yang kini mengganyang Indonesia  Raya maka lembaga antikorupsi tidak akan berhasil untuk mencegah korupsi selama penyakit ESK masih menggerogoti para penentu kebijakan.

Karena perilaku korupsi bisa saja datang setiap saat ketika manusia ingin memenuhi tuntutan hidupnya secara cepat.

Orang tua Bugis sebenarnya menyimpan nasihat dan petuah bagaimana cara untuk menghindari penyakit ESK ini, jadi tinggal kita memilih setidaknya menjauhkan diri dari sifat ESK.

1. AJA MUREKENGNGI WARAMPARANNA TAUWWE
2. AJA MUALAI AJU MACIRU WALI-WALIE
3. AJA MUREKENGNGI WARAMPARANG TEMMANNESSAE APOLENGENNA

Terjemahan :
1. Jangan menghitung jumlah harta orang lain
2. Jangan mengambil kayu yang runcing sebelah menyebelah
3. Jangan menghitung harta benda yang tidak jelas asal muasalnya

Demikian yang dapat saya simpulkan dalam tulisan ini, ambillah yang bermanfaat dan buanglah yang tidak berguna.

Oleh : Mursalim