Makna Peringatan Hari Jadi Bone

145

Bone adalah salah satu kabupaten yang memiliki wilayah terluas di Provinsi Sulawesi Selatan.

Dengan luas wilayah 4.559 km2 atau 9,78  persen dari luas Provinsi Sulawesi Selatan. Terdiri dari 27 kecamatan, 328 desa, dan 44 kelurahan, menata diri menyongsong pembangunan, dan berdiri tegak untuk sejajar dengan kabupaten/kota yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan.

Tak terasa roda waktu berputar, silih berganti hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun. Tanggal 6 April 2019, Warga Bone merayakan hari jadi daerahnya yang ke-689 tahun.

Di usia yang boleh dikatakan syarat dengan berbagai pengalaman, pahit getirnya pembangunan di Bumi Arung Palakka yang telah dibangun oleh para pendahulu dan pemimpin terdahulu.

Melalui tangan-tangan, pemikiran, dan konsep pembangunan para pemimpin terdahulu, telah ditorehkan dan dibangun dalam sebuah peradaban pembangunan yang merata, berkelanjutan, dan berkeadilan.

Perayaan hari jadi tersebut tidak lepas dari pengaruh dan peranan para pendahulu yang ada di Bone. Di mana kerajaan Bone masa lalu mempunyai andil yang sangat mendasar sebagai peletak fondasi dasar pembangunan.

Selain itu para kepala daerah yang silih berganti memimpin Bumi Arung Palakka tercinta ini turut memberikan andil dalam menjalankan roda pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan.

Para kepala daerah ini bersama rakyat Bone saling memberikan dukungan dan dorongan satu sama lainnya. Hidup berdampingan dalam kekompakan, kekeluargaan, dan kebersamaan dalam wujud kebersamaan Sumange Teallara.

Peringatan Hari Jadi Bone yang dirayakan setiap tahunnya adalah momentum untuk dapat intropeksi diri untuk melakukan perbaikan dan pembenahan di semua lini dan sektor. Namun, bukan berarti yang sekarang ini buruk, melainkan harus lebih baik lagi.

Jadi, hari esok harus lebih baik dari kemarin. Jangan kita saling menyalahkan dan menyudutkan, karena masa lalu terkait dengan masa kini dan masa kini terkait dengan masa yang akan datang.

Kalau tidak ada masa lalu, tidak mungkin kita bisa menikmati dan merasakan jerih payah pembangunan dari masa lalu, dan kita sejatinya harus saling menghargai satu sama lain, sipakatau, sipakalebbi, sipakainge.

Dan yang paling penting adalah kita saling menjaga etika-etika tentang hubungan sesama manusia, sesuai dengan ajaran agama dan adat istiadat yang kita miliki.

Sebuah momentum atau peringatan yang harus dimaknai sebagai perbaikan. Perbaikan di tengah tempaan defisit anggaran, sehingga harus mengencangkan ikat pinggang. Demi memenuhi hasrat pembangunan yang merata, adil, dan berkelanjutan, serta dapat memenuhi, menjalankan, dan melaksanakan visi “Mewujudkan Bone yang mandiri, berdaya saing dan sejahtera.

Dengan melaksanakan misi antara lain :

1. Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih dan bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).
2. Mengembangkan kemandirian ekonomi dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
3. Meningkatkan akses, pemerataan dan kualitas pelayanan kesehatan, pendidikan dan sosial dasar lainnya.
4. Mengotimalkan akselerasi pembangunan daerah berbasis desa dan kawasan perdesaan.
5. Mendorong penciptaan iklim investasi yang kondusif untuk pengembangan usaha dan mengembangkan inovasi daerah dalam peningkatan pelayanan publik.
6. Meningkatkan budaya politik, penegakan hukum, dan seni budaya dalam kemajemukan masyarakat.

Dengan peringatan Hari Jadi Bone ini, setidaknya ada 7 (tujuh) hal yang harus kita maknai dari peringatan ini di antaranya :
1. Bersyukur kepada Allah SWT
2. Berterima kasih
3. Evaluasi diri
4. Membuat resolusi atau membuat target kinerja
5. Memaknai waktu yang telah berlalu.
6. Diharapkan dapat menumbuhkembangkan dan memperkuat jati diri Kabupaten Bone sebagai daerah yang kaya akan sumber daya alam dan kaya akan akar budaya dan adat istiadat
7. Mendorong semangat membangun daerah dalam kerangka atau bingkai kebersamaan, kekompakan, dan kekeluargaan.

Dengan hari jadi ini, marilah kita ciptakan persatuan dan kesatuan yang harmonis agar Kabupaten Bone selalu dalam kondisi suasana aman, kondusif, damai, dan sejahtera untuk mewujudkan pembangunan yang merata, adil, makmur, dan sejahtera di Bumi Arung Palakka ini.

Serta mari kita tanamkan dan amalkan ajaran agama kita masing-masing dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Jaga tutur kata kita yang baik, yang mana pantas kita sampaikan di muka umum, yang mana yang tidak. Ini kadang-kadang yang menjadi sumber malapetaka bagi kita tanpa kita sadari.

Jangan merasa pintar, karena hal tersebut akan menjadi sebuah kesombongan, dan keangkuhan. Tetapi jadilah seorang pemimpin yang pintar merasa. Serta dapat menghargai dan merajut hubungan dengan kepemimpinan terdahulu, maupun tokoh-tokoh masyarakat dan lembaga yang ada di Kabupaten Bone

Karena dalam sumbangsih pemikiran, saran, kritikan, maupun masukan dari para tokoh tersebut, tentang kepemimpinan dan etika untuk menghargai orang yang turut andil dalam membangun Kabupaten Bone.

Mari kita jadikan Hari Jadi ke-689 Bone tahun 2019 ini sebagai penyemangat, pemersatu, dan mari kita saling bergandengan tangan untuk membagun Bone.

Tentunya, dengan saling menghargai antarsatu dengan yang lainnya, menghormati yang tua, menghargai yang muda. Menjaga persatuan dan kesatuan demi NKRI dan Bumi Arung Palakka.

Kita berharap dalam perayaan Hari Jadi Bone dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat Bone mulai dari desa hingga kota.

Kegiatan tersebut seyogianya diisi berbagai kegiatan seni budaya dan seminar lainnya yang mengangkat kearifan lokal Bone. Selain itu, dengan menampilkan atraksi seni budaya masing-masing desa akan menjadi tontonan menarik dan bisa mendatangkan wisatawan.

Dengan melibatkan seluruh desa dan kelurahan tentunya selain menjadi meriah tapi juga menjalin silaturahmi seluruh warga Bone termasuk yang ada di perantauan.

Selamat merayakan Hari Jadi Ke-689 Bone Tahun 2019.

(Mursalim)